Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Tidak Tau Kan??


__ADS_3

Dokter Keenan masih memaku di tempat nya ia berdiri saat ini, dengan matanya yang melihat tajam ke arah di mana Amira melangkahkan kakinya dan meninggalkan dirinya.


Sungguh, ingin rasanya Keenan mengejar Amira, dan menanyakan ada apa sebenarnya. Keenan yakin, jika Amira ke sini bukan karena kebetulan saja, atau menjenguk kerabatnya atau teman nya, bukan itu.... tetapi ..ada sesuatu yang dirahasiakan nya, dan itu nampak jelas di mata Amira.


Apalagi sejak tadi siang ia melihat Amira di sini, kalau bukan orang terdekat...tidak mungkin Amira sampai menunggunya, dan juga beberapa jam masih di Rumah Sakit ini.


Terlebih lagi, Keenan tau kalau Amira tidak mempunyai saudara di Jerman, dan ia hanya memiliki satu keluarga, yaitu ibu kandung nya.


"Tapi apa mungkin Tante Mita ada di sini?? bukannya beliau masih di Bandung???"


Keenan menggeleng pelan, ingin rasanya ia mengikuti Amira dan memaksanya untuk mengatakan yang sebenarnya, apalagi...kisahnya dulu..Keenan memang belum mendapat penjelasan dari Amira, karena ia pergi begitu saja tanpa mendengar apa yang akan dikatakan oleh sang tunangan waktu itu.


Tetapi, mengingat sudah menunjukkan jam malam, rasanya ia juga tidak sopan untuk sekedar mencari informasi tentang apa yang sebenarnya ia inginkan, karena menurut Keenan..percuma mengejar Amira, pasti wanita itu tidak akan mau jujur padanya.


"Besok saja..."


Akhirnya Keenan memutuskan untuk pergi dari Rumah Sakit, dan besok saja ia akan menemui Amira lagi dan memastikan rasa penasaran nya.


Keenan tidak langsung pulang ke hotel, pikiran nya malam ini begitu semrawut...bahkan ia sama sekali tidak ingin kapan terakhir menelpon Erva, padahal ia sudah berjanji sebelum nya kalau setiap hari akan memberikan kabar, tetapi...hari ini hanya lagi tadi, sementara siang dan malam nya Keenan seolah melupakan itu.


Setelah menerima pesan dari Dimas, Keenan akhirnya menyusul sahabatnya... entahlah...memang kelab malam bukan tempat yang tepat untuk mencurahkan segala gundahnya malam ini, tetapi setidak nya...dengan sedikit minum dan merokok bisa membuat hati Keenan tenang....


Yah, meskipun Keenan seorang Dokter...ia juga bisa minum dan juga merokok, meskipun tidak sampai mabuk dan juga tidak bermain wanita, hanya sesekali menemani Dimas saja.


Tidak menunggu lama, taxi yang membawa Keenan sudah sampai di sebuah kelab malam, yang Keenan sendiri tidak asing lagi.


Dengan menunjukkan kartu akses nya, Keenan masuk ke dalam kelab, lalu mencari sosok Dimas yang katanya masih duduk di sofa dengan menikmati pemandangan alam.


"Bro!!"


Dimas melambaikan tangan nya, sama dengan Keenan...laki laki itu juga tidak mabuk meskipun sudah banyak minum, mungkin efek kebal dari dalam tubuhnya karena seringnya minum.

__ADS_1


Tidak ada senyuman, Keenan juga tidak melambaikan tangan nya, ia memasang wajah nya datar lalu menghampiri Dimas.


"Kalian pergi dulu ya??", ucap Dimas kepada wanita wanita cantik nan seksii itu, dengan bahasa Inggris tentunya, ia sudah hafal dengan Keenan, kalau tidak mau ada wanita manapun di samping nya, maupun Dimas saat di kelab.


Wanita wanita itu langsung pergi, memang ia tidak kenal dengan Dimas dan Keenan, tetapi... mereka juga tidak mau cari masalah.


"Bro!! duduk, kenapa??"


