
"Mau tanya apa??? kalau bisa aku akan jawab, kalau enggak bisa aku nyari di Mbah Gugel saja."
Sama seperti Anjar, Erva juga gemes lantaran sedari tadi laki laki yang disampingnya tidak membuka mulutnya, katanya mau bertanya tetapi... kenyataan nya....
Anjar menoleh, menatap mata dan juga wajah cantik Erva, lagi lagi...apa pertanyaan nya pantas di ucapkan?? takut takut kalau menyinggung perasaan Erva nantinya.
"Kamu masih mencintai nya??", pertanyaan itu lolos dari mulut Anjar, sudah ia pertimbangkan.... daripada memendam dan akhirnya hanya membuat luka, mendingan di ucapkan saja.
Masih dengan menatap wajah cantik Erva, Anjar menunggu jawaban Erva dengan perasaan yang entah.
Erva menggeleng yakin, "Aku sudah tidak mencintai nya, bukannya sampah harus dibuang ditempatnya....dan pantang bagiku untuk mengambil sesuatu yang sudah aku buang lagi....dan juga, tidak mungkin lah aku masih mencintai suami orang, gila apa?? apa tidak ada laki laki lain yang masih single, yang masih pantas dan cocok untuk aku gandeng selain suami orang???"
"Dan...kalau Mas mau tau lagi....aku sebelum dengan Dokter Keenan, aku mempunyai pacar .. terapi...yah ..karena dia selingkuh...aku memutuskan nya...hingga saat ini, dia mencoba untuk menjalin hubungan dengan aku lagi, yah... Meskipun aku tau ..kalau dia sudah berubah jauh lebih baik, Tetapi bagiku.... setiap laki laki sudah berkhianat dan berselingkuh, suatu saat pasti dia akan melakukan lagi.....", ucap Erva panjang lebar. Ia tidak mau Dokter Anjar berpikiran kalau dirinya masih mencintai suami orang...apalagi dengan perlakuan Dokter Keenan yang datang tadi.
Yess
Didalam hati Dokter Anjar bersorak girang, mungkin saja kalau tidak ada Erva, ia sudah meloncat dan melompat lebih tinggi lagi, saking senangnya mendengar jawaban Erva.
"Bagus....", ucap Anjar entah dengan arti apa.
"Apa Mas???"
"Oh tidak tidak...memang lebih baik jangan mencintai suami orang, yang masih single kan banyak, aku contoh nya.... tidak kalah ganteng dari Dokter Keenan kan...."
"Eh ...coba ulangi??"
Seperti tidak percaya dengan ucapan Anjar barusan, mengingat bagaimana Anjar selama ini, sikap dan perlakuan nya dengan wanita lain.
Anjar gelagapan, ia bingung harus menjawab apa, apalagi mengulang ucapan nya. Sebagai laki laki yang dingin, ia tidak mungkin mengulang lagi apa yang sudah keluar dari mulut nya.
"Sudah waktu nya kamu minum obat dan istirahat, angin nya kencang juga...."
Anjar melihat ke arah jam yang melingkar ditangan nya, laki laki itu mencoba mengalihkan perhatian nya, untuk tidak menjawab apa yang ditanyakan lagi oleh Erva.
__ADS_1
Tidak bisa membantah, ingin protes karena pertanyaan nya tidak dijawab, Erva hanya diam saja. Apalagi kini Anjar sudah mendorong kursi roda dan membawanya masuk.
Tidak ada percakapan selama perjalanan dari taman menuju ke ruang perawatan Erva , ke-dua nya sama sama saling terdiam hingga sudah masuk ke dalam kamar.
"Makasih Mas....padahal aku bisa sendiri loh!!"
Tidak memperdulikan ucapan Erva, Anjar dengan telaten menggendong Erva dan membawanya ke atas ranjang, dengan kedua pasang mata yang saling bertemu pandang, hingga akhirnya Erva memalingkan wajah karena malu berada sangat dekat dengan laki laki itu.
