Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Terbongkar


__ADS_3

"Eh enggak lah kenapa juga aku harus repot repot ke salon hanya untuk menghadiri acara itu, dan tanpa aku ke salon pun aku masih tetap cantik."


Ya Anjar mengira kalau Erva datang ke salon itu untuk acara pertunangan Dokter Keenan. Yang pastinya tidak seperti itu karena Erva punya kesalahan dan ia ingin dimaafkan oleh suaminya dengan membuat suaminya bahagia.


"Aku percaya tetapi penampilan kamu cantik banget dek, bikin aku pangling."


Aduh gimana ya apakah aku harus mengatakan kepada Mas Anjar takut kalau dia marah bagaimana tetapi kalau aku tidak mengatakan langsung takutnya nanti mas Anjar malah tahu dari orang lain dan itu tambah berbahaya tentunya.


"Mas, aku mau jujur tetapi jangan marah ya?"


"Apa dulu? kalau kamu nakal aku yang marah."


"Eh jangan dong aku kan istrinya baik aku tidak nakal hanya meminta Mas untuk tidak marah saja dan aku juga minta maaf."


Erva yang ketakutan kembali meraih tangan Anjar kemudian memegang tangan suaminya itu lalu menggenggamnya dengan erat.


"Tadi tadi pagi aku bertemu dengan Dokter Keenan."


Setelah mengatakan itu Erva langsung mengeratkan pelukannya dengan suaminya ia tidak mau jika Anjar malah berpikir yang tidak tidak lagi kalau suaminya nanti cemburu.


Erva merasa bersalah karena sudah bertemu dengan sang mantan kekasih tanpa sepengetahuan suaminya tetapi ia tidak punya pilihan lain daripada nantiĀ  Keenan malahan kabur dan tidak menghadiri pertunangannya sendiri itu nanti malah akan berbahaya dan bisa-bisa juga Mami Arin marah pasti akan menuduh Erva yang telah membuat semuanya ini.


Terlebih lagi ia sangat menyayangi Mami Arin tentunya ia tidak mau wanita yang dianggap ibu kandungnya sendiri itu terluka dan bersedih.

__ADS_1


"Ralat, bukan sengaja ketemuan dan aku juga tidak mempunyai janji dengan dia, dia yang datang ke kampus menghampiriku. Tiba-tiba pagi-pagi dia sudah ada di kantin entahlah aku sebenarnya tidak ingin ngobrol dengan dia tapi dia mengancamku Mas dan aku tidak tega."


Masih tidak ada reaksi dari Anjar membuat Erva takut setengah mati, ia bingung jika nanti suaminya benar-benar marah dan akan menghukumnya.


"Tapi beneran deh aku tidak melakukan apa-apa kita hanya ngobrol saja di kantin Mas bisa cek sendiri di kantin kampus aku di sana ada ibu kantin yang tahu kalau kita nggak ngapa-ngapain aku saja tidak makan bersama dengan dia kan aku sudah makan sama mas."


Anjar memghela nafas panjang ia menatap tajam ke arah istrinya yang sepertinya memang benar-benar ketakutan karena ulahnya sendiri.


"Memangnya Keenan mengancam kamu apa hingga kamu tidak tega seperti itu. Apa nanti besok ada Keenan-Keenan yang lain yang mengancam kamu juga tidak tega dan melupakan suami kamu bahkan kamu juga akan meninggalkan suami kamu ini?"


"Eh nggak seperti itu itu konsepnya Mas ini beda."


Erva semakin ketakutan saja karena melihat reaksi dari Anjar yang tidak seperti biasanya bahkan laki-laki itu cenderung mengekspresikan wajahnya dengan marah dan cemburu tentu saja Erva jadi merasa bersalah meskipun ia sudah melakukan apapun untuk Anjar namun melihat ekspresi dari suaminya benar-benar membuat Erva tidak tenang


"Mas cemburu tidak salah,.aku malah senang jika Mas cemburu tetapi jangan menatap aku seperti itu aku kan takut, Mas nyeremin kalau seperti itu."


