
"Tapi Keen??"
Bukan nya tidak mau, tetapi masalah nya Mamah Mita baru meninggal kemarin, apa pantas Amira langsung meninggalkan kota ini??
"Aku tau apa yang kamu pikirkan, aku juga sama. Tetapi, bukan kah mendoakan Mamah itu tidak harus secara langsung menuju ke tempat pemakaman nya kan? kita bisa mendoakan Mamah di mana pun kita berada, tolong Ra?? kamu mau kan??"
Amira terdiam, ia sebenernya berat juga untuk meninggalkan kota ini, tetapi...kalau ia tidak pergi ...laki laki itu akan datang kembali dan melakukan sesuatu yang buruk lagi., bahkan akan memaksanya menikah.
Yah, Amira menyimpan sebuah rahasia masa lalu nya yang tidak mungkin ia beritahukan kepada Keenan, karena ia ingin melupakan nya.
Dan juga, i yang masih sangat mencintai Keenan, tidak ingin kehilangan laki laki yang sebaik Keenan.
Lama memikirkan, Amira belum juga mengambil keputusan. Yang jadi kendala hanya satu, makam Mamah nya yang mungkin tidak bisa di kunjungi nya setiap saat.
"Aku mengerti....kita bisa ke sini satu bulan sekali...dan aku akan meminta orang untuk merawat makam Mamah...."
Melihat Amira gelisah, Keenan langsung saja menghampiri dan memeluk wanita itu dari belakang, yang membuat Amira menoleh menatap wajah Keenan yang sengaja di tempelkan di pundak.
"Aku mohon Ra? kamu tau kan aku mencintaimu?? dan kamu juga tau kan kalau aku harus menyelesaikan urusan aku di Jakarta??"
Memang Keenan sudah mengatakannya semua nya, kalau ia akan membawa Amira ke Jakarta, dan menikahi nya. Tentu saja setelah urusan Keenan dan Erva selesai.
"Mau ya??? aku tidak mungkin meninggalkan kamu di sini... Kamu mencintai aku kan Ra?? dan mau menjadi istri ku??"
Belum mendapatkan jawaban dari Amira, Keenan langsung saja membalikkannya tubuh Amira. Ia Kemudian mengangkat dagu Amira dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Amira.
Cup
Keenan mencium bibir ranum yang seleksi menghisap, tidak berhenti sampai disitu saja, Keenan juga mema_gutnya, memberikan sensasi setiap hisa_pan dan gigitan kecil, yang membuat Amira terbuai dan membalas apa yang di berikan oleh Keenan.
Merasa ada sesuatu yang sesak dibawah sana, Keenan melepas pagu_tan bibir nya, kemudian menempelkan kening nya dengan kening Amira.
"Aku mau, tetapi bagaimana dengan kedua orang tua kamu??"
__ADS_1
Tanya Amira yang mendadak ragu. Alasan nya buka sang tunangan Keenan lagi, tetapi sekarang orang tua Keenan. Dimana, dulu pernah ia sakiti dan lukai hatinya.
Jemari Keenan menghapus bibir Amira, ia pun tersenyum. "Aku yang akan bicara dengan Mami dan Papi, mereka pasti akan mengerti."
"Baiklah aku mau, tetapi...."
Masih ada satu lagi yang mengganjal di pikiran Amira, yah tempat tinggal. Karena rumah di Jakarta sudah dijual, dan ia tidak mempunyai siapa siapa lagi di sana.
"Tempat tinggal??", Amira mengangguk...
Seperti nya memang Keenan adalah laki laki yang sangat peka, belum mengatakan saja dia sudah tau apa yang ingin di sampaikan.
"Untuk sementara kamu bisa tinggal di apartemen aku, tidak masalah kan?? nanti aku akan setiap hari ke sana , lagipula... apartemen aku dekat dengan rumah sakit."
Tidak ada alasan lagi, yang nyatanya Keenan sudah menjawab semua kegundahan hati Amira, hingga akhirnya Amira bersedia untuk pulang malam ini.
...***...
Terikat Dimas yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keenan, yang benar saja....ini sudah hampir pukul satu siang, dan Keenan baru mengabari nya untuk pulang nanti malam.
"Lebih gila lagi kalau gue enggak pulang!!!"
