Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Menebus Kesalahan


__ADS_3

Satu jam kemudian Erva sudah selesai dengan aksinya,.perempuan cantik itu langsung merebahkan tubuhnya di atas Anjar,.tentu saja ia lemas dan tak berdaya setelah apa yang dilakukannya kepada Anjar hampir satu jam permainan.


Anjar senang, tetapi ia masih berpikir kenapa istrinya bisa seperti itu. Jarang sekali bahkan tidak pernah Erva berani menunjukkan akisinya dengan menjadi leader permainan panas. Tentu saja itu tidak masalah buat Anjar, tetapi hari ini aneh kenapa istrinya tampil beda yang membuat ia tidak berdaya.


"Lagi ya,.gantian aku yang di atas."


Seperti biasa Anjar tidak akan puas hanya dengan bermain satu ronde saja, laki-laki itu pasti menginginkan lagi dan lagi tentu saja melihat istrinya yang sudah kelelahan dan mengeluarkan keringat banyak tidak mungkin ia meminta istrinya untuk kembali memimpin, dan mau tidak mau Anjar lah yang memegang kendali permainan saat ini.


Tidak ada jawaban dari Erva, Anjar langsung saja memposisikan tubuhnya memeluk Erva kemudian menggulingkan Erva ke samping dengan posisi dirinya yang berada di atas dan Erva di bawah.


"Kamu cantik banget dek, sore ini ini yang kamu minta, aku tidak akan pernah melepaskanmu sebelum aku benar-benar puas memangsamu."


"Terima kasih atas pujiannya,.aku tidak takut Mas..lakukan lah sepuas Mas"


Tentu saja Erva tidak berani menolak apa yang diinginkan oleh suaminya terlebih lagi ia sedang merasa bersalah karena diam-diam bertemu dengan Keenan sebenarnya bukan diam-diam tetapi bertemu dengan laki-laki lain tanpa seizin suaminya itu adalah dosa dan juga bersalah.


Dan Erva harus menebus kesalahan ini semua dengan memberikan apapun yang Anjar minta pasti Erva akan mengabulkannya.


Dan sore ini, Erva harus pasrah meskipun Anjar melakukannya secara berulang-ulang tetapi ia sudah memutuskan untuk menerima perlakuan Anjar meskipun bagian bawah terasa nyeri dengan permainan ganas yang diberikan oleh suaminya namun Erva tetap tersenyum dan memberikan yang terbaik untuk suaminya.


Mereka berdua terkulai lemah setelah melakukan permainan panas yang entah pada sesudah beberapa ronde dilakukan oleh Anjar kalau tidak mengingat nanti malam akan pergi menghadiri acara pertengahan Dokter Keenan pasti Anjar tidak akan melepaskan dan akan mengurung istrinya berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Sakit?"


Melihat Erva diam saja, Anjar menjadi khawatir.. pasalnya ia sedikit ganas saat melakukan itu. Karena saking gemesnya terhadap istrinya bagaimana cantik wangi dan membuat Anjar tidak bisa berhenti untuk melakukan lagi dan lagi.


Meskipun ingin melakukan lagi tetapi Anjar tidak tega dengan istrinya yang saat ini terkulai lemas dengan keringat yang mengalir dari wajah cantik Erva tetapi ia senang kejutan ini benar-benar menghilangkan rasa lelahnya selama bekerja seharian penuh dan tentu saja ini membuat Anjar jadi lebih bersemangat lagi untuk menghadapi hari esok dan juga rasa cintanya kepada Erva semakin dalam.


Tetapi Anjar juga masih penasaran dengan apa yang barusan dilakukan oleh Erva, karena istrinya tiba-tiba sangat cantik sekali dan juga tiba-tiba berdandan ke salon lalu menjadi pemimpin untuk beradegan panas.


"Tidak Mas, aku hanya kelelahan saja biarkan aku istirahat sebentar saja kalau masih ingin main lagi."


