
"Mas senang....dan Mas akan ke rumah malam ini, meminta kamu untuk menjadi istri Mas, lusa kita langsung menikah...atau sekalian saja nanti malam Mas bawa penghulu untuk menikahkan kita."
Pede sekali Keenan mengucapkan itu, apa ia tidak berpikir lagi...apa ia tidak melihat kebelakang bagaimana kesalahan yang sudah ia lakukan, dan apa Keenan juga tidak berpikir lagi kalau Erva mau kembali lagi padanya.
Atau??
Entahlah, Keenan punya otak cerdas, seharusnya ia bisa berpikir dengan rasional bagaimana kesalahan dan keadaan Erva saat itu, bukan hanya mementingkan dirinya sendiri saja.
Keenan...Keenan kesalahan kamu sudah banyak, seharusnya ia berpikir dulu sebelum mengatakan hal yang sifatnya penting seperti ini, bukan langsung asal ngomong tanpa dipikir dan tanpa pertimbangan terlebih dahulu.
Dan Keenan bilang nanti malam menikah?? gampang banget mengatakan seperti itu?? apa kesalahan nya bisa langsung dimaafkan Erva hanya dengan satu kata maaf saja?? oh.. tidak Keenan...kamu salah besar.
Erva tersenyum kecut, ia sungguh tidak tau setan apa yang merasuki pikiran Keenan saat ini. Kenapa disaat masih punya istri, Keenan dengan teganya mengatakan seperti itu??? apa memang sifatnya yang suka mendua...
Tidak...Erva bukan wanita bodoh yang bisa dengan mudah dibohongi ataupun kembali merajut jalinan asmara yang sudah pernah kandas, apalagi dengan laki laki yang sudah beristri...
Yah, sampai saat ini Erva masih belum tau kalau Keenan sudah berpisah dengan istri nya, tidak ada berita dan informasi yang mengabarkan itu. Keenan sangat rapi menyimpan rahasia itu sendiri... tidak ada yang tau kecuali keluarga dekatnya saja.
"Mau ya?? maafkan Mas, Mas tau kesalahan Mas sangat besar... tetapi...rasa cinta Mas ke kamu lebih besar beb...."
Keenan mengulangi lagi ucapannya, dari ia meminta maaf,.mengakui kesalahannya sampai memaksa Erva untuk kembali lagi padanya..
Mungkin bagi Keenan, hanya kata maaf cukup untuk meluluhkan hati Erva yang sudah terlanjur sakit hati karena nya, dan mau kembali lagi padanya.
"Kak Keen sangat lucu....aku sudah memaafkan tetapi...maaf...kalau untuk kembali lagi ..aku tidak bisa."
Bukan hanya sekedar ucapan saja, tetapi Erva sudah yakin dan mantap untuk tidak akan kembali lagi. Apa kata orang...bisa saja Erva di tujuh sebagai pelakor, yang menggoda dan menjerat suami orang..
__ADS_1
Tidak!!! Erva tidak akan melakukan nya, meskipun ia masih cinta.... tidak akan pernah mau menjadi yang kedua.
"Lucu?? apanya yang lucu beb???"
Keenan mengernyitkan alisnya....ia bingung dengan pernyataan Erva yang menyebut dirinya lucu...apanya yang lucu??? dimana letak kelucuan nya??
"Stop panggil aku beb, Kak....aku bukan pacar Kak Keen lagi....dan apa yang kakak ucapkan itu sudah benar?? masih ingat kan status kakak apa??"
Erva mulai gemas sendiri, rupanya Keenan tidak sadar dengan statusnya...apa satu tahun membuat Keenan amnesia??? hingga melupakan kalau Keenan sudah beristri atau mungkin malahan sudah memiliki anak...
Keenan diam. Haruskah ia mengatakan tentang status nya saat ini yang sudah berpisah dengan Amira?? atau membiarkan Erva dengan pikiran sendiri dan menganggap kalau dirinya belum menikah.
Tetapi, kalau Keenan tidak mengatakan yang sebenarnya...Erva tidak akan menganggap nya single dan tidak mau menerima lamaran nya.