Keenan masih menyangkal, padahal ini semua Karana kesalahan nya sendiri. Tetapi, laki laki itu tidak mau terlihat kalau ia yang salah.
"Baru sadar?? kemarin ke mana??"
Dimas berusaha untuk menyadarkan Keenan, memang tidak berhasil.... tetapi setidaknya Keenan pulang tepat waktu terlebih dahulu, tetapi.. apa tidak di gubris salam sekali oleh Keenan, dengan alasan menemani Amira yang sedang berduka...
Dan saat ini, Dimas lah yang dibuat pusing sendiri. Apa ada tiket yang dibeli secara mendadak dengan penerbanga suka suka Keenan??
"Aku tidak ingin berdebat, kepalaku sudah cukup pusing...kamu cari saja tiket nya dulu, jika tidak dapat..aku yang akan hubungi Papi, untuk mengirimkan pesawat pribadi nya ...."
"What?? gila!! sumpah Lo!!"
__ADS_1
Dimas menggelengkan kepalanya, ini adalah pekerjaan yang paling sulit selama ia menjadi asisten Keenan. Apalagi ikut pura pura berbohong demi menutupi aib Keenan saat ini.
"Terserah apa kata Lo, yang penting malam ini kita harus balik ke Jakarta....gue tidak mau Erva yang ke sini..."
"Kenapa?? Lo tau kepergok???"
"Bukan begitu, gue tidak ingin Amira sakit hati karena merasa merebut tunangan seseorang, dan gue tidak mau Erva nantinya melukai hati Amira....dengan menuduh Amira yang bukan bukan, dan gue......"
"Brengseekkk Lo memang!! Lo rusak mau Amira sakit hati, tetapi. ..Lo sendiri sudah menyakiti hati Erva, dan memang kenyataannya seperti itu kan, secara tidak langsung Amira sudah merebut Lo dari Erva ..kenapa mesti takut lagi....."
Keenan diam . Ucapan Dimas memang sangat dan sangatlah benar. Tetapi entahlah....hati kecil Keenan tidak ingin menyakitinya Amira lagi, Apalagi keadaan nya seperti ini.
"Sudahlah...gue memang brengseekkk. Dan gue salah karena terlalu cepat untuk mengambil keputusan menjalin hubungan dengan Erva , bahkan akan menikahinya. Seharusnya.... gue cari tau dulu mengapa Amira bisa melakukan perbuatan itu dan meninggalkan gue ...."
"Dasar laki laki brengseekk Lo!! gue harap Lo tidak akan menyesal dengan keputusan yang Lo buat....dan perlu Lo ingat, kalau karma itu pasti ada!!!"
Entah lah, sebenarnya Dimas tidak ingin menyumpahi Keenan, tetapi....ia jengkel dengan laki laki brengseekkk seperti Keenan, yang memang kenyataannya tidak seperti yang orang orang lihat, tampan di luar bukan berarti hatinya juga sama.
Karena kesal dan juga ada tugas penting, Dimas akhirnya meninggalkan Keenan untuk mencari tiket kepulangan nya ke Jakarta.
Sedangkan Keenan, ia meratapi diirinya sendiri... dengan menghisap rokok dan segelas minuman alkohol untuk menenangkan pikiran nya.
"Semoga apa yang aku putuskan benar...dan maafkan aku Er....."
Keenan mematikan rokoknya, ia kemudian masuk ke dalam kamar lalu mengemasi pakaian nya. Yakin sekali ia akan memutuskan Erva dan menikahi Amira. Dan ia juga mantap untuk meninggalkan Jakarta.
Tidak ada yang perlu di ragukan lagi, ia mencintai Amira dan Amira juga mencintai nya. Dan tidak salah jika Keenan lebih memilih Amira, Karana Amira adalah cinta pertama nya.
.
Sedangkan Erva, entahlah...tidak tau lagi eksperi nya seperti apa setelah membaca pesan dari Keenan kalau besok pagi sudah sampai di Jakarta.
Bingung, antara senang tetapi juga sedih....Erva bahkan seperti sudah mendapatkan firasat kalau hubungan nya dengan Keenan akan berakhir besok pagi dan ia akan mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa dari Keenan.
__ADS_1