
Benar sekali, apa yang dipikirkan oleh Anjar tadi memang benar jika ketika ia masuk bersama dengan Erva, pandangan mata tertuju ke arahnya tentu saja bukan memandang ke arahnya tetapi memandang ke arah Erva.
Anjar semakin mengeratkan genggaman tangannya ke tangan Erva tentunya ia tahu berapa banyak laki-laki saat ini yang memandang wajah cantik Erva dan pastinya Anjar cemburu, ia tidak rela jika istrinya dipandang seperti itu untuk laki-laki lain.
Hingga akhirnya Dokter Rico datang menghampiri pasangan mesra itu. Yang membuat Anjar dan Erva menghentikan langkah kakinya.
"Cantik sekali, siapa yang kamu bawa An, apakah ini istri baru kamu?"
Tentu saja Dokter Rico itu hanya bercanda, namun sepertinya memang ia benar-benar pangling dengan kecantikan Erva saat ini, dan tidak dipungkiri Dokter Riko juga terpana dengan istri dari Dokter Anjar itu yang mana ia juga tidak mengedipkan matanya dan masih betah untuk memandang wajah cantik Erva malam ini.
"Sembarangan, dan kondisikan mata kamu, kalau tidak aku colok itu nanti mata supaya tidak bisa melihat lagi."
Meskipun Dokter Rico itu hanya bercanda tetapi rasanya Anjar menerimanya seperti serius saja walaupun yang memang Rico itu adalah teman baiknya sendiri namun Anjar juga tidak suka jika ada laki laki lain memandang wajah cantik istrinya. Ia bahkan ingin sekali menutupi wajah cantik Erva malam ini biar semua orang tidak memandang ke arah istrinya.
"Hahaha bercanda bro, lagian istri kamu cantik banget malam ini, apa kamu tidak cemburu melihat banyak pasang mata yang melihat ke arahnya?"
"Jangan ditanya lagi kak Rico, tentu saja Mas Anjar cemburu, dari tadi dia sudah uring-uringan dengan penampilanku seperti ini padahal aku biasa saja dan sepertinya aku juga tidak menggunakan make up yang berlebih tetapi entah kenapa mata Mas Anjar itu yang melihatku seperti berbeda saja."
Erva menjawab apa yang ditanyakan oleh Dokter Riko tentu saja jawaban Erva adalah benar, kalau sudah dari tadi suaminya uring-uringan dan meminta untuk tidak menghadiri acara pertunangan ini.
__ADS_1
"Tapi memang benar dek, bukan hanya mata Anjar saja yang tidak keliru melihat ke arah kamu, aku juga dan sepertinya kamu berubah banget, tambah cantik sekali malam ini, apa karena ingin menghadiri pertunangan Dokter Keenan hingga kamu berubah penampilannya?"
Dokter Anjar semakin melototkan matanya ketika dengan sengaja Dokter Rico mengatakan seperti itu terlebih lagi yang berhubungan dengan Keenan, padahal sudah tahu jika Erva adalah mantan tunangan dari Dokter Keenan tetapi mengapa Dokter Rico seakan-akan sengaja untuk menyulutkan api cemburu di dalam hati Anjar.
"Ngapain juga aku dandan seperti ini hanya untuk hadir di acara petualangan Dokter Keenan? kan aku dandan seperti ini hanya untuk menyenangkan Mas Anjar, kalau tidak percaya Kak Riko tanya aja sama mas Anjar apa yang sudah dia lakukan sebelum datang ke sini."
Dokter Rico tersenyum, kemudian ia melirik ke arah Anjar yang pastinya ia sudah tahu apa yang dilakukan oleh Anjar setelah pulang dari rumah sakit bersama dengan dirinya tadi dan tanpa dijelaskan ia sudah melihat bagaimana ekspresi dari Anjar yang tampak bahagia malam ini,.bukan bahagia karena melihat pertunangan Dokter Keenan dengan Kinara tetapi bahagia karena sudah mendapatkan sesuatu yang luar biasa dari istrinya meskipun ada rasa cemburu menghinggapi diri Dokter Anjar tetapi Dokter Rico sendiri bisa melihat kebahagiaan di dalam hati Anjar.
