Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Jangan Macam-macam


__ADS_3

Dengan memendam rasa sesak di dalam dada Keenan akhirnya pergi dari kampus Erva, ia tahu kalau Erva hanya pura-pura saja untuk menghindarinya, dan juga Keenan tidak bisa memaksa Erva saat ini, mungkin kalau menculiknya bisa tetapi kalau mengatakan baik-baik itu tidak bisa.


Tidak ada yang dilakukan lagi Keenan di kampus Erva,  laki-laki itu langsung saja masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Padahal niat awalnya tadi setelah bertemu dengan Erva ia akan kembali ke rumah sakit mengecek apakah ada pekerjaan yang perlu diselesaikan, tetapi entahlah kenapa pikirannya saat ini jadi tidak kembali ke rumah sakit dan memilih untuk pulang saja.


Pikiran Keenan saat ini kacau, bukan hanya memikirkan tentang Erva tetapi juga memikirkan perjodohan dengan Kinara.


Dan hanya sebatas pertunangan saja tetapi tidak tahu juga 2 tahun 3 tahun atau 5 tahun lagi mungkin juga mereka akan bertemu dan kembali dijodohkan. Entahlah membayangkan saja Keenan tidak bisa apalagi harus menerima kenyataan nanti.


Tidak berapa lama mobil yang dilanjutkan oleh Keenan sudah sampai di halaman rumahnya. Keenan sudah melihat kedua mobil orang tuanya yang ada di parkiran dan pastinya kedua orang tuanya memutuskan untuk pulang cepat pastinya Kinara sudah memberitahukan kepada orang tuanya dan orang tua Kinara langsung memberitahukan kepada orang tua Keenan.


"Ken, Mami senang sekali akhirnya kamu menerima perjodohan ini."


Mami Arin yang melihat Keenan masuk langsung saja memeluk putra tunggalnya itu, ia sangat senang sekali karena Keenan mau menerima perjodohan dan bertunangan dengan Kinara minggu depan dan pastinya tidak ada yang lebih membahagiakan oleh Mami Arin selain ini, melihat putranya bangkit dari keterpurukan dengan menjalani hidup bersama dengan perempuan yang sudah dipilihkan dan pastinya perempuan itu adalah perempuan yang baik, sudah lulus seleksi dari Mami Arin.


Sudah aku duga pasti gadis abal-abal itu sudah memberitahukan kepada orang tuanya.


Keenan sudah membalas pelukan Maminya dan  langsung saja melepas pelukan itu, kemudian melihat ke arah Mami dan Papinya tentunya mereka berdua paham dengan apa yang ingin ditanyakan oleh Keenan.


"Mami sudah tahu jika kamu sudah memutuskan untuk menerima perjodohan ini dan kamu juga sudah setuju untuk menerima pertunangan kamu dengan Kinara minggu depan, kamu tadi bertemu dengan Kinara kan sayank?"


Ya memang benar jika Kinara sudah memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang Keenan yang mau menerima perjodohan ini dan tentu saja dengan pertemuan tadi dengan Keenan, Kinara juga sudah menyetujuinya dan pastinya Mami Arin menangkap jika putranya memang benar-benar serius dengan Kinara karena Keenan meminta untuk Kinara datang ke sebuah cafe tidak tahu juga jika ternyata putranya itu sudah merencanakan sesuatu.


"Iya Mi, aku tadi bertemu dengan Kinara dan membicarakan tentang pertunangan."

__ADS_1


Padahal yang dibicarakan itu bukan bertunangan tetapi pembatalan pernikahan. Namun tidak mungkin ia mengatakan itu kepada Mami Arin bisa-bisa ia habis nanti di ceramahi 7 hari 7 malam oleh Maminya


"Ya sudah, kamu ke atas mandi setelah itu makan malam dan pastinya untuk acara pertunangan kamu, kamu tidak perlu repot biarkan Mami yang mengurusnya kamu tinggal beres saja."


Keenan mengangguk, ia langsung saja menuju ke kamarnya dan tidak ingin berlama-lama dengan kedua orang tuanya yang nantinya pasti akan membahas tentang pertunangan yang tidak diinginkan oleh Keenan.


