Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Pertama Kalinya


__ADS_3

Pagi menyapa, begitu juga dengan Erva yang lelah karena tidur semalaman langsung membuka matanya. Gadis itu terkejut, manakala ia melihat seseorang ada di sampingnya dan memegang tangan nya.


"Aaaaaaaa.....", teriak Erva dengan melepaskan tangan nya, manakala ia sadar ada seorang laki laki dengan jas putih di samping nya, dan tangan yang menggenggam tangan nya.


Mendengar teriakan Erva, Anjar yang kaget langsung bangun....Laki laki itu juga tanpa sadar tertidur dan parahnya tangannya dengan leluasa menggenggam tangan Erva.


"Berisik!!!".


Sembari mengucek mata, Anjar bangun dan melihat jam yang ada di tangan nya, di mana memang sudah menunjukkan pukul 5 pagi.


Dan yang paling membuat nya kaget, ternyata di dalam ruangan Erva itu tidak hanya ada Mona saja, tetapi...ada kedua orang tua Erva juga.


"Sayank kenapa?? ada yang sakit??"


Mendengar teriakan Erva, Mamah Hana menghampiri putrinya, dengan matanya sesekali melihat ke arah Anjar, memastikan kalau laki laki tampan di samping nya adalah putra dari teman baiknya.


"Tidak ada Mah, kaget saja mengapa dia ada di sini.", jawab Erva dengan menunjuk ke arah Anjar yang masih berdiri di dekat nya dengan wajah yang tidak bersalah sedikitpun.


Mamah Hana tersenyum ke arah Anjar, meskipun ia juga penasaran kenapa semalam ada dia disini, dan juga ada hubungan apa antara Anjar dan putrinya itu.


"Dokter....."


Mamah Hana tidak tau siapa nama Dokter Anjar, yang hanya memanggil dengan sebutan Dokter saja, tanpa bermaksud mengurangi kadar kesopanan beliau..


"Anjar Indriawan....", ucap Anjar kemudian, dengan tangannya memegang tangan Mamah Hana, Salim dan juga memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Dokter Anjar Indriawan???", ulang Mamah Hana lagi yang tidak percaya dengan apa yang di katakan Anjar barusan.


"Iya Tante, eh ..maaf ....Buk...ada apa??"


"Tante saja boleh ....em...Tante jadi ingat dengan seseorang, teman Tante dan Papahnya Erva...apa kamu putra dari Indrawan dan Risa??"


Tidak ingin terlalu lama penasaran nya, Mamah Hana menanyakan langsung kepada Anjar. Ia yakin sekali, dari wajah nya yang mirip dan juga nama belakang nya, Mamah Hana yakin seratus persen kalau Anjar adalah putra dari teman baiknya.


"Iya Tante...Tante kenal??"


Bukan hanya Mamah Hana yang tersenyum lega, tetapi... Papah Bram yang mendengar nya juga sama, beliau berdiri lalu menghampiri istrinya yang saat ini masih asik berbincang dengan Anjar.


"Bukan kenal lagi, Papah kamu teman baik Om...dan Mamah kamu itu juga teman arisan Mamah nya Erva...."


Hah?? dunia sempit rupanya???


Gadis itu hanya menjadi pengamat saja, ia bahkan kesal karena kedua orang tuanya malahan asik berbincang dengan Dokter Anjar, bukan dengan diirnya. Menanyakan keadaan nya bagaimana, atau gimana???


Terlihat jelas Papah Bram asik dan nyambung ngobrol dengan Anjar, yang membuat Erva tersisihkan.


"Kapan kamu balik?? setau Om ... kamu tinggal di Jepang???"


Yah, sebelum Papahnya Anjar meninggal, Papah Bram sudah tau tentang Anjar yang lebih memilih untuk bekerja di Jepang, menjadi Dokter di sana di bandingkan dengan di Indonesia.


"Satu tahun yang lalu Om,.."

__ADS_1


"Paksaan Mamah kamu??", Anjar mengangguk.


Papah Bram tersenyum, laki laki yang sudah tidak muda lagi itu tau persis bagaimana sifat Anjar, dan juga Mamahnya.


"Sudah punya pacar??"


Entah apa yang membuat Papah Bram bertanya seperti itu, apa mungkin Anjar akan di jodohkan dengan Erva.


"Belum Om...."


"Belum??? laki laki tampan, mapan dan juga kaya raya seperti kamu belum punya pacar??? om tidak percaya...."


Bohong kalau Papah Bram tidak tau menau tentang Anjar, laki laki yang dingin dan tidak suka berdekatan dengan perempuan, tetapi anehnya.... dengan Erva...kenapa bisa seperti itu semalam...


"Aku tidak buru buru Om, lagi mencari yang cocok dan sreg saja di hati..."


"Bagaimana dengan putri Om?? cantik kan??"


Papah apa apaan?? aku bukan barang yang ditawarkan..Apalagi dengan laki laki dingin seperti dia...ih...amit amit deh...


Meskipun kedua mata Erva melihat ke arah ponselnya, tetapi...otak dan pikiran nya mengarah pada Anjar, apalagi dengan telinga nya yang berfungsi sangat baik itu.


Tidak mau basa basi, Papah Bram malahan menawarkan Erva...yang memang sengaja dilakukan nya. Karena sebagai seorang laki laki yang masih muda, Papah Bram tau bagaimana rasanya jatuh cinta, Apalagi cinta pada pandangan pertama.


Tidak menjawab , tetapi .. pandangan mata Anjar mengarah pada Erva yang saat ini juga sedang melihat ke arahnya. Dua pasang mata itu saling bertemu, saling mengisaratkan maksud yang entah apa itu, hanya Erva dan Anjar lah yang tau.

__ADS_1


"Aku permisi dulu Om, maaf...masih ada pasien yang harus aku kunjungi..."..


Tidak ingin terlibat jauh dengan perasaan yang tidak menentu, atau belum pasti itu..Anjar memilih untuk pergi saja dari sana, bukan ia mau jadi laki laki pengecut, tetapi....ia sendiri perlu menantabkan hatinya, karena ini adalah pertama kali nya Anjar jatuh cinta.


__ADS_2