"Kalau itu Aku tidak perlu menanyakan kepada Anjar pastinya aku sudah tahu jawabannya."
"Bagaimana, tadi sore kuat berapa ronde kamu dan sepertinya kamu sekarang jarang nge-gym, besok weekend kita nge-gym bareng gimana? dan aku jamin itu akan membuat staminamu lebih kuat bisa berondo-ronde melakukan adegan yang menyenangkan." bisik dokter Rico tepat di telinga dokter Anjar yang membuat Anjar langsung mengangguk kan kepalanya.
"Hahaha enak kan nikah, kenapa kamu nggak nikah dari dulu sih An?"
"Berisik?!"
Mereka tidak lagi saling mengobrol lebih tepatnya keduanya sudah bergabung dengan teman-teman yang lainnya tetapi tidak dengan Erva yang lebih memilih untuk bergabung dengan Mama mertuanya dan juga kedua orang tuanya yang saat ini juga hadir karena memenuhi undangan dari kedua orang tua Dokter Keenan.
Sedangkan Keenan sendiri, ia yang belum ada di tempat itu masih berada di sebuah ruangan tentu saja ia ingin melihat apakah ancaman yang diberikannya untuk Erva itu benar-benar akan dilakukannya mengingat ia malas untuk acara ini dan ingin sekali Erva tidak datang lalu Keenan bisa kabur dari tempat ini.
__ADS_1
Tetapi jika Erva datang, Keenan juga senang ia bisa menuntaskan rasa rindunya terhadap perempuan cantik itu yang mana di dalam hatinya masih belum bisa melupakan Erva dan masih ada rasa cinta untuk Erva.
"Nona Erva sudah datang bos."
Anto ya memang bertugas untuk melihat bagaimana jalannya acara yang akan dimulai itu langsung saja masuk ke dalam kamar dan menginformasikan kepada Keenan jika Erva beserta dengan suaminya sudah datang ke acara ini dan tentu saja mungkin Keenan sekarang bingung, ia antara senang maupun sedih.
Senang karena ia bisa melihat wajah cantik Erva malam ini yang menurut dari cerita Anto Erva malam ini tampil sangat luar biasa dan membuat semua tamu undangan yang menghadiri acaranya semua terpesona melihat kecantikan Erva.
Tetapi ia juga sedih berarti jika Erva datang ia harus melaksanakan pertunangan dengan Kinara, pertunangan yang sama sekali tidak ia inginkan dan ia juga tidak ingin acara ini dilihat oleh Erva pastinya, Eva akan mengira jika Keenan sudah menyerah untuk mendapatkannya.
"Dan nyonya besar meminta Anda untuk segera keluar karena acaranya akan dimulai."
Selain mengabarkan informasi tentang kedatangan Erva, Anto juga memberitahukan kepada Keenan jika Mami Arin sudah memanggil Keenan, dan tentunya Keenan harus mempersiapkan diri dalam acara pertunangan ini karena acara segera dimulai.
"Bisa nggak acara itu dibatalkan atau mungkin Kinara tidak datang?"
"Sudah hadir Bos, itu bahkan saat ini Nina Kinara sedang ngobrol berdua dengan Nona Erva."
Keenan menggelengkan kepalanya, mengapa Kinara sampai-sampai bisa mengobrol dengan Erva, apa yang dibicarakan Kinara dengan Erva saat ini yang pasti Kinara tidak boleh mengatakan apapun kepada Erva, tentu nya Erva juga tidak boleh mengatakan tentang dirinya kepada Kinara, bukan karena Keenan takut jika rahasianya terbongkar, tetapi takut saja jika nanti Kinara berubah menjadi seperti Erva karena yang Keenan tahu banyak perempuan yang tergila-gila padanya dan ingin menjadi istrinya, siapa tahu Kinara berubah pikiran dan ia akan menyetujui pernikahan dengan dirinya dan tentu saja sebelum pernikahan itu terjadi Kinara akan merubah sifat dan juga sikapnya seperti Erva, seperti perempuan yang sangat dicintai oleh Keenan.
__ADS_1