Tidak ada jawaban dari Keenan, membuat Erva jengah sendiri... gadis cantik itu melihat ke pergelangan tangan dan memastikan ini sudah jam berapa...ia tidak mungkin meninggalkan kuliah hanya demi Keenan.
"Maaf Kak, aku rasa obrolan kita cukup sampai di sini saja....aku bentar lagi mau masuk kuliah.", tegas Erva cepat sebelum Keenan ngomong yang tidak tidak dan memperpanjang urusan nya saja.
Erva menggeleng pelan, seperti nya bicara dengan Keenan tidak akan ada habis habis nya, bahkan sama sekali tidak bermanfaat.
"Atau, nanti pulang kuliah Mas jemput gimana?? masih banyak yang ingin Mas katakan sama kamu."
Bujuk Keenan karena melihat Erva yang hanya menggeleng, pertanda tidak bisa bertemu dengan nya lagi.
"Maaf, aku tidak bisa.. sudah ada janji nanti siang.", jawab Erva.
"Janji?? dengan Dokter Anjar??"
__ADS_1
Langsung saja Keenan bisa menebak seperti itu. Ia paham betul siapa Erva, yang tidak akan keluyuran kalau tidak penting....dan apalagi janji?? janji dengan siapa lagi kalau bukan dengan Dokter Anjar.
Melihat ekspresi Erva yang tidak biasanya, ada senyuman yang terpancang meskipun tidak diperlihatkan secara langsung.
Keenan tau itu. Dan lagi... pertemuan nya dengan Dokter Anjar kemarin, sudah membuktikannya kalau memang ada apa apa antara Erva dengan Dokter Anjar, tetapi....Keenan tidak mau tau, yang jelas kali ini...ia harus egois dan bisa memiliki Erva lagi, bagaimana pun cara nya.
"Kalau memang iya, tidak masalah kan Pak Dokter....aku single... Dokter Anjar juga , jadi tidak ada salahnya kalau kami bertemu dan membuat janji, apalagi kalau sampai berhubungan lebih dari sekedar Dokter dengan pasien."
Erva menghela nafa kasar, mengapa sifat Keenan tidak berubah...kalau dulu tidak masalah Keenan melarang dekat dengan laki laki lain tetapi.. sekarang....apa hubungannya dengan Keenan, sudah end ...
Gadis itu menggeser kursi, kemudian berdiri..... meninggalkan Keenan. Tidak peduli ia harus jalan kaki ke kampus, meskipun sudah terlambat.... tetapi yang penting... tidak bersama dengan Dokter Keenan yang sangat menyebalkan.
"Masalah untuk Mas...karena Mas masih sangat mencintai kamu, dan akan menikahi mu..."
Keenan berteriak, karena langkah kaki Erva sudah menjauh dari posisi Keenan saat ini.
Jlebbb..
Erva menghentikan langkah nya, ia memejamkan mata... berharap apa yang diucapkan oleh Keenan tidak lah benar. Untuk apa sudah punya istri masih saja mengejar nya....Erva malah takut sendiri...
"Pak Dokter tidak salah bicara...lalu bagaimana dengan istri nya?? Nona Amira yang selalu ada dalam pikiran Anda... bahkan sama sekali tidak bisa melupakan nya meskipun dia sudah berkhianat?? apa jangan jangan aku yang salah dengar????"
Erva berbalik, kali ini ia sudah tidak sanggup lagi untuk memendam rasa jengkel kepada Keenan, yang terus saja mengejar nya.
Keenan tersenyum....ia melihat ekspresi wajah Erva saat ini malahan gemes, marah... tetapi... lucu dan menarik untuk di lihat.
"Kamu tidak salah dengar sayank...Mas masih sangat mencintai kamu...dan nanti malam...Mas akan datang ke rumah kamu melamar dan kalau kamu mau..kita langsung saja menikah...Mas serius."
__ADS_1
Tidak ada candaan dalam ucapan Keenan, ia benar benar serius dan tidak main main dengan apa yang sudah di ucapkan nya...
"Aku tidak mau.. silahkan saja datang ke rumah...dan aku pastikan kalau kedua orang tua aku akan menolak kamu... mereka pasti nya tidak mau kalau anaknya dijadikan istri kedua... permisi...."