Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Mantan dan Calon


__ADS_3

"Kak Erva ya?" ucap Kinara ketika melihat Erva dan menghampiri Erva saat ini.


Tentu saja yang ingin ditemui pertama kali di acara pertunangan nya malam ini adalah Erva sosok yang membuat Kinara penasaran, bukan karena Kinara cemburu mengingat calon tunangannya itu masih menyimpan cinta yang begitu besar dengan Erva tetapi Kinara hanya penasaran saja, siapa sebenarnya Erva itu bagaimana dia sehingga membuat Dokter Keenan cinta mati bahkan sampai ingin bunuh diri gara-gara Erva dan pastinya Kinara ingin tahu lebih lanjut tentang Erva yang juga membuat calon tunangannya itu nekat ingin merebut Erva dari suaminya.


"Eh iya kamu Kinara kan, calon istri dari Dokter Keenan?"


Erva menjawab dengan lembut, memang begitulah watak Erva, bukan sekedar hanya basa-basi ataupun terlihat anggun di depan calon istri dan Dokter Keenan tetapi memang sifatnya Erva seperti itu tidak dibuat-buat dan apa adanya.


Kinara mengangguk, kemudian ia menyambut uluran tangan dari Erva dan memandang wajah Erva dari atas sampai bawah kemudian gadis itu menggelengkan kepalanya memang benar jika dibandingkan dengan dengan Erva, Kinara tidak ada apa-apanya. Tentu saja itu yang membuat Keenan mati-matian mengejar cinta dari Erva meskipun Erva sendiri sudah mempunyai suami


"Kenapa Kin ada yang aneh?"


Tentu saja Erva paham dengan apa yang dilakukan oleh Kinara gadis cantik di depannya itu tertangkap basah sedang melihatnya dari atas ke bawah dan pastinya tanpa bertanya Erva juga paham mengapa Kinara melakukan itu


"Tidak Kak bukan aneh tapi kakak cantik sekali bahkan Aku mengagumi kakak, pantasan saja Om Keenan itu jatuh cinta sama kakak bahkan cinta mati."


Tidak dipungkiri sosok Erva memang begitu sangat sempurna sebagai seorang perempuan Kinara sangat mengagumi dan juga terpesona akan kecantikan Erva yang natural tidak dibuat-buat dan juga tidak memakai make up yang tebal tetapi Erva bisa membawa diri dengan sentuhan lembut dan juga polesan make up seadanya saja dan juga pakaian yang begitu sopan sudah membuat Erva anggun dan terlihat sangat menarik di mata orang lain.


"Kamu bisa aja, dasar Dokter Keenan aja yang gila."

__ADS_1


Tidak mau mengungkit-ungkit tentang kenangan Erva dengan Dokter Keenan di masa lalu, Erva memilih untuk mengajak Kinara duduk sembari menunggu acara itu berlangsung dan juga sebisa mungkin Erva akan mengalihkan pembicaraan jika nanti Kinara membahas tentang masa lalunya dengan Dokter Keenan.


"Eh enggak deh kak,.tapi iya deh Dokter Keenan memang gila bisa-bisanya dia mencari cara dan merencanakan untuk menyetujui pertunangan ini tetapi nanti tidak akan menyetujui pernikahan. Upss.."


Kinara keceplosan, ia padahal sudah berjanji untuk tidak mengatakan rencana ini kepada orang lain meskipun itu kedua orang tuanya sendiri tetapi entah mengapa di depan Erva saat ini Kinara berani ceplas ceplos mengatakan apa yang sebenarnya terjadi


Erva tentu saja tidak kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Kinara ia bahkan sudah tahu apa yang terjadi dan mendengar sendiri dari mulut Keenan tadi pagi.


"Kalian tuh aneh sebenarnya kalian menerima gak sih perjodohan ini?"


"Kalau aku Sih No, mana mungkin aku menerima laki-laki gila seperti Dokter Keenan terlebih lagi Dokter Keenan yang masih mencintai kakak, bagaimana nanti jika kami menikah tetapi masih ada bayang-bayang kakak di dalam hati Dokter Keenan, itu tidak mungkin. Lagi pula aku sudah mempunyai pacar Kak dan tidak mungkin juga aku memutuskan pacar aku karena aku masih aku sangat mencintai pacar aku itu."


