Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Setuju


__ADS_3

Sedari tadi Kinara bingung dengan apa yang diucapkan oleh Keenan, bagaimana mungkin tidak bingung karena menginginkan pembatalan perjodohan tetapi mengapa Keenan tiba-tiba menyetujui pertunangan yang akan dilakukan minggu depan tetapi tidak akan menikah, itu maksudnya bagaimana?


Kinara yang memang belum paham dengan apa yang dikatakan Keenan langsung saja menanyakan kepada laki-laki yang saat ini di depannya itu daripada ia pusing-pusing memikirkan apa yang akan terjadi dan juga penasaran seperti apa yang ada di pikiran oleh Dokter sombong yang ada di depannya.


"Maksud Om bagaimana, aku tidak tahu om?"


Keenan menghela nafasnya kasar memang benar jika yang akan dijodohkan dengannya itu benar-benar masih bocil, tidak paham betul dengan ucapan orang dewasa. Ya jelas saja, bagaimana tidak.. gadis yang ada di depannya itu masih ABG, masih berseragam putih abu-abu juga pemikirannya yang masih selalu main-main dan main tidak bisa untuk diajak serius apalagi untuk diajak mengurus rumah tangga.


"Begini singkatnya, supaya kamu mudeng kita ikuti saja apa yang inginkan oleh orang tua kita kalau lusa kita tunangan tetapi untuk menikah sebisa mungkin kamu harus menundanya. Semua tergantung dari kamu, kamu harus membujuk kedua orang tuamu supaya tidak menikahkan kamu secepatnya, terserah dengan alasan apapun yang jelas kita tidak menikah dan hanya bertunangan saja, bagaimana paham atau tidak?"


Kinara terdiam sesaat, ia memahami apa yang diucapkan oleh Dokter Keenan dan tentu saja setelah ia pikir-pikir apa yang diucapkan oleh Dokter Keenan itu benar kalau dirinya menolak perjodohan pasti kedua orang tuanya akan marah dan mengekang kebebasannya tetapi kalau dia mengikuti petunjuk dari Dokter Keenan dan menerima perjodohan dengan Dokter KeenanĀ  pastinya ia akan bebas.


Apa aku terima saja, terus juga hanya pertunangan terlebih lagi Dokter sombong itu juga tidak mau menikah denganku, ya sudahlah tidak apa-apa lagi pula aku masih kelas 2 SMA untuk menikah tentu saja aku harus berbicara sama Mama, pastinya aku akan mengatakan mau bertunangan tetapi nikahnya nanti saja 2 tahun minimal, ya ya begitu saja....


"Oke aku paham dan aku setuju Om."


Akhirnya Kinara mengikuti apa yang diucapkan oleh Dokter Keenan dan pastinya itu memang keputusan yang baik meskipun ia sendiri juga enggan untuk bertunangan dengan laki-laki sombong, tetapi tidak ada cara lain lagi jika Kinara memilih kebebasan maka mau tidak mau ia harus memainkan sandiwara ini berpura-pura bertunangan dengan Dokter Keenan tetapi jika menolak, Kinara malah dikirim ke luar negeri dan tidak dibiarkan dirinya untuk pergi ke mana-mana....


"Oke deal ya!"

__ADS_1


Keenan mengulurkan tangannya tentu saja dibalas dengan uluran tangan dari Kinara, keduanya sama-sama setuju untuk mengadakan pertunangan sandiwara ini dan pastinya tidak akan menikah bukan untuk waktu dekat ini tetapi untuk nanti keduanya memang sudah sepakat tidak akan ada pernikahan.


"Oke kalau begitu aku pergi dulu semua sudah aku bayar dan jangan lupa nanti bilang sama Mama kamu kalau kamu menyetujui pertunangan ini tetapi dengan syarat tidak bisa menikah secepat ini kamu butuh waktu minimal lulus sekolah dulu."


Ya dari tadi Keenan yang mendikte Kinara, ia tahu kalau Kinara itu tidak bisa berpikir dan pastinya kalau tidak begitu apa yang direncanakan oleh Keenan itu sia-sia.