Tidak dipungkiri Erva kalah karena tenaga suaminya benar-benar kuat yang membuat ia tidak berdaya lagi, tetapi ia juga tidak ingin menghentikan aksi suaminya namun hanya ingin menjeda sejenak saja memikirkan dirinya benar-benar bernafas supaya tidak kehabisan tenaga dan dapat mengimbangi suaminya yang mempunyai tenaga ekstra dahsyat itu.


"Aku ambilin minum dulu ya pasti kamu haus."


Erva menggelengkan kepalanya,.mana kala melihat tubuh Anjar yang benar-benar begitu mempesona ia tahu dirinya paling beruntung mendapatkan Anjar karena di luar sana banyak anak perempuan yang ingin menjadi istri dari Anjar tetapi Anjar yang tidak mau dan akhirnya memilih dirinya untuk dijadikan istri.


Erva langsung aja memalingkan wajahnya manakala melihat sesuatu yang sudah berubah bentuk, bisa-bisanya suaminya yang sudah kepengen seperti itu malah tidak langsung meminta tetapi membiarkan dirinya untuk beristirahat lebih dulu.


"Minum dulu dek, habis itu main lagi ya?"


Bisa-bisanya suaminya mengatakan seperti itu, tetapi tidak salah, Erva juga tahu jika Anjar masih kepengen. Dan sudah tidak diragukan lagi nampak jelas perubahan senjata milik Anjar. Yang pastinya itu sudah tidak bisa dibuat lemas lagi dan harus langsung dieksekusi saat ini juga.

__ADS_1


"Ya Mas,.aku tahu kalau Mas masih pengen."


Erva buru-buru meminum minuman yang sudah diberikan oleh Anjar, perempuan cantik itu langsung saja memposisikan dirinya karena suaminya sudah menginginkan dirinya, tetapi tidak masalah menyenangkan suami dan pastinya ia merasa senang jika Anjar puas dengan dirinya.


Dengan ekspresi yang membuat Erva bingung, Anjar langsung saja memposisikan tubuhnya karena ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kali ini,.tidak biasanya membolehkan bermain dengan banyak ronde dan tentu saja itu membuat Anjar jadi menggebu-gebu ingin lagi dan lagi.


Beberapa jam kemudian


Anjar menyudahi permainannya bukan karena ia tidak ingin melakukan itu lagi kepada Erva tetapi ia teringat kalau 2 jam lagi harus menghadiri acara pertunangan Dokter Keenan dan tentu saja seperti apa yang dikatakan oleh Anjar kemarin ia akan menemani Evya untuk ke pesta itu.


Bukan hanya sekedar untuk menemani Erva, tetapi Anjar juga mendapatkan undangan untuk menghadiri pertunangan Dokter Keenan, yang pastinya ia juga tidak enak jika tidak datang ke acara malam nanti.


"Nanti malam lanjut lagi dek."


Anjar merebahkan tubuhnya disambung Erva, laki-laki itu seperti biasa menarik tubuh erva ke dalam pelukannya, kemudian menciumi Erva pertanda ia benar-benar sangat mencintai dan menyayangi istri kecilnya itu.


"Istri aku kenapa? sepertinya hari ini berbeda sekali, kamu ke salon ya dek?"


Bukannya Anjar melarang istrinya pergi ke salon tetapi ini tidak biasa Erva lakukan bahkan Anjar sudah berkali-kali meminta istrinya untuk ke salon. Bukan karena Erva jelek tetapi biasanya perempuan abege seperti itu suka ke salon, dandan dan juga shopping ke mall tetapi Erva selalu menolaknya dengan alasan yang telah dibuat sendiri. Namun entah kenapa sore ini ke salon yang membuat Anjar penasaran saja apa alasan tampil cantik dan memukau hari ini.


"Iya, bagaimana Mas suka apa enggak?"

__ADS_1


Erva masih belum berani mengatakan tentang kesalahan yang tadi, ia bahkan mengulur ngulur waktu tentunya mencari waktu yang pas supaya Anjar tidak marah dengan kesalahannya.


"Suka banget dong dek, wangi, cantik tentunya membuat aku ingin lagi dan lagi. Namun ada angin apa tiba-tiba kamu dandan secantik, ini apa karena nanti malam mau pergi ke acara nya Keenan?"


__ADS_2