
Siang ini, seperti apa yang diperintahkan oleh Keenan tadi, Dimas sudah berada di sekolahan Erva, apalagi yang dilakukan oleh laki laki itu sekali menjemput calon pacar Bosnya....
"Ckkk.... menunggu adakah hal yang paling menyebalkan!!"
Dimas berdecak kesal, dari tadi telinga nya panas karena Keenan selalu mengingat kan nya untuk segera menjemput Erva, padahal ..ini masih kurang tiga puluh menit lagi, dan Dimas sudah sampai di depan gerbang sekolah Erva.
"Awas saja kalau Lo hanya mempermainkan gadis itu!!!"...~
Sebuah ancaman yang hanya keluar dari mulut Dimas saat ini, dan tidak ada nya Keenan bersama nya..
Dimas takut, jika gadis cantik yang saat ini ditunggu nya itu akan dipermainkan oleh Keenan, lebih tepatnya hanya sebagai pelampiasan...
"Kalau sampai itu terjadi, aku tidak segan segan memotong ular sawahmu....", kesal Dimas.
Aneh sekali, kenapa Dimas bisa sekesal ini...padahal ia bukan saudara nya Erva, tetapi.... melihat gadis cantik yang tidak bersalah itu dipermainkan nantinya, Dimas tidak akan tinggal diam....
Lama ia bergumam sendiri, akhirnya tiga puluh menit sudah berlalu, Dimas bisa bernafas lega akhirnya, tinggal menunggu gadis cantik itu keluar dari kelas.
Tidak berselang lama, Erva sudah keluar dengan Mona.... gadis itu melihat ke segala arah, untuk mencari Keenan yang katanya menjemput siang ini.
"Mana calon pacar Lo, Er??", goda Mona.
Erva memang sudah menceritakan semua nya kepada Mona, mengenai Keenan dan juga ajakan Keenan untuk bisa melangkah lebih serius lagi.
Seperti Erva , Mona juga was was dengan laki laki yang berprofesi sebagai Dokter itu, di mana kalau menurut cerita Erva, Dokter Keenan masih memendam cinta untuk sang mantan.
"Ckk calon pacar?? masih gue pertimbangan kan...."
__ADS_1
"Gue ngerti, tapi jangan Romi yang Lo jadikan alasannya.... sumpah!! gue enggak rela jika Lo masih mencintai Romi, apalagi berniat balikan dengan dia. Inget Er.....dia sudah bekas orang...bukan hanya hatinya, tapi juga anu nya hahahaha......"
"Astaga....mulut Lo!!!"
"Enggak lah, gue sudah bilang...pantang memungut sampah!! apalagi bekas orang, ja_lang pula!! gila!!! hahahaha.....tapi....."
Erva menghentikan tawanya, ketika melihat laki laki yang pernah dilihat nya kemarin pas di rumah sakit, apalagi..laki laki itu melihat nya sedang berciuman dengan Keenan, meskipun itu tidak di sengaja.
"Bagus.....kalau pikiran Lo seperti itu, tapi awas saja kalau sampai berubah."
Erva tidak memperdulikan ucapan Mona, yang ada di otaknya saat ini adalah laki laki yang sudah berdiri di samping mobil dan sekarang sudah melihat ke arah nya.
Tentang ucapan Mona, mungkin saat ini....ia Erva bisa mengiyakan, tetapi...tidak untuk besok, tidak ada yang tau dengan rencana ke depan nantinya, dan apa yang akan terjadi ke depan nya ..
"Erva!!"
"Masih ingat aku kan??", Erva mengangguk.
Masihlah...kan kakak yang mergoki waktu itu....
Jawaban itu tidak di ucap kan oleh Erva, takut saja kalau menjadi bahan ledekan Dimas dan juga Mona, dan juga....Erva berharap kalau Dimas melupakan kejadian beberapa hari yang lalu.
"Syukurlah....jelas saja masih inget, kan gue......"
"Ada apa Kakak kesini??"
Erva cepat cepat memotong ucapan Dimas, ia tau apa yang akan dikatakan oleh laki laki yang ada di depannya.
__ADS_1
Mampooos kalau sampai buka suara.
"Gue di minta Keenan untuk menjemput Lo.", jawab Dimas jujur, dengan wajahnya melihat ke arah Erva, yang sejak tadi seperti nya menahan sesuatu.
"Jemput aku?? Kak Ken kemana??"
Bukannya sok peduli sampai sampai menanyakan di mana keberadaan Keenan saat ini, tetapi...aneh saja....Keenan yang tadi pagi mengatakan akan mengantarkan nya, tetapi...mengapa tiba tiba siangnya tidak menjemput, bahkan meminta Dimas untuk ke sini.
"Ada jadwal operasi dadakan, pasien gawat darurat...."
.Erva hanya mengangguk, ia juga tidak tau apa apa tentang dunia medis itu..
"Yok pulang, panas...", ajak Dimas kemudian....
"Iya Kak ..mau bareng Mon??"
Tidak enak meninggalkan Mona sendiri an yang belum dijemput. Erva pun langsung menawarkan tumpangan nya, meskipun ia juga menumpang.
"Tidak usah, sebentar lagi sampai...."
Erva meninggalkan Mona, ia masuk ke mobil Dimas dengan perasaan was was, bukan nya takut kalau Dimas ngapain ngapain diirinya di mobil, tetapi.. masih tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
"Kenapa mukanya gitu?? takut kalau aku bahas soal yang kemarin? dan bagaimana rasanya ciuman dengan Keenan??"
Jlebbb....
Erva menyorot tajam Dimas, baru saja di berdoa supaya Dimas tidak mengungkit kejadian beberapa hari lalu, tetapi nyatanya.....
__ADS_1