
Semakin siang tamu yang datang ke acara pernikahan Erva dengan Anjar semakin banyak saja. Terlebih lagi beberapa Dokter dan rekan kerja Anjar datang bersama-sama dan tentu saja mereka tidak menyangka kalau Anjar bisa menikah secara mendadak seperti ini.
Tidak pernah mendapatkan kabar tentang kedekatan Dokter Anjar dengan seorang perempuan tetapi tiba-tiba Dokter Anjar mengirimkan undangan pernikahan dan tentu saja itu membuat kaget semua orang yang menerima undangan itu.
Jangankan orang lain yang kenal dengan Dokter Anjar bahkan Erva sendiri tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi di dalam hidupnya saat ini.
Dengan tiba-tiba dan tanpa rencana Dokter Anjar langsung saja meminta dirinya untuk menikah dengan laki-laki itu yang tentu saja baik keluarga Erva maupun Anjar tidak ada persiapan sama sekali bahkan acara itu semuanya dadakan, tetapi Anjar dengan sempurna mewujudkan seperti yang Erva inginkan.
"Kak Adel...."
"Erva, cantik sekali.. lama kita tidak bertemu ya."
Seperti halnya dengan rekan kerja dari Dokter Anjar, Dokter Vikky datang beserta istrinya juga siang ini dan tentu saja atas undangan dari Dokter Anjar yang mengenal betul siapa Dokter Vikky.
"Iya kak, sepertinya sudah satu tahun lebih nggak bertemu dengan Kak Adel, tambah cantik...."
"Harus itu Er, kalau aku nggak cantik nanti Mas Vikky bisa berpaling dengan wanita lain.."
"Hahaha iya benar juga ya..."
Setelah bersalaman dan ngobrol kecil dengan Adel,. Erva melirik ke arah Dokter Vicky yang masih berada di samping.
"Terima kasih ya Om atas kedatangannya..."
"Sama-sama tapi jangan panggil Om... Kamu manggil istriku aja Kakak kenapa panggil aku Om, tidak adil."
"Lah kan emang begitu Om, aku dan Kak Adel sudah kenal lama. Lagian umur kita tidak jauh berbeda, tetapi sama Om Vikkky kan_..."
"Jangan diterusin Er, seperti nya Mas Vikky memang tidak ingin terlihat tua dan inginnya terlihat muda terus, dan Mas Vikky iri karena kamu panggil aku dengan sebutan Kakak dan dia kamu panggil Om....."
__ADS_1
Dokter Vicky masih sama, raut wajahnya masih seperti itu dingin .. yah 11 12 dengan Dokter Anjar tentunya.
"Oh ya hati-hati Er, suami kamu dan suami aku sepertinya sama sama-sama dingin dan mereka 11 12 lah, tetapi awas saja nanti malam kalau kamu di hajar habis habisan dan besok tidak bisa berjalan, dan jangan kaget... memang seperti itu kalau laki-laki dingin itu..."
"Adella..."
"Sayank.."
Baik Dokter Anjar maupun Dokter Vicky sama-sama memanggil nama Adel tentu saja Dokter Anjar tidak mau kalau Erva terkontaminasi dengan apa yang diucapkan oleh Adel hingga membuat istrinya nanti malam mengurungkan niatnya untuk malam pertama.
Tentu saja erpan yang mendengar apa yang dikatakan oleh Adel langsung saja merinding. Percaya atau tidak percaya yang nyatanya apa yang dikatakan adanya gaya itu benar karena erpan juga melihat kalau dokter gigi itu dingin sama seperti suaminya dan pastinya adil lah yang sudah lebih berpengalaman tentang ini.
"Eh kenapa? Aan takut ya? Takut kalau Erva nanti malam mengurungkan niatnya untuk malam pertama sama kamu?"
"Jangan racuni istriku macam-macam dan lebih baik kamu segera turun saja daripada di sini nanti membuat istriku tidak nyaman."
