
Erva keluar dari mobil Dimas, ia melambaikan tangan nya manakala Dimas kembali melajukan mobilnya keluar dari area Rumah Sakit.
Bingung, tentu saja ... mengingat apa yang di ucapkan oleh Dimas. Padahal, Dimas adalah sahabat sekaligus asisten pribadi Keenan, tetapi...mengapa bisa mengatakan seperti itu.
"Apa ada yang tidak aku ketahui dari Dokter Keenan??"
Erva menggeleng, ia bingung dengan pikirannya saat ini. Sudah dari kemarin saat Keenan datang kerumah dan berbincang dengan kedua orang tuanya, Erva sudah dilema, dan siang ini... ditambah dengan ucapan Dimas tadi....
Entahlah, apa memang otak abege nya yang tidak bisa atau lebih tepatnya belum berfungsi secara maksimal untuk mencerna kisah kasih orang dewasa?? atau karena Erva yang sudah terpikat dengan pesona Dokter Keenan diam diam???
Erva melangkahkan kakinya, masuk ke dalam Rumah Sakit. Ia tersenyum sekilas, dan sejenak melupakan ucapan Dimas, dan kini menatap ke arah ruang IGD di mana ia pernah berada di sana.
Bukan seperti orang orang kebanyakan, yang trauma dan takut dengan Rumah Sakit, tetapi...Erva malahan senang .. entahlah...apa ia memang tipe perempuan langka yang tidak takut dengan nuansa Rumah Sakit, atau ada sebab yang lainnnya??
Dan tentu saja sebab itu adalah Dokter yang menanganinya dulu, Dokter muda yang tampan dan mempesona, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi tertarik dan berlomba lomba untuk memiliki sang Dokter pujaan hati.
Erva menggeleng, rasanya ia terlalu lebay dengan dirinya sendiri,.. jujur....Erva mulai ada rasa dengan Dokter tampan itu, yang membuat jantung nya berdetak kencang manakala melihat dan dekat dengan nya.
Seperti apa yang dikatakan oleh Dimas, Erva menuju ke ruangan paling atas, bukan hanya ruangan pemilik dan direktur Rumah Sakit saja, tetapi...di sana juga ada ruangan wakil direktur.
Yah, Dokter Keenan kini menjabat sebagai wakil Direktur di Rumah Sakit Permata, padahal kalau Papi nya Keenan mau, beliau bisa langsung membeli Rumah Sakit itu, atau mendirikan sebuah Rumah Sakit besar, tetapi sayang nya Keenan tidak mau.
Keenan ingin memukai karier nya dari bawah, meskipun kedua orang tua nya bisa melakukan apapun, tetapi...Keenan tidak mau.
Erva keluar dari lift yang membawa nya ke lantai paling atas. Nampak di sana sepi, dan hanya beberapa orang penjaga saja.
"Nona Ervania??"
"Iya...."
"Silahkan langsung masuk saja, ruangan Dokter Keenan ada di paling ujung....."
Erva mengangguk, seperti nya memang Keenan sudah memberitahukan kepada seseorang , kalau ada Erva datang langsung masuk saja.
Dan kini, Erva berjalan menuju ke ruangan pribadi Dokter Keenan, ruangan yang belum sama sekali ia datangi.
__ADS_1
Yah, karena dulu pas adegan ciuman pertama itu, Erva menemui Keenan di ruang perawatan nya, di mana ruangan itulah berada di bawah.
Erva membuka pintu secara perlahan lahan, dan mengucapkan salam. Kemudian, gadis itu masuk dengan mengendarkan pandangan matanya ke segala arah, bukan mencari Dokter Keenan, tetapi... melihat lihat ruangan yang bernuansa putih dan juga besar itu
Gadis itu menaruh tas nya di atas sofa, dengan tanpa sopan santun nya, ia menghampiri meja kerja Keenan.
Deg
Satu senyuman muncul di bibir Erva, ketika ia melihat fotonya yang sudah di pajang di atas meja.
"Inikan??"
