Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Laki Laki Lain


__ADS_3

Melihat Dokter Anjar yang beranjak dari tempat duduknya, Dokter Keenan langsung ikut juga berdiri. Tentu saja laki-laki itu ingin menghampiri Anjar saat ini yang menurut pengamatannya Dokter Anjar saat ini sedang menuju ke kamar mandi.


Tidak ada yang tahu kedua laki-laki itu akan bagaimana di sana yang jelas Anto sang asisten Dokter Keenan hanya menggelengkan kepalanya saja, ketika melihat Bosnya yang dengan sengaja menghampirinya Dokter Anjar di kamar mandi.


Anto juga tidak bisa mencegah Keenan karena ia tahu bagaimana watak bosnya jika sudah marah seperti ini.


Tapi Anto juga sudah memperingatkan dan juga memberitahu kalau saja Keenan berbuat macam-macam kepada Anjar, bukan hanya semua orang akan tahu sifat buruk dari Dokter Keenan tetapi yang lebih parah lagi adalah Erva akan menjauhi Dokter Keenan.


Dan semoga saja Keenan tidak gelap mata hingga membuat Anjar babak belur bahkan meregang nyawa. Itu yang dipikirkan oleh Anto saat ini.


"Bisa kita bicara sebentar." ucap Keenan yang sedari tadi sudah menunggu Anjar keluar dari kamar mandi. Tentu saja laki-laki itu membuntuti Anjar, bukannya ingin pergi ke kamar mandi tetapi memang sengaja ia ingin berbicara empat mata kepada Dokter Anjar.


"Tentu saja, masalah Erva kan?"


Tidak ada rasa takut sedikitpun dari diri Dokter Anjar malahan laki-laki itu tahu jika saat ini Keenan ingin berbicara empat mata padanya hanya untuk membahas Erva dan sepertinya memang dirinya juga ingin berbicara dengan Keenan.


"Kita bicara di sana saja!" tunjuk Keenan ke sebuah tempat di samping restoran itu. Dan tentu saja tidak dapat terlihat oleh orang lain, sekalipun juga Erva.


Anjar dengan senang hati mengikuti kemana langkah kaki Keenan melaju. Ia sendiri tidak ada rasa takut sama sekali bahkan sudah siap jika memang Keenan akan melakukan kekerasan terhadapnya.


Bagi Anjar,.saat ini yang terpenting adalah Erva, kejelasan tentang hubungan Erva dan juga Keenan.


Dan tentu saja yang jadi masalah saat ini adalah Keenan, karena Anjar berpikir kalau masih saja mengharapkan Erva padahal Erva sama sekali sudah menolaknya dan tidak ingin kembali lagi kepada Keenan.


"Aku minta kamu jauhin Erva."

__ADS_1


Anjar hanya tersenyum kecut. Apa yang ia pikirkan memang benar kalau Keenan masih saja mengharapkan Erva bahkan berani untuk memerintahkan dirinya menjauhi Erva.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" jawab Dokter Anjar enteng.


Kali ini ia tidak akan mengalah apalagi ia sudah tahu bagaimana hubungan Erva dengan Keenan yang mana hanya sebatas mantan tunangan saja tidak lebih dari itu.


"Kamu tahu siapa Aku?"


Tentu saja jawaban dari Dokter Anjar membuat rahang Dokter Keenan mengeras. Kalau saja ia tidak mengingat ucapan dari Anto, pastinya sebuah pukulan sudah melayang di wajah Anjar karena tidak terima dengan jawaban yang Anjar berikan.


"Aku tahu, Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah mantan tunangan Erva benar bukan?"


Bukan hanya katanya saja tetapi memang benar dan bukan hanya dari mulut Keenan sendiri tetapi dari cerita Erva yang jauh lebih dulu sebelum dirinya jatuh cinta kepada Erva dan itu sama sekali tidak penting bagi Anjar. Karena masa lalu hanyalah masa lalu yang penting sekarang adalah masa depan.