"Takut dia...... Santai saja Er meskipun mereka laki-laki dingin yang ganas tetapi nanti kamu juga bakal ketagihan, yuk Mas turun..."
Setelah mengucapkan selamat dan ngobrol sebentar, Adel mengajak suaminya untuk turun ke bawah dan tentunya ia sudah puas untuk berbicara yang tidak tidak kepada Erva yang nantinya akan membuat Dokter Anjar semakin cemas saja.
"Jangan dengerin ucapan Adel, dia sejak menikah memang barbar seperti itu..."
"Aku tidak mendengarkan, tetapi malah mengingatnya... apa Mas seperti itu?"
"Seperti itu bagaimana? Dan kalaupun Mas ganas di ranjang, yang pasti akan membuat kamu keenakan. Dan kamu tidak usah takut, buktinya Adel anaknya malahan banyak dan dia masih hidup sampai sekarang dengan keganasan suaminya..."
"Mas mulutnya!!?"
"Habisnya setelah mendengar cerita dari Adel wajah kamu jadi pucat seperti itu, Aku kan takut.."
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak pucat, habisnya tadi ceritanya seperti itu menakutkan. Eh tapi sepertinya Mas kenal betul dengan kak Adel."
"Mana mungkin aku tidak kenal, Adel itu temen SMA aku dan juga teman kuliah meskipun kita tidak satu jurusan tetapi aku mengenalnya apalagi dia adalah istri dari Dokter Vikky dan tentu saja Dokter itu adalah senior aku."
"Apa jangan-jangan masih lu ke dulu menyukai kak Adel? sehingga tidak menikah sampai sekarang."
"Ngawur saja kamu!! Aku bahkan tidak tertarik sekali sama Adel meskipun kata teman-temanku Adel itu cantik. Tetapi entah mengapa aku lihatnya ya biasa saja tidak ada yang istimewa, lagi pula sejak SMA Dokter Vikky sudah mengalerjarnya bahkan mereka menikah waktu Adel kelas 2 SMA."
"Tidak tertarik, yang benar saja? Apa mata Mas buta kali.."
"Bibir kamu dek, mau aku bungkam sekarang?"
"Eh jangan dong nanti malam saja , malu kan diliatin oleh tamu-tamu.."
"Makanya kalau tidak mau tuh bibit dikondisikan jangan asal ngucap saja aku ini suami kamu loh bisa kualat kamu nantinya..."
"Astaga maaf Mas aku lupa kalau aku sudah menikah hehehe"
"Awas aja kalau kamu sampai lupa kalau sudah mempunyai suami tidak akan aku biarkan kamu keluar kamar nantinya.."
"Hah?"
Erva tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya. Terkadang ia masih tidak menyangka apakah hari ini ia mimpi telah bersanding dengan Dokter Anjar laki-laki dingin yang entah mengapa Erva sendiri bisa jatuh cinta dengan laki-laki itu.
Dan tentu saja memang tidak bisa dibandingkan atau jangan pernah membandingkan antara Dokter Anjar dengan dokter kenal mereka berbeda tetapi Dokter Anjar mempunyai cara tersendiri untuk bisa membuat Erva jatuh cinta meskipun tidak setiap hari laki-laki itu menyatakan cintanya bahkan kemarin saja pas ngajakin nikah, mereka tidak ada kata I love you atau Aku sayang kamu yang pastinya hanya ucapan dari bibirnya saja yang serius yang membuat Erva yakin untuk melangkah hidup bersama dengan laki-laki itu.
Yang pastinya entah dengan siapa Erva menikah dulunya memang ia mempunyai keinginan untuk mendekorasi diri ruangan pernikahan dan juga pengantin yang akan ia kenakan.
Dan dengan Dokter Anjar lah jodoh Erva saat ini yang pastinya laki-laki itu meskipun dingin tetapi ia sanat perhatian walaupun perhatiannya tidak bisa terlihat oleh siapapun itu juga hanya Erva yang bisa merasakan perhatian dan kasih sayang tulus dari Dokter Anjar.
__ADS_1