Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Kenapa Sangat Nyaman


__ADS_3

Deg


Ucapan Anjar barusan membuat Erva mematung seketika,. Erva hanya diam tanpa ekspresi....seraya menggelengkan kepala nya pelan, mengingat dengan jelas apa yang tadi diucapkan nya, dan juga apa yang diucapkan oleh Anjar.


"Gila!!! apa dia??"


Erva gugup....ia berpikir yang tidak tidak...bahkan kini seluruh pikiran nya fokus pada Anjar ... entahlah....padahal tadi ia masih galau memikirkan Dokter Keenan, tetapi pernyataan barusan membuat hati dan pikiran nya tidak menentu.


Erva berdiri, untuk menghilangkan perasaan yang entah apa itu.... Erva memilih berkeliling ke sekitar tempat ini...mencari sesuatu untuk memastikan apa benar yang dipikirkan nya saat ini.


"Kalau benar ternyata dia adalah pemilik dari tempat ini, bisa gawat?? astaga.. mulut ku..."


Lagi lagi ia mengingat apa yang diucapkan nya....andai saja mulutnya tidak mengucap seperti itu, ia tidak akan bingung sampai kepikiran seperti ini.


"Dasar, kenapa mulut aku yang ngikutin Mona sih!!!"


Ia yang salah kenapa Mona mesti yang disalahkan... padahal Mona tidak tau apa apa dan tidak ada disini.


"Mbak...."


Erva memanggil salah seorang pelayan yang sedang melintas di depannya, masih penasaran dengan siapa Dokter Anjar sebenarnya.


"Ada apa mbk Erva, ada yang bisa saya bantu??", ucap pelayan itu dengan ramah.


What?? pelayan itu bahkan tau nama aku...gila..aku jadi curiga dengan Dokter Anjar....


"Oh tidak mbak, hanya ingin sekedar bertanya saja..."


"Mau tanya apa Mbak Erva??"


Seperti sudah akrab saja, padahal baik Erva atau pelayan itu tidak pernah bertemu sebelumnya, tetapi kenapa pelayan itu bisa akrab dengan Erva.


"Pemilik tempat ini siapa ya mbak??"


Tidak ingin menebak nebak, Erva lebih baik bertanya pada orang yang pastinya tau.... tidak mungkin kan pelayan juga enggak tau siapa Bosnya.


"Mbak tidak tau??", Erva menggeleng.


Bukan nya langsung menjawab, pelayan itu malahan melemparkan pertanyaan lagi untuk Erva.

__ADS_1


"Pemilik tempat ini adalah calon suami Mbak Erva...apa tidak diberitau???"


"Calon suami??"


Erva kaget ... calon suami dari mana, pacar saja enggak punya apalagi ini calon suami...palingan pelayan itu ngasal dan salah ngira. Di dalam hati Erva bertanya tanya siapa calon suaminya....kedua orang tuanya juga belum atau tidak menjodohkan nya dengan laki laki manapun juga.


"Iya ...calon suaminya mbak Erva , Dokter Anjar.....", ucap pelayan itu dengan tersenyum.


Mungkin dipikir nya, Dokter Anjar sengaja ingin memberikan kejutan untuk calon istri nya, hingga menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi.


Deg


Kaget bercampur tidak percaya dengan apa yang diucapkan olah pelayan itu, di mana Dokter Anjar lah pemilik dari restoran mewah dan megah ini....


Dan apa itu, calon suami?? apalah Dokter Anjar yang memang memberitahukan kepada karyawan karyawan yang ada di sini...


OMG!!!


Tidak bisa berkata-kata, Erva langsung terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun. Hingga pelayan yang melihat Erva akhirnya meninggalkan Erva.


"Apa yang harus aku lakukan??"


"Apa mungkin aku haru merayu nya?? Astaga?? tidak??"


Bagaimana Erva akan merayu laki laki modelan Anjar yang seperti es batu dan susah cairnya itu. Apa mungkin bisa diluluhkan begitu saja.


Erva menggelengkan kepala nya, bingung dengan apa yang akan dilakukan...apakah ia harus merayu Anjar dan meminta laki laki itu menjadi pacarnya....