"Siap Om, tentu saja siapa sih yang mau menikah dengan om yang sombong dan jutek? Oh satu lagi, masih memikirkan mantan. Aduh nggak deh nggak dan terima kasih atas traktirannya. Kalau Om mau pergi, pergi saja aku mau di sini dulu."


Sialan nih anak bisa-bisanya menyinggung tentang mantan . Kalau begini bagaimana aku bisa melupakan kamu Erva.


Tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Kinara, Keenan langsung saja meninggalkan gadis itu.


Dan benar saja Keenan menghentikan mobilnya tepat di depan kampus Erva, entah kebetulan atau tidak yang jelas ia bisa melihat Erva kali ini dan tentu saja Keenan merasa senang.


Seseorang yang selama ini dirindukannya ada di depan mata, yang pastinya bukan hanya ingin melihat tetapi ingin menghampiri Erva secara langsung.


"Beby." panggil Keenan dengan berteriak, dan panggilannya tidak berubah masih sama dari dulu sampai sekarang bahkan Keenan enggan untuk merubah panggilan mesranya itu kepada Erva.


Erva yang baru saja dari cafe sebelah kampus, langsung saja menghentikan langkah kakinya ketika ada yang memanggil dirinya tentu saja ia tahu siapa yang memanggil dengan sebutan itu.

__ADS_1


Erva menoleh dan tentu nya ia kaget mengapa Dokter Keenan siang-siang yang begini berada di kampusnya, apa dia tidak ada kerjaan atau ada yang perlu disampaikan kepadanya.


Mau tidak mau Erva menghampiri laki-laki itu bukan karena ia masih ada rasa dengan Keenan tetapi tidak sopan jika harus berteriak-teriak terlebih lagi kalau Erva menghindar dari Keenan nanti Keenan berpikir karo dirinya masih mencintai Keenan.


"Ada apa ya kak, apa Kakak tidak ke rumah sakit?"


Tidak ingin basa-basi langsung saja Erva menanyakan perihal kedatangan Keenan saat ini yang pastinya ia juga tidak bisa lama-lama mengingat lima belas menit lagi mata kuliah akan segera dimulai, dan juga Erva tidak mau kalau Keenan berpikir yang tidak-tidak dengan dirinya terlebih lagi Keenan masih mengharapkan dirinya untuk kembali kepada Keenan.


"Cuma kangen aja sama kamu, gimana kabarmu? kamu kurusan sekarang? Apa Dokter Anjar tidak memberikanmu makan sampai kamu seperti itu?"


Dapat dari mana pemikiran dan pandangan Keenan terhadap Erva, jelas saja Erva bukannya kurus tetapi memang beberapa hari ini navvsu makannya berkurang entahlah Erva sendiri tidak tahu padahal dulu tidak begitu dan ia juga tidak bekerja, pulang dari kuliah langsung tidur, ibu mertuanya juga tidak memaksanya untuk ikut ke dapur bahkan Erva seperti ratu di sana tidak boleh memegang peralatan dapur.


"Oh tidak, bukan seperti itu kak, aku hanya lagi tidak selera makan saja. Ke sini hanya menanyakan itu kalau begitu aku masuk ya kak sebentar lagi kuliah dimulai oh ya lupa, kabarku baik-baik saja seperti yang kakak lihat."


"Tunggu Beb, bisakah kita ngobrol-ngobrol, bukan sekarang nanti kalau pulang kuliah bagaimana? atau besok juga boleh."


Apa yang membuat Keenan ingin berbicara kepada Erva, apakah ia akan bercerita kalau dirinya dijodohkan dengan gadis barbar yang tidak disukai atau ada maksud lain dengan keinginan Keenan itu


"Maaf kak, aku tidak bisa nanti pulang sekolah sudah dijemput oleh Mas Anjar dan besok aku jadwal kuliahnya padat. Aku duluan ya kak, permisi."

__ADS_1


Sebisa mungkin Erva menolak apa yang diinginkan oleh Keenan, apalagi tentang pertemuan yang pastinya satu ia harus menjaga perasaan Dokter Anjar, suaminya dan yang kedua ia juga tidak mau jika Keenan masih berharap banyak dengan dirinya.


__ADS_2