Erva menggeleng, ia mengingat ingat kalau tadi pagi Keenan sudah mengambil fotonya tanpa permisi, dan ternyata itu di letakkan di meja nya, tetapi....
Mata Erva melotot seketika, manakala ia melihat sebuah foto yang sudah terletak di tempat sampah.
Tangan Erva tersentuh untuk mengambil, karena ia penasaran dengan foto siapa yang ada di sana, apa mamang itu sengaja atau tidak sengaja terlempar.
"Amira....."
"Cantik, pantes saja Dokter Keenan belum bisa move on...."
Namun, sedikit senyuman terbit di wajahnya, kalau memang foto ini dibuang, itu tandanya Dokter Keenan sudah bisa move on dari sang mantan, yah....pikir Erva begitu.
Tetapi, Erva merasa tidak puas. Ia meletakkan kembali foto itu kedalam sampah, dan kemudian membuka laci meja.
Erva penasaran dengan apa yang ada di dalam nya, karena ia yakin kalau tidak hanya satu foto Amira saja.
Deg
Kembali lagi, Erva menemukan foto yang membuat ia memegang dadanya, bukan karena jantungan, tetapi... entahlah.....rasanya dada sesak dan ada yang aneh di sana.
"Foto ini...kenapa aku sakit hati melihat nya, padahal aku dan dia belum ada hubungan apa apa...."
Erva melihat foto Keenan yang memeluk Amira dari belakang, dan terlihat jelas di sana....kalau Keenan sangat bahagia dan sangat mencintai Amira.
__ADS_1
Huffhhh.....
Gadis itu mengambil nafas dan mengeluarkan nya, lancang memang diirinya saat ini yang membuka buka laci pribadi Dokter Keenan, dan ini akibatnya....ia merasa sakit hati dan cemburu....
Tidak ingin berlarut larut, Erva meninggalkan meja kerja Keenan, ia kemudian menuju ke jendela dengan pemandangan yang sangat indah yang bisa dilihat dari sana.
Begitu takjub, hingga Erva tidak mendengar ada seseorang yang masuk dan menghampiri nya.
"Maaf sudah menunggu lama...."
Dengan cepat Keenan memeluk Erva dari belakang, sebelum gadis itu membalikkan badannya.
"Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja...."
Tidak ada jawaban dari Erva, bahkan untuk sekedar menolak dan melepaskan tangan Keenan saja ia tidak mampu.
Dokter Keenan tersenyum, bukan hanya tangan nya yang ia lingkarkan di perut Erva, tetapi.. kepalanya yang ia sandarkan di pundak gadis cantik itu.
Dan Erva, jangan tanyakan lagi bagaimana perasaan nya, rasa nyaman yang ia rasakan saat ini, mengalahkan rasa kecewa nya dan juga sedih plus sakit hatinya ketika melihat foto mesra Keenan dengan sang mantan.
"Aku ingin memulai semua nya dari awal sama kamu...dan aku harap kamu mau...."
Erva hanya diam, bagaimana ia bisa menjawab mau kalau kenyataan nya Keenan masih menyimpan foto mesra dia dengan mantan.
"Apa Kakak yakin???", Tanya Erva sekali lagi.
Hati gadis itu memang plin-plan, padahal semalam ia sudah tidak berniat untuk memikirkan hubungan nya dengan Keenan, dan tidak menjawab apapun kata kata manis, dan ajakan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Tetapi, mengapa saat ini sangat berbeda...bahkan jantung Erva berdetak sangat kencang, dengan posisi Keenan yang sedang memeluk nya seperti ini.
"Yakin dan sangat yakin, dan aku serius...."
Erva menghela nafas panjang, haruskah ia menerima?? atau menolak nya??
"Kalau Kakak yakin, Kenapa masih menyimpan foto mesra Kakak dengan dia?? dan sebaiknya... kakak atur hati Kakak dulu, sebelum berkomitmen dengan aku, karena aku tidak mau hanya di jadikan pelampiasan saja...."
__ADS_1
Deg.....