Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Ingat Pesan Aku


__ADS_3

"Kau!!"


Mendengar ucapan Kinara, tangan Keenan langsung menunjuk ke arah gadis itu tentu saja ia tidak suka jika ada yang macam-macam dengan dirinya apalagi itu adalah gadis ABG yang tentu umurnya dengan dirinya terpaut jauh.


Padahal dulunya Dokter Keenan adalah laki-laki yang penyayang sabar dan tidak suka membentak seorang perempuan tetapi entahlah sejak dulu kejadian putus dengan Erva dan juga sejak Erva menikah dengan laki-laki lain sikap Keenan berubah, bahkan laki-laki itu sering emosi dan tidak memandang apakah lawannya itu perempuan atau laki-laki.


"Apa? tidak terima? Om tidak terima aku katakan seperti itu berarti benar dong karena Om oleng atau bahkan sudah gila karena memikirkan sang mantan?"


"Salah Om sendiri, ngapain lagi masih memikirkan sang mantan dan tentu saja, dengan mantan Om yang menikah dengan laki-laki lain seharusnya Om itu intropeksi diri, apa saja kesalahan yang Om berikan kepada dia sehingga dia tidak mau balikan lagi sama Om bahkan menikah dengan laki-laki lain." ucap Kinara lagi, rupanya ia belum puas untuk sekedar membuat hati Dokter Keenan sakit hati.


"Anak kecil tahu apa? Sebaiknya kamu diam!!"


Sedikit tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Kinara meskipun kenyataan yang tentu benar tetapi Dokter Keenan tdak mau mengaku jujur kalau dirinya harus intropeksi diri dan banyak sekali kesalahan yang ia lakukan kepada Erva, hingga Erva akhirnya tidak mau balikan dan memilih menikah dengan laki-laki lain.


"Aku memang anak kecil tetapi untuk masalah ini aku tau,  bahkan orang dewasa eh salah orang tua seperti Om juga tidak memahami. Wajar kalau mantan pacar Om itu meninggalkan Om, dan untuk apa dikejar lagi, bukannya dia sudah menikah?"


"Jelas aku masih mengejarnya karena aku masih mencintai dia dan dia juga masih mencintaiku."


Sepertinya antara Dokter Keenan dan juga Kinara tidak ada yang yang mengalah, mereka berdua bahkan saling melemparkan sesuatu sehingga membuat dirinya masing-masing menang.


"Oh ya apa buktinya kalau mantan Om itu masih mencintai om? kalau dia masih mencintai Om, ya pastinya lah dia juga mau untuk balikan sama Om dan tidak menikah dengan laki-laki lain."


Ucapan dari Kinara membuat dada Keenan serasa sakit ia bahkan seperti ditusuk-tusuk ribuan pisau yang menembus sampai ke tulang belakangnya, entahlah apa yang diucapkan Kinara itu membuat Keenan berpikir jauh ke arah sana. Apakah benar jika Erva sudah tidak mencintainya lagi dan Erva sudah mencintai Dokter Anjar?


"Aku tidak percaya, Erva itu gadis yang baik, dia setia bahkan rasa cintanya sangat besar terhadapku bisa saja suaminya itu menggunakan guna-guna atau memeletnya hingga Erva bisa jatuh ke pelukannya tetapi aku yakin kalau Erva tidak mungkin jatuh cinta kepada suaminya."

__ADS_1


"Hahaha."


Kinara tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter Keenan, bisa-bisanya laki-laki sepintar dan di zaman modern ini masih saja percaya dengan hal-hal begituan, apakah ada? apakah benar?


"Hai anak kecil ngapain kamu menertawaiku seperti itu!!"


"Om habisnya lucu banget. Dan ia, aku memang anak kecil tetapi Om malah lebih kecil lagi, bagaimana bisa otak Om berpikir ke arah sana, Om itu pintar cerdas dan juga berpendidikan tinggi mengapa masih berpikir ke hal-hal yang negatif seperti itu."


"Sialan!!!"


Keduanya terdiam sesaat dan tentunya dengan pikiran mereka masing-masing yang entah apa saja yang ada di benaknya Dokter Keenan maupun Kinara saat ini.


"Kamu tidak tahu bagaimana liciknya dia hingga menjerat tunanganku sampai mau menikah dengan dia?"


"Licik? Licikan mana sama Om? Sudah tahu kalau dia sudah menikah dan mempunyai suami masih saja kau mengejarnya apa itu namanya tidak licik?"


