
Dengan cepat Erva mengambil sapu tangan, mengusap nya di pipi dan wajah, bahkan Erva tidak melihat ke arah laki laki yang memberi nya sapu tangan.
"Tidak baik menangis sampai begitu, hanya fans berat kan???", ucap Anjar lagi.
Ia merasa di acuhkan oleh Erva, gadis cantik yang sudah dua kali ia temui ini. Bahkan Anjar mengira kalau Erva adalah salah satu fans nya Dokter Keenan, mengingat Dokter Keenan adalah Dokter tampan dan favorit setiap pasien di mana pun dia berada.
What?? fans???? dan seperti nya aku pernah mendengar suara nya ..tidak asing lagi.....
"Kamu!!", tunjuk Erva ke arah Anjar. Tidak menyangka kalau laki laki yang ditemui nya semalam ada di sini, dan memberikannya nya sapu tangan, parahnya lagi laki laki itu melihat Erva menangis karena mengira fansnya Dokter Keenan yang patah hati ditinggal nikah.
"Turunkan tangan kamu anak kecil!! tidak sopan!!!"
Erva melotot tajam, ucapan anak kecil membuat nya naik darah...yang benar saja anak kecil, walaupun umur nya belum genap tujuh belas tahun, tetapi...Erva bukan anak kecil lagi.
"Om yang tidak sopan!! aku bukan anak kecil lagi!!"
Tidak terima dibilang anak kecil, Erva tidak mau kalah juga. Apalagi melihat ke arah Anjar yang sudah dipastikan usianya terpaut jauh dengan nya, dan pantas kalah di panggil Om...
"Om!!! Om mbahmu!!!!"
Jelas saja tidak terima , wajah masih ganteng dan awet muda, lagipula juga belum menikah apalagi punya anak, eh malahan di bilang Om....
"Kalau bulan Om lalu apa?? mau di panggil Adek??", ledek Erva lagi..
Setidaknya dengan kedatangan Anjar, ia dapat mengurangi rasa sedihnya, lumayan bisa menghibur nya, meskipun menyebalkan.
"Kau!!!! anak kecil tau apa, ah.... iya...yang kamu tau hanya ngefans sama seseorang terus patah hati karena ditinggal nikah....hahahaha....bocil.... bocil....."
Astaga, dia mengira kalau aku ngefans sama Dokter Keenan, tidak tau saja....kalau aku adalah mantan tunangan yang telah dicampakkan begitu saja ...
"Dasar Om om menyebalkan!!!", gerutu Erva kesal.
Tetapi lebih baik Anjar ngira nya seperti itu dan itu berarti tidak ada yang tau kalau Dokter Keenan adalah mantan tunangannya.
__ADS_1
Setidaknya, orang orang tidak kasihan pada Erva karena ditinggal nikah oleh Dokter Keenan, baguslah!!
"Kau yang bocil menyebalkan, andai saja aku punya banyak waktu...pasti akan ku cincang kamu!!!",
Tidak punya waktu untuk meladeni Erva, karena Anjar sendiri belum masuk ke dalam dan memberikannya ucapan selamat untuk kedua mempelai.
"Cincang cincang, coba saja kalau berani....Om Yanga akan aku robek robek, aku mutilasi......"
"Kau!!! ah sudahlah....awas saja, kalau sampai kita bertemu lagi....tidak akan aku lepaskan kamu!!!"
Tidak ingin meladeni Erva, akhirnya Anjar memilih untuk meninggalkan Erva, tentu saja dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Dasar menyebalkan!! apa semua wanita seperti itu??? Ah ..mengapa aku juga meladeninya, cantik siih...bahkan sangat cantik dan masih muda.... tetapi...."
Anjar meninggalkan Erva, laki laki itu malah menggelengkan kepalanya, lucu juga karena tanpa sadar ia sudah berbicara banyak, panjang dan lebar pada seorang wanita, yang selama ini jarang sekali ia lakukan, bahkan hampir tidak pernah.
Anjar laki laki yang dingin, tidak ingin berbasi basi dengan orang lain, apalagi wanita.... tetapi.. dengan Erva... ia bisa berbicara lancar, bahkan sempat mengejek gadis cantik itu.
"Ah...kamu kenapa Anjar!!!", rutuk nya pada diri sendiri...