"Itu dulu tetapi sekarang, Aku adalah calon suami Erva."


Pengen rasanya Anjar menertawakan jawaban dari Keenan. Dan tentu saja calon suami dari mana? Erva sendiri tidak mengakui kalau ia sudah mempunyai calon suami.


Beberapa hari ini berdekatan dengan Erva gadis itu juga tidak mengakui perasaannya kepada Anjar dan memilih untuk diam sembari menikmati kebersamaan.


"Calon suami dari mana?" tanya Anjar dengan nada sinis nya


"Apa kamu tidak melihat berita minggu lalu kalau Aku dan Erva saling mencintai dan kita akan melaksanakan pernikahan?"


Sepertinya Anjar juga tidak mau mengalah, laki-laki itu terus saja mencari alasan dan pernyataan yang membuat Anjar menyerah nantinya.

__ADS_1


"Oh ya Aku melihatnya, berita minggu lalu kan dan katanya kalian akan melangsungkan pernikahan minggu ini tetapi sampai sekarang kenapa belum menikah juga apa jangan-jangan Erva tidak mau kamu nikahi...."


"Kau!!"


Tentu saja ucapan dari Anjar membuat Keenan emosi. Laki-laki itu tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Anjar apalagi pernyataan Anjar yang terakhirnya menyatakan kalau Erva tidak mau dinikahi olehnya.


"Apa? kalau mau memukul silahkan, aku terima. Lagi pula apa yang aku katakan adalah benar kan kalau Erva memang tidak mau menikah dengan kamu."


Keenan terdiam sesaat. Apa yang dikatakan oleh Anjar adalah benar kalau Erva tidak mau menikah dengan dirinya padahal ia sudah merancang sebuah pernikahan yang mewah dan megah tentunya sesuai konsep yang diinginkan oleh Erva sendiri tetapi sayang sekali harapan tinggal harapan dan itu hanya sebuah angan-angan dari Dokter Keenan saja.


"Erva memang belum mau menikah denganku, ingat ya dan catat belum bukan berarti tidak mau menikah denganku dan aku akan membuat Erva mau menikah denganku dalam waktu dekat ini."


"Untuk itu kamu jangan coba-coba untuk mendekati Erva atau merebut Erva dariku karena akan Aku pastikan kamu nanti akan menyesal dengan semua yang telah kamu lakukan." lanjut Keenan lagi.


Lagi lagi Anjar tersenyum tipis, ia tidak takut dengan ancaman dari Dokter Keenan. Untuk apa, dan lagi pula ia juga tidak merebut Erva dari siapapun. Erva adalah gadis bebas dalam artian belum terikat pernikahan ataupun belum menjadi pacar seseorang dan itu tandanya siapapun boleh mendekati Erva bahkan menikahi Erva.


"Aku tidak takut dengan semua ancaman yang kamu berikan asal kamu tahu kalau kamu seperti ini, itu artinya kesempatan kamu untuk mendekati Erva akan sia sia saja karena Erva akan semakin tahu bagaimana sifat kamu sebenarnya."


Deg


Ucapan dari Dokter Anjar menusuk ke dalam ruang hati Keenan. Yang membuat laki-laki itu terdiam sesaat dan memikirkan dengan benar apa yang dikatakan oleh Anjar.


Meskipun sifat Keenan sebenarnya tidak seperti itu tetapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan membuat Erva jatuh cinta dan menikah dengan dirinya, bagaimanapun caranya... apapun akan dilakukan meskipun cara itu salah.


"Kenapa diam?? Mau mengatakan kalau Erva adalah calon istri kamu? perlu kamu ketahui status Erva saat ini adalah single berarti laki-laki manapun bisa bebas mendekati dia karena Erva belum terikat oleh siapapun juga, bukan hanya aku tetapi laki-laki lainnya."

__ADS_1


__ADS_2