
"Kakak bahagia....", ucap Keenan di sela sela mendekap tubuh Erva.
Yah, malam ini adalah malam di mana Keenan resmi melamar Erva dan satu bulan lagi sudah ditetapkan sebagai pernikahan mereka.
Tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana perasaan Keenan dan Erva, keduanya sama sama bahagia dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
"Aku juga bahagia Kak...."
Erva melepaskan dekapan Keenan, ia kemudian menyandarkan kepala nya di pundak Keenan, nyaman dan sangat nyaman..
"Terimakasih sayank....kamu sudah membuat hari hariku berwarna...."
Cup
Satu ciuman mesra mendarat di kening Erva, tidak berani lebih...karena mereka saat ini berada di taman samping rumah Erva
__ADS_1
Setelah acara pertunangan yang hanya dihadiri oleh keluarga saja, Keenan membawa Erva ke samping rumah, tujuan hanya satu... menghabiskan malam ini hanya berdua saja, karena besok pagi Keenan harus berangkat ke Jerman.
"Besok pagi Kakak berangkat ke Jerman...."
Terdengar helaan nafas dari Keenan, tega tidak tega ia harus pergi ke sana untuk mengemban tugas. Kalau boleh memilih, jujur...ia tidak ingin berangkat ke sana, atau...pergi ke sana tetapi dengan Erva, namun sayang sekali... Erva besok ujian kenaikan kelas, jadi tidak bisa diajak.
Sulit sekali bagi Keenan untuk kembali menginjakkan kakinya di negara itu, negara yang menjadi saksi di mana ia melihat peselingkuhan tunangan nya dengan laki laki lain, dan di sanalah....Keenan memutuskan hubungan dengan Amira, wanita cantik...cinta pertama Keenan.
Tetapi, Jerman itu luas...tidak mungkin ia akan kembali bertemu dengan Amira lagi.
Semoga tidak bertemu, batin Keenan.
"Apa tidak bisa diundur?? minimal satu hari saja...."
Entahlah, ada rasa rasa yang bagaimana yang ada di dalam hati Erva, ia sendiri tidak tau.... tetapi...hatinya tiba tiba merasa tidak enak dan ada perasaan yang tidak rela Keenan pergi besok pagi.
__ADS_1
"Tidak bisa sayank, bukan wewenang Kakak...karena kakak hanya menjalankan tugas saja. Kamu tau sendiri kan, kalau Kakak hanya karyawan di sana dan bukan pemilik Rumah Sakit itu...."
Keenan berusaha menjelaskan tentang kepergian nya, meskipun begitu ia sangat tau kalau calon istri kecilnya itu terlihat tidak rela dengan kepergian nya besok.
"Kenapa kakak tidak beli rumah sakit saja??"
Keenan tersenyum, ia kembali menarik tubuh Erva ke dalam pelukannya.
"Bukan depan, kalau kita sudah menikah...Kakak akan bangun rumah sakit dan itu hadiah pernikahan untuk kamu....."
Erva menggeleng pelan, seakan ia tidak percaya dengan ucapan Keenan, mana ada seperti itu ...mau percaya saja rasanya tidak mungkin.
"Tidak percaya??", Erva mengangguk.
Mana mungkin Erva akan percaya begitu saja, apalagi ia dan Keenan baru saja kenal, meskipun sudah sama sama saling jatuh cinta.
__ADS_1
"Itu keinginan Kakak, Kakak mau rumah sakit itu hadiah untuk kamu sayank......"
Tidak dapat berkata-kata lagi, Erva di buat melayang mendengar ucapan Keenan, bukan nya matre atau hanya mengincar harta saja, tetapi...wanita mana yang tidak mau kalau mendapatkan hadiah pernikahan berupa sebuah Rumah Sakit yang pastinya sangat mewah nanti nya, mengingat Keenan bukan hanya sebagai Dokter terkenal, tetapi...juga terkenal dengan laki laki yang tampan dan kaya raya, yang pasti nya banyak wanita di luaran sana yang berebut mengejar Keenan.