Kamu harus membayar nya Erva, karena ini tidak geratis.
Laki laki itu juga mengambil obat dan meminta Erva untuk meminum nya.
"Sekali lagi terimakasih ya Mas ..aku banyak merepotkan Mas."
"Tidak masalah, jangan sungkan sungkan untuk meminta bantuan.", jawab Anjar dengan tersenyum.
"Pasti lah. Oh ya... kapan kapan bantu aku lagi ya Mas,..."
Belum mengatakan, Anjar sudah bisa menebak apa yang ingin diucapkan Erva.
"Iya, bantu aku untuk berpura pura seperti tadi lagi ya Mas??", pinta Erva memohon, dengan ekspresi wajahnya yang imut membuat Anjar gemas seketika.
"Jangankan pura pura, beneran saja aku mau dek."
Ucap Anjar dengan mengusap lembut rambut Erva kemudian meninggalkan Erva begitu saja.
"Mas ... Dokter Anjar.. maksud nya???", teriak Erva
Belum mendapatkan penjelasan, laki laki itu sudah pergi begitu saja.
"Istirahat dek, mau pulang besok apa tidak???"
Jawab Anjar yang mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, ia menoleh ke belakang sebentar dan tersenyum manis pada Erva.
__ADS_1
...****...
Ditempat lain, Keenan memukul meja kerja nya. Setelah dari Rumah sakit tempat Erva di rawat, laki laki tua langsung kembali lagi ke Kusuma Hospital.
Bukan karena ada pasien yang harus di tangani nya, tetapi ia ingin menenangkan diri sejenak.
Tidak juga ingin pulang ke rumah, karena sama Sajam Di sana ia juga di ceramahi habis habisan oleh Papah dan Mamah nya.
"Brengseekkk!!!"
Pyarrr...
Keenan melempar semua barang barang yang ada di atas meja kerja nya, kecewa...marah...sedih dan menyesal yang ia rasakan saat ini.
"Maafkan aku Er.... seharusnya.. aku tidak menyakiti kamu dan memilih dia, seharusnya...aku bersama dengan kamu yang begitu tulus mencintai ku. Tetapi..apa yang aku lakukan, aku malahan meninggalkan kamu dan lebih memilih dia ..maafkan aku ...dan aku janji akan membuat kamu bahagia lagi, aku tau kalau kamu masih mencintai ku....."
Penyesalan memang selalu datang terlambat, setelah semua nya berakhir... Keenan baru menyadari betapa bodohnya dirinya, betapa menyesalnya diirinya telah meninggalkan Erva.
Tetapi, semua itu apa bisa kembali lagi???
Apalagi dengan pemikiran Erva yang jauh lebih dewasa saat ini, tidak mungkin akan menerima Keenan kembali setelah apa yang pernah di lakukan.
"Aku harus menghubungi Dimas, yah...hanya Dimas yang bisa membantuku."
Sebelum menghubungi Dimas, Keenan terlebih dulu menghubungi seseorang untuk mencari tau tentang Erva dan Dokter Anjar. Apakah benar diantara keduanya ada hubungan yang spesial?? atau hanya pura pura saja dengan tujuan untuk membuat nya panas.
"Cari informasi tentang Dokter Anjar Indriawan...dan juga cari tau tentang Erva. Aku juga mau nomer ponsel Erva, secepat nya aku tunggu kabar"
Klik
Setelah menelpon seseorang, Keenan langsung menghubungi Dimas dan meminta untuk bertemu sekarang, Dimas... laki laki yang dulu adalah asisten nya, sekaligus juga sahabat baiknya.
Keenan tau kalau Dimas sudah berada di Jakarta, dan mempunyai bisnis di kota ini, dan saat ini... hanyalah Dimas yang bisa membantu nya untuk mendapatkan Erva kembali.
__ADS_1