
Gelisah, itu yang Keenan rasakan. Beberapa hari ia sibuk dengan urusan Rumah Sakit barunya, membuat laki laki tampan itu sama sekali tidak bisa menemui Erva, padahal...tujuan utamanya ia pulang ke Indonesia adalah untuk menemui mantan kekasih nya, Ervania... tetapi...semua itu tidak sejalan dengan kenyataan yang ada saat ini.
Kesibukan setelah ia sampai di Jakarta dan sampai hari ini, membuat Keenan tidak bisa menemui Erva dengan bebas, laki laki itu bahkan tidak bisa untuk sekedar menelpon gadis cantik yang saat ini ia rindukan, selain tidak sempat... Keenan juga tidak tau nomer hp Erva yang baru.
Setelah semua urusannya selesai, Keenan bisa bernafas dengan lega, hari ini....ia berencana akan menemui Erva, di mana lagi kalau tidak di kampus.
Yah, meskipun Keenan tidak bisa mendapatkan nomer ponsel Erva, tetapi laki laki itu sudah tau di mana Erva kuliah.
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Keenan yang memang hari ini tidak ada jadwal...langsung saja menuju ke kampus Erva
Bagaimana pun, ia harus bertemu dengan Erva, dan harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam waktu satu tahun ini.
Keenan mengambil kunci mobil nya, ia memang sedari tadi pagi berada di Kusuma Hospital, hanya melihat dan mengecek segala sesuatu nya saja.
Kebetulan sekali, jalanan pagi menjelang siang ini tidak begitu macet, hingga laki laki itu bisa sampai di kampus Erva tidak lama.
__ADS_1
Memakai kacamata hitam, sengaja untuk menyamarkan wajahnya. Takut saja kalau Erva sampah tau dan mengenali diirinya, kemudian gadis itu kabur.
Keenan keluar dari mobil , ia sengaja menunggu di parkiran karena sebentar lagi Erva akan keluar. Yah, menurut jadwal yang ia dapatkan, hari ini Erva hanya mengikuti satu mata kuliah saja.
"Bukannya itu Mona, teman nya Erva??"
Setelah kurang lebih lima belas menit menunggu, Keenan melihat gadis yang diyakini adalah Mona berjalan menuju parkiran, tetapi...kenapa tidak ada Erva di antara perempuan perempuan yang bersama Mona??
"Mona....", teriak Keenan.
Mona menoleh, ketika namanya di panggil. Belum pasti siapa laki laki yang memanggilnya, tetapi... sedetik kemudian....ia kaget... melihat seseorang yang pernah di kenalnya.
Dokter Keenan???
Gadis itu terpaku seketika, setelah Keenan melepaskan kaca mata hitam nya dan melihat dengan jelas, siapa laki laki yang saat ini sudah berdiri di depannya.
__ADS_1
Bukan hanya karena terpesona dengan wajah Dokter Keenan yang semakin ganteng saja, tetapi....Mona juga teringat dengan bagaimana perilaku laki laki itu kepada Erva, yang membuat sahabat nya sampai saat ini belum bisa move seratus persen.
"Erva mana??"
Tidak mau basa basi, Keenan langsung saja menanyakan di mana Erva berada.
"Tidak masuk...", jawab Mona singkat, dan juga ketus. Mana mau gadis itu bermanis manis di depan Keenan, dengan semua yang telah dia lakukan.
"Tidak masuk???"
Sepertinya apa yang tidak beres, karena Keenan mengenal betul siapa Erva, dan tidak mungkin meninggalkan kuliah kalau tidak terjadi apa apa.
"Ikut aku sebentar..."
Karena penasaran dengan keberadaan Erva, dan juga Mona yang tidak kunjung menjawab, membuat Keenan memutuskan untuk membawa Mona pergi dari area parkiran....ia hanya ingin berbicara sebentar saja, untuk mengetahui di mana Erva berada.
__ADS_1