Beberapa jam kemudian mata kuliah Erva hari ini sudah selesai dan pastinya seperti yang dikatakan tadi kepada Keenan, Anjar sudah menjemputnya di bawah dan tentu saja akhir-akhir ini suaminya sangat protektif terhadap eryva dan tidak membiarkan istrinya untuk mengemudikan mobilnya sendiri.


"Sudah lama ya Mas?"


Langsung saja masuk ke dalam mobil suaminya karena ia tahu pastinya Anjar tidak mau turun dari mobil, karena kalau Anjar turun maka semua yang di sana pasti heboh melihat wajah Dokter yang masih muda dan juga tampan.


"Baru saja dek, langsung pulang atau mau ke mana dulu?"


"Kalau begitu Ke rumah sakit ya tiba-tiba tadi Aris telepon Kalau 1 jam lagi ada operasi mendadak, maaf ya dek."


Anjar tidak enak kepada istrinya ia yang menawarkan diri untuk menjemput dan menanyakan istrinya mau ke mana setelah ini tetapi tiba-tiba harus menelpon dan mengabarkan kalau ada sesuatu yang penting di rumah sakit dan tentu saja Anjar sebagai Dokter tidak bisa mengabaikan pesan dari Aris begitu saja.


"Tidak apa-apa Mas, risiko memang jadi istri seorang Dokter itu seperti ini."


"Terima kasih, Aku senang banget kamu mau mengerti dengan tugas aku. Nanti makannya di ruangan aku saja ya biar Aris yang pesan."


"Iya Mas ngikutlah pokoknya yang penting aku kenyang. Dan jangan lupa pesankan sama Kak Aris sekalian cemilannya."


Anjar mengangguk, sebelum ia melajukan mobilnya lebih dulu ia mengetikkan pesan kepada Aris dan meminta untuk menyiapkan makanan beserta dengan cemilan seperti yang diinginkan oleh Erva.

__ADS_1


"Mas tadi Dokter Keenan ke sini."


Pelan-pelan Erva mengatakan itu kepada Anjar, ia takut kalau suaminya tiba-tiba oleng dan tidak fokus mengemudikan mobilnya.


"Ke sini nemuin kamu atau ngajakin kamu jalan?"


Memang Anjar tidak terlihat marah atau emosi namun ada sedikit rasa jengkel di dalam hatinya tetapi sebisa mungkin Anjar tidak akan meluapkannya di depan Erva, ia tahu jika istrinya sudah tidak ada rasa dengan Dokter Keenan itu dan ia juga tahu jika Dokter Keenan lah yang menemui istrinya.


"Iya dia ngajakin aku untuk makan siang atau apalah tapi aku dengan cepat menolaknya."


Anjar tersenyum kemudian mengambil tangan Erva lalu menggenggamnya dan juga mencium punggung tangan Erva itu.


Tanpa diminta Erva sudah tahu bagaimana perasaan dan isi hatinya tentunya Erva juga tidak akan berbuat macam-macam dengan Dokter Keenan yang tidak lebih hanya sebagai teman saja.


"Mas tidak marah kan, aku sudah menolaknya loh lagi pula aku juga tidak mau pergi dengan dia kalaupun terpaksa harus ada Mas juga."


"Mana mungkin aku tidak marah dek, pastinya aku cemburu terlebih lagi kenapa Keenan tidak bisa melupakan kamu yang jelas kamu sudah mencintai aku dan kita sudah menikah apalagi yang mau diharapkan sama kamu?"


"Entahlah Mas, aku juga tidak tahu padahal aku sudah berusaha menghindar tetapi mengapa dia masih saja mengejarku, apa memang aku terlalu mempesona ya Mas sehingga dia sulit melupakanku."


Anjar langsung saja menghentikan mobilnya, ia membuka sabuk pengamannya kemudian mendekati istrinya yang membuat Erva jadi kalang kabut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya saat ini terlebih lagi mereka masih berada di pinggir jalan, masih di tempat umum bukan di tempat pribadi atau hotel.


"Mau ngapain Mas, jangan macam-macam CCTV di sini banyak."


Tentu saja Anjar tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Erva, ia malah semakin mendekatkan diri dari istrinya itu yang tentu saja saking gemesnya terhadap Erva yang kalau ngomong tidak pernah dipikir dulu.

__ADS_1


__ADS_2