Bukan baru kali ini, tetapi.... sudah berkali kali Dimas melihat wajah sahabat nya itu seperti ini, terakhir dilihat nya sebelum mengenal Erva, dan bisa Dimas pastikan kalau Keenan sudah tidak akan datang ke kelab lagi, tentu saja setelah Dimas pikir Keenan bisa move on dari Amira, dan bersama dengan Erva, tetapi... kenyataan nya...


Malam ini, Keenan datang lagi ke kelab malam yang membuat Dimas bingung, ada apa sebenarnya??


Seperti nya ada yang tidak beres???


Terdengar helaan nafas panjang dari Keenan, bukan nya menjawab pertanyaan Dimas, laki laki itu malahan mengambil botol minum beralkohol dan menenggaknya.


"Lo kenapa?? ada masalah???"


"Bukan masalah sebenarnya, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiran ku..."


"Apa???"


Sudah biasa kalau kedua laki-laki itu saling cerita, bahkan masalah pribadi juga tidak luput dari obrolan nya


"Amira, yang tadi siang gue lihat itu memang benar Amira, dan dia berada di Rumah Sakit yang kita buat seminar."


Ucapkan Keenan membuat Dimas menggeleng, ia tidak menyangka kalau wanita itu yang membuat Keenan kembali ke kelab malam, sungguh....Dimas juga tidak habis pikir dengan otak Keenan saat ini, yang masih saja memikirkan wanita lain di saat dirinya sudah memilih dan menantabkan dengan wanita lain.


"Lo nemuin dia??"


Dimas sudah ketar ketir kalau jawabannya adalah ia, berarti kehadiran Erva saat ini tidak ada artinya sama sekali untuk Keenan.

__ADS_1


Keenan mengangguk, "Gue tadi habis dari Rumah Sakit, penasaran dengan apa yang tadi pagi gue lihat....", jawab jujur Keenan, tetapi membuat Dimas mendengus kesal.


"Dan Lo ketemu??", Keenan mengangguk.


Tidak tau apa yang mau diucap Dimas lagi, nyatanya sahabat nya itu memang bodoh, masih saja penasaran , dan jangan jangan.....


"Iya, gue ketemu... tetapi tidak ngobrol banyak, namun.. gue lihat kalau ada sesuatu yang disembunyikan nya..."


"Lo masih perduli??"


Dimas kesal setengah mati, ingin sekali menggetok kepala Keenan dan menyadarkan laki-laki itu dengan apa yang sudah Amira lakukan padanya.


"Kalau boleh jujur, iya...gue masih perduli...bahkan melihat dia seperti tadi, gue enggak tega... seperti nya ada sesuatu yang sedang terjadi...."


Kesal!! sangat Kesal. Dimas tidak menyangka dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Keenan, apalagi dengan enteng nya Keenan mengatakan perduli, bahkan seperti nya Keenan malahan sudah lupa dengan calon istri nya di Jakarta.


"Huff...Lo jangan gila!! Lo ingat status Lo apa saat ini?? dan masalah Amira bukan lagi urusan Lo!!"


"Lo dan dia sudah End, Dokter Keenan Hardikusuma??"


Dimas saking gemesnya dengan sikap Keenan, sampai sampai menekankan kata kata terakhir, dan menyebut nama Keenan secara lengkap.


"Gue tau, tapi apa salah kalau gue masih perduli sama dia???"


Tidak tau saja kalau ucapan Keenan ini membuat Dimas semakin pusing saja, Dimas yang hanya asisten dari seorang Dokter hebat, handal dan juga pintar ternyata lebih pintar dari Dokter Keenan sendiri, kalau masalah wanita.


"Lo bilang apa salah?? Lo gila?? apa kurang waras?? pa Lo enggak mikirin perasaan Erva???"


Hanya Dimas saja yang berani mengumpat kasar Keenan, bahkan laki laki itu juga tidak akan segan segan menonjok wajah tampan Keenan, jika memang sahabat nya itu tidak bisa berbuat baik dan menyakiti hati wanita.


"Erva tidak tau kan??"

__ADS_1


Dengan enteng nya Keenan mengatakan seperti itu, apa memang ia tidak perduli dengan perasaan Erva?? pikiran Dimas malahan sudah ke mana mana saat ini.


__ADS_2