Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Erva Sakit


__ADS_3

"Er, Lo kenapa???"


Mona melihat Erva keluar dari kamar mandi, dengan keringat yang sudah membasahi wajah cantik nya.


"Perut gue sakit....", jawab Erva dengan suara yang terbata bata, karena menahan rasa sakit di perut nya.


"Astagfirullah...."


Mona yang sudah berbaring di atas ranjang, langsung saja menghampiri Erva, ia takut sahabat nya itu kenapa kenapa.


"Sa...kit Mon...", teriak Erva lagi.


Gadis cantik itu memegangi perut nya, hingga tidak dapat berkata-kata dengan jelas. Sementara...Mona bingung harus apa, karena tidak ada orang tua Erva di rumah.


"Ke Rumah Sakit ya?? gue kan sudah bilang, jangan makan pedas pedas, Lo ngeyel..."


Sudah menahan sakit, tetapi...Mona masih saja ngomelin Erva, yang membuat Erva kesal tetapi... tidak dapat berbuat apa apa.

__ADS_1


"Jangan ke Rumah Sakit...aku enggak mau...."


Suara Erva tambah pelan, dan keringat semakin deras saja. Tentu saja, Erva tidak mau dibawa ke Rumah Sakit, apalagi Rumah Sakit terdekat adalah Kusuma Hospital, yang Erva tau kalau itu adalah Rumah Sakit milik Dokter Keenan.


"Tidak bisa!! kamu harus ke Rumah Sakit..", ucap Mona tegas yang menolak permintaan Erva untuk tidak mengantar nya ke Rumah Sakit.


"Tapi...aku baik baik saja, nanti minum obat langsung sembuh..."


Sama hal dengan Mona, Erva juga kekeh untuk tidak mau dibawa ke Rumah Sakit. Gadis itu benar benar tidak mau bertemu dengan Dokter Keenan apalagi diperiksa oleh Dokter itu


Terlebih lagi, Dokter Keenan mengetahui riwayat penyakit Erva, yang pastinya ia akan menangani Erva secara lebih lanjut lagi.


Pada akhirnya gadis itu mengemukakan apa yang menjadi alasan nya tidak mau di bawa ke Rumah Sakit.


"Ckkk...geer, lagian siapa yang mau bawa Lo ke Kusuma Hospital??? dan apa ada Dokter yang masih jomblo atau bukan suami orang??? kalau ternyata Lo diperiksa dengan Dokter yang sudah beristri.. apa Lo mau nolak??"


"Maaf Dok, Dokter sudah menikah apa belum?? kalau sudah ..jangan pegang pegang dan jangan periksa saya, seperti itu?", ledek Mona lagi.

__ADS_1


Yang mana Mona gemes sendiri dengan kelakuan sahabat nya, masih sakit saja berulah ... dan milih Dokter, untung cantik...jadi tidak masalah...


"Anjiiirrrrrr!!!!", kesal Erva. Untung perut nya sakit, kalau tidak...sudah pasti Erva akan memberikan hadiah yang cantik untuk sahabat nya.


"Sudah, ngumpatnya nanti...sekarang kita ke Rumah Sakit. Tenang saja, gue enggak bakal bawa Lo ke Dokter Keenan..."


Mona mengalah, padahal ada di dalam pikiran nya itu menghubungi Dokter Keenan, dan mengabarkan kalau Erva sakit, supaya di siapkan sesuatunya.


Dan juga, Rumah Sakit Dokter Keenan itu lebih dekat dari Rumah Erva, sehingga tidak perlu jauh jauh lagi mencari Rumah Sakit terbaik di kota ini.


Tetapi karena permintaan Erva, Mona akhir nya mengalah. Ia sudah meminta supir keluarga Erva untuk mengantarkan ke Rumah Sakit


"Ayok, pelan pelan,. Jangan pingsan dulu, gue enggak sanggup gendong Lo!!"


Tidak ada jawaban dari Erva, tetapi.. gadis itu bisa mendengar dan masih bisa jalan meskipun sedikit sedikit.


Hinga akhirnya, kedua gadis cantik yang di bantu oleh asisten Rumah tangga sudah sampai di bawah, dan langsung saja masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Tidak ingin terjadi sesuatu kepada Erva, Mona meminta Pak supir untuk mempercepat laju kendaraan nya.


__ADS_2