"Aku tidak tega dengan tante Arin karena Kak Keen mengancamku kalau aku tidak menemaninya ngobrol maka ia akan membatalkan pertonanya nanti malam bahkan ia tidak akan datang tentu saja dengan begitu aku tidak tega aku kasihan dengan tante Arin hanya kasihan tidak ada yang lebih lagi dari itu mas."


"Lalu bagaimana dengan suamimu ini apa kamu tidak kasihan?"


"Jangan marah Mas, segalanya yang ada padaku, semua untuk Mas, jadi aku tidak perlu kasihan sama mas karena aku sudah milik Mas, Mas milik aku dan apapun yang Mas minta pasti aku akan berikan, tentu saja ini berbeda."


Ia menatap lengkap wajah cantik Erva yang entah mengapa sore ini ia tidak ingin beranjak dari atas kasur, ingin berdua dengan Erva saja menatap wajah cantik istrinya yang menggemaskan juga dengan aroma wangi tubuh Erva yang memabukkan yang membuat dirinya betah berlama-lama dengan istrinya jika tidak ingat sebentar lagi akan menghadiri pertunanhan Keenan maka Erva juga tidak akan dilepaskan akan dikurung oleh Anjar di dalam kamar saja.

__ADS_1


"Oke lalu apa yang dikatakan oleh Keenan sepertinya dia ngotot banget ingin bertemu dengan kamu?"


"Menceritakan semuanya tentang pertunangannya nanti malam yang sama sekali tidak diinginkannya ya seperti obrolan kemarin. Sebenarnya aku bosan mendengar cerita tentang seperti itu yang ujung-ujungnya pasti menyerempet ke mana-mana."


"Kalau sudah tahu ujung-ujungnya seperti itu mengapa kamu masih meladeni dia, kamu bisa beralasan apa gitu supaya oke dan tidak bisa menemui kamu jangan hanya kasihan dengan mamanya tapi kamu sendiri tidak memperdulikan diri kamu sendiri ataupun suami kamu ini."


"Maaf jangan marah ya Mas, aku tidak bermaksud membuat kamu terluka tapi beneran deh aku tidak sengaja bertemu dengan dia aku juga tidak janjian sama dia."


Lagi lagi Anjar memberikan ekspresi wajah yang menakutkan yang membuat Erva semakin takut saja takut-takut kalau suaminya marah dan berimbas kepada dirinya yang tidak boleh pergi ke mana-mana tanpa Anjar.


"Dimaafkan tapi nanti malam seperti itu lagi ya, aku gemes sama kamu dek."


"Eh beneran dimaafkan tumben biasanya Mas marah-marah kenapa ini cepat sekali luluhnya."


"Kamu masih belum tahu siapa suamimu? yang pastinya semua yang kamu lakukan aku tahu termasuk tadi pagi kamu ketemuan dengan Dokter Keenan meskipun kamu tidak cerita, aku sudah tahu banyak."


"Eh curang bisa-bisanya memata-matai aku, mas tidak percaya sama aku?"


Lah gini gantian bukannya Anjar yang malah tetapi Erva yang marah karena ia merasa dimata-mati oleh suaminya padahal sebenarnya ia senang karena Anjar begitu perhatian dengannya meskipun beratnya tidak ditunjukkan secara langsung.


Biarlah pura-pura ngambek saja ingin melihat reaksi suaminya bagaimana cara supaya tidak marah padanya.


"Itu jangan ngambek nanti cantiknya ilang loh maaf Mas memang tidak mengatakan ini pada kamu takut kalau kamu tidak nyaman tetapi jujur ya dek bukannya aku tidak percaya sama kamu namun aku khawatir sama kamu, kamu tahu sendiri kan betapa gilanya Keenan itu aku takut kalau kehilangan kamu, aku takut kalau kamu diculik oleh Keenan, nanti bagaimana diriku jika kamu benar-benar pergi meninggalkan aku, oleh karena itu aku meminta Aris untuk mencarikan beberapa orang yang bisa memantau semua kegiatan kamu tentu saja dengan jarak jauh karena aku tahu kamu pasti tidak nyaman jika ada orang lain yang mengikutimu."

__ADS_1


__ADS_2