Erva kembali mengeluarkan tangis nya, ia pikir sedikit hiburan tadi bisa membuat nya benar benar melupakan laki laki brengseekkk itu, tetapi....sama saja.... ia kembali menangis.
"Apa aku memang tidak boleh bahagia??? baru sebentar saja merasakan dicintai oleh laki laki, tetapi.... mengapa semuanya hilang dan bahkan seperti mimpi."
Tidak bisa dipungkiri lagi, kondisi Erva saat ini tidak baik baik saja. Hatinya hancur dan jiwa nya rapuh, bahkan untuk beranjak dari sana...Erva tidak mampu.
Tetapi, tidak mungkin Erva hanya diam saja di sini, tidak mungkin ia menunggu kedua mempelai itu keluar dari hotel.
Hingga akhirnya, Erva memutuskan untuk beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan acara yang saat ini masih berlangsung.
"Kuat Er, kamu tidak boleh memikirkan laki laki brengseekkk itu lagi, lagipula....dia tidak pantas untuk kamu tangisi!!!"
...Wes dalane...dadi pelarian... dinggo sliramu seng lagi butuh hiburan.. aku sang sayang, aku seng berjuang.... bagian mu koyok biasane, bagian seng nglarani aku wae.......
__ADS_1
Sekuat hati dan tenaga, Erva meninggalkan tempat itu., dan juga menghapus air mata nya. Ini....adalah air mata terakhir kalinya ia keluarkan....dan Erva juga berharap tidak akan pernah bertemu dengan Dokter Keenan setelah ini.
"Erva...."
Langkah kaki Erva terhenti, manakala ia mendengar seseorang yang memanggil namanya. Tidak asing lagi, dan...ia pun menoleh ke belakang..
Nampak Dimas yang berlari ke arah Erva, laki laki itu tersenyum manis menghampiri gadis yang saat ini sedang patah hati.
"Erva..."
Tanpa banyak bicara, Dimas memeluk tubuh Erva. Gadis cantik yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri, meskipun ia dan Erva baru saja saling mengenal.
Erva kaget, ia juga tidak tau mengapa Dimas tiba tiba memeluk nya, bahkan dengan sangat erat tanpa ingin melepaskan..
"Kak...sesak, aku tidak bisa bernafas..."
Bukannya tidak mau dipeluk oleh Dimas, tetapi.... pelukan Dimas sangat lah erat, hingga Erva tidak bisa bergerak.
"Maaf, aku kasian sama kamu. Kamu enggak apa apa??"
Erva hanya diam, bohong kalau ia bilang tidak apa apa, apalagi di depan Dimas yang tau semua nya .
"Meskipun aku kenapa kenapa, aku bisa apa Kak?? semua sudah berakhir. Bahkan Kak Dimas pun tidak memberitahukan kepada ku tentang semua nya...."
Ada rasa sesak, ternyata bukan hanya Romi saja yang tau tentang kebusukan Keenan, Dimas juga.... tetapi...Erva bisa apa?? toh Dimas adalah teman baik Keenan dan juga asisten nya, yang pasti...tidak mungkin akan memberitahukan kepada nya.
"Maaf, aku memang tidak memberitahukan kepada kamu, tetapi....aku sudah menyadarkan Keenan dan memberikan saran berkali kali, tetapi...dia tidak mendengarkan aku...sekali maaf Er....."
Erva tersenyum dan menggeleng, sekarang sudah tidak ada yang perlu di salahkan ataupun di permasalahkan lagi tentang Keenan, semua sudah berakhir.
"Kak Dimas tidak salah, mungkin memang benar....kalau aku dan Dokter Keenan tidak berjodoh...dan kalau bisa aku meminta..aku tidak mau dipertemukan lagi dengan dia..... permisi Kak, aku pulang dulu...."
Tidak ingin kembali terlihat sedih, Erva buru buru meninggalkan Dimas. Ia tidak mungkin bisa menahan air mata nya lagi jika Dimas terus mengungkit tentang Keenan.
__ADS_1
Permohonan kamu terkabul Er, karena kamu tidak akan pernah bertemu dengan Keenan lagi. Dan aku yakin kalau kamu juga tidak tau tentang kepergian Keenan malam ini ....