Memang benar apa yang dikatakan oleh Kinara itu benar kalau Keenan lah  yang licik, sudah tahu Erva menikah dengan Anjar tetapi ia masih saja ingin merebut Erva dan membawa kabur Erva untuk dinikahi nya juga.


"Kalau aku jadi mantan pacar Om pastinya aku lebih memilih laki-laki lain daripada memilih Om tentu saja meskipun tidak ada rasa cinta tetapi melihat kelakuan Om dulunya yang suka berselingkuh dan balikan dengan mantan, itu sudah membuat rasa sakit di dalam hati dan pastinya aku lebih memilih laki-laki lain yang jelas-jelas lebih mencintaiku daripada memilih Om."


Sebuah tamparan besar yang Keenan dapat. Tentu saja ini bukan pertama kalinya ia mendengar seperti ini tetapi sudah beberapa orang yang mengatakan seperti itu kalau dalam hal ini Keenan salah. Dan mungkin saja kalau Kinara berani akan mengatakan kalau dirinya mendapatkan karma atas perbuah tanya dulu.


"Dan itu artinya adalah karma buat om, tentu saja Om harus memperbaikinya supaya ada perempuan yang nantinya akan jatuh cinta dengan om."


Nah benarkan Kinara juga mengatakan kalau ini adalah karma untuk Keenan dan tentunya Keenan hanya diam saja. Mungkin memikirkan tentang penyesalan dirinya atau memikirkan tentang kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya selama ini kepada Erva atau malahan memikirkan tentang rencana buruk yang akan ia jalankan untuk menculik Erva.

__ADS_1


"Berisik!! diam kamu, anak kecil tahu apa tentang semuanya ini!!"


Keenan merasa risih dengan apa yang dikatakan oleh Kinara meskipun itu benar, tetapi ia menyangkal jika semua yang dilakukan selama ini itu adalah karma bagi dirinya.


"Santai saja Om, tanpa Om minta aku diam, aku pun akan diam."


Ya rupanya menghadapi Kinara, Keenan harus bernapas panjang karena gadis ABG di depannya ini tidak mudah menyerah bahkan ia juga keras kepala.


"Dan ngapain kamu ada sini ? bukannya kamu sudah aku minta untuk membatalkan perjodohan? Kenapa juga masih berada di sini?"


Sepertinya Keenan salah paham tentang kedatangan Kinara ke sini . Bukan semata-mata karena keinginan Kinara tetapi karena keinginan Mamah Nita dan itupun dengan terpaksa Kinara untuk datang ke sini.


"Aku sebenarnya tidak sudi datang ke sini dan Om juga tidak usah khawatir, aku sudah menolak perjodohan itu, lagi pula aku juga tidak mau kalau menikah dengan om-om yang sombong, nyebelin . Dan asal Om tau saja, aku sudah mempunyai pacar dan tentunya pacar aku lebih baik daripada Om , dan tidak tukang selingkuh seperti Om!!"


Keenan melototkan matanya tajam, entah mengapa ucapan dari Kinara membuat hatinya tertusuk apalagi Kinara mengatakan tentang perselingkuhan dan itu berarti harus membuka luka lamanya lagi yang telah menyakiti hati hingga berujung penolakan untuk balikan lagi dengan Erva.


"Ya sudah sana pergi. Ngapain kamu ada di sini, nanti pacar kamu marah."


"Tentu saja, sebentar lagi aku juga akan pergi aku juga tidak mau berlama-lama di sini."


Kinara mengambil tasnya kemudian ia bergegas untuk keluar dari ruangan saat ini.


Tetapi gadis cantik itu menghentikan langkahnya kemudian kembali untuk menghampiri Keenan yang masih berada di atas tempat tidur.


"Oh ya Om, ada satu tips buat Om. Kalau Om mau mendapatkan jodoh, sebaiknya buang itu sifat jelek Om yang suka marah-marah dan sikap sombong om. Kalau Om seperti itu terus nanti tidak ada perempuan yang mau sama Om dan satu lagi ingat pesan aku kemarin!"

__ADS_1


Lagi lagi Kinara mengatakan seperti itu, entah apa dan bagaimana pergaulan Kinara diluar sana yang jelas itu membuat Keenan menggelengkan kepalanya tentu saja ia ingat betul apa yang diucapkan oleh Kinara kemarin dan juga Keenan tidak menyangka kalau gadis seusai Kinara bisa berpikir ke arah sana.


__ADS_2