"Ah.... tidak!!!"


"Ehem .. sayank......"


Belum reda rasa kagetnya dengan kenyataan pemilik dari tempat ini, Erva sudah dikejutkan dengan ucapan sayang dari Dokter Anjar yang tiba tiba.


Erva menoleh, ia mencoba tersenyum yang entah apa itu artinya, dan Erva juga melihat di sana tidak hanya Dokter Anjar saja, tetapi ada dua orang...satu laki laki dan satunya lagi perempuan.


Dokter Anjar mendekati Erva, kemudian tangan nya dengan terampil memeluk pinggang ramping Erva yang membuat Erva menganga seketika.


Jujur saja, ada rasa entah saat ini ketika tangan Dokter Anjar berada di pinggang ramping nya. Ada rasa senang dan nyaman tetapi juga ada rasa ingin menolak..apalagi didepan orang lain.

__ADS_1


Erva berusaha untuk melepaskan tangan Dokter Anjar, tetapi tatapan mata Dokter itu yang mengarah padanya membuat Erva tau kalau ini adalah sebuah permintaan dan tidak ada penolakan.


"Kenal kan, ini adalah Erva .calon istri saya...", ucap Dokter Anjar.


Erva melongo, tetapi ia berusaha menyembunyikan rasa kagetnya dengan tersenyum. Kedipan mata dari Dokter Anjar membuat Erva semakin paham dengan apa yang harusnya ia lakukan....Yah, anggap saja impas ..dulu Dokter Anjar menyelamatkan dirinya saat bertemu dengan Keenan, dan saat ini giliran Erva yang melakukan nya.


"Erva...."


Dengan sopan Erva menjabat tangan laki laki paruh baya yang mungkin seumuran dengan Papahnya, dan laki laki itu tersenyum seraya menganggukkan kepala.


Tetapi berbeda dengan seorang wanita yang kini ada di depan Erva, meskipun wanita itu mau menjabat tangan nya.... tetapi dari sorot mata nya terlihat kalau tidak suka dengan Erva.. entah lah mungkin wanita itu tertarik dengan Dokter Anjar.


"Cantik sekali calon istri Anda, Dokter... kapan pernikahan di langsungkan??"


Erva melihat ke arah Dokter Anjar, hingga kedua pasang mata mereka bertemu.


"Secepat nya Tuan... iya kan sayank??"


"Oh iya .. secepat nya Tuan...."


"Kalau begitu saya tunggu kabar baiknya dan permisi...."


Anjar dan Erva mengantarkan sampai ke depan, dengan tangan Anjar yang masih berada di pinggang ramping Erva yang seperti nya memang sayang sekali untuk dilepaskan.


Kenapa rasanya seperti ini?? aku sangat nyaman bahkan tidak ingin melepaskan nya....


"Ehem..sudah selesai Mas...tuh orangnya sudah pergi juga."


Erva melihat ke arah Anjar yang seperti nya masih betah merangkul pinggang nya. Malu donk, apalagi semua orang kini menatapnya dengan tatapan yang yang entah. Entah senang atau malahan tidak suka kedekatan nya dengan Dokter Anjar.


"Oh sudah pergi ya??"


Dengan terpaksa Anjar melepaskan rangkulan tangannya, padahal ia sudah nyaman dengan apa yang dilakukan. Lebih dekat dengan Erva dan bisa menghirup aroma wangi dari tubuh Ayka dan juga rambu Ayka membuat nya candu dan ingin sekali mengulang lagi apa yang tadi dilakukan.


"Alasan!!"


Erva berlalu meninggalkan Anjar, gadis itu kembali ke tempat nya semula karena tas nya ada di sana.


Sedangkan Dokter Anjar, tersenyum kemudian mengikuti kemana Erva berada. Entah perasaan apa yang dialami oleh nya kali ini, yang jelas...Anjar benar benar senang dan tidak ingin berlalu cepat begitu saja.

__ADS_1


"Yang tadi adalah teman baik Almarhum Papah...dan beliau berniat untuk menjodohkan anak nya dengan aku."


__ADS_2