Dan sepertinya Kinara juga perempuan baik-baik tidak mungkin Kinara gadis cantik yang lugu dan polos itu sudah tidak perawan pasti itu hanya akal-akalan dari Kinara saja ia mengatakan jika dirinya adalah gadis yang tidak baik-baik.


"Kamu ya masih kecil main cita-cintaan saja, sekolah dulu Kin baru nanti pacaran."


"Ogah, kakak seperti Mama saja, dulu ini juga bilang begitu tidak boleh pacaran sekolah dulu Kinara tidak boleh pacaran tetapi mengapa malah sekarang Aku dijodohkan dikawinkan pula dengan om-om yang gila."


"Hahaha..."

__ADS_1


Lagi lagi Erva tertawa, gadis yang di depannya itu sangat lucu dan membuatnya terhibur, sayang sekali kenapa Dokter Keenan tidak membuka hati untuk Kinara padahal Erva yakin jika Kinara mampu mengobati luka hati karena patah hati ditinggal nikah olehnya dan Erva juga yakin jika gadis itu mampu membuat Keenan jatuh cinta


Memang semuanya tidak bisa instan harus perlahan perlahan dicoba dan juga didekati nanti lama-lama seiring perjalanan waktu dan semakin seringnya bertemu ngobrol panjang dan lebar pastinya benih-benih cinta itu akan muncul dengan sendirinya.


Namun kalau belum apa-apa Dokter Keenan sudah menyatakan tidak suka dan tidak mau berdekatan dengan Kinara, bagaimana mungkin mereka akan bersatu dan bagaimana mungkin mereka akan jatuh cinta jika Keenan sudah mempunyai sikap seperti itu.


Kedua perempuan cantik itu akhirnya malahan sama sama tertawa, dan entah mengapa Kinara sudah begitu akrab dengan Erva meskipun mereka baru saja bertemu dan tentunya sesekali Kinara melirik ke arah Erva yang memang begitu cantik, diam saja sudah cantik bagaimana kalau tertawa dan juga berbicara pastinya ini yang membuat Dokter Keenan semakin tergila-gila dengan Erva.


"Kamu cantik dek, dan aku doakan semoga pertunangan kalian lancar hingga nanti pernikahan."


"Aku tidak mengamini Kak terlebih lagi Om gila itu sudah merencanakan sesuatu dan aku sih setuju saja dengan ide gilanya meskipun aku harus melihat kedua orang tuaku yang bersedih tetapi tidak apa daripada nanti aku tidak bahagia hidup dengan orang gila itu lebih baik aku batalkan saja pernikahan kami ya itung-itung buat menyenangkan kedua orang tuaku pertunangan ini dilaksanakan padahal sejatinya aku sudah tidak tahan berada di sini,ingin rasanya aku kabur dari acara ini."


Erva hanya tersenyum mendengar cerita dari Kinara ia pun tidak bisa meminta atau berbuat apapun juga tentang acara ini karena Erva sadar jika dirinya adalah orang luar yang tiba-tiba masuk ke dalam keluarga Dokter Keenan dan pastinya Erva juga tidak mau ikut campur dengan urusan pribadi Kinara juga Dokter Keenan. Mereka sudah bisa berpikir mana yang terbaik dan pastinya hanya doa yang Erva ucapkan untuk kebahagiaan Dokter Keenan dan semoga Dokter Keenan akan membuka hatinya lagi untuk perempuan lain meskipun nanti itu tidak dengan Kinara, Erva berdoa supaya Dokter KeenanĀ  cepat mendapatkan seseorang yang bisa membuatnya luluh dan bisa melupakan cintanya kepada Erva.


Dari kejauhan Dokter Keenan melihat Kinara dan juga Erva yang sedang tertawa rasanya begitu sakit sekali melihat Erva bisa tertawa lepas seperti itu sepertinya Erva bahagia dengan acara ini.


Apakah kamu sebahagia itu Beb, hingga kamu melupakan perasaanku? Apa kamu tahu bagaimana hancurnya hatiku ketika menyaksikan kamu bersama dengan laki-laki lain apakah aku sanggup hidup tanpamu jika seperti ini terus?


Keenan hanya bisa memandang Erva dari kejauhan tentu saja ia tidak mungkin menghampiri Erva saat ini bukan karena ia tidak berani tetapi ia juga sudah melihat dokter Anjar yang sepertinya sedang mengawasinya dan pasti suami dari Erva itu akan mendekati Erva jika nanti dirinya juga menghampiri Erva.

__ADS_1


__ADS_2