
Keenan masuk ke dalam hotel di mana ia menginap untuk satu Minggu kedepannya. Entahlah...ada perasaan bimbang saat Dimas mengatakan tentang Erva
Keenan bukan tidak menyukai Erva, atau berniat untuk menyakiti hati wanita itu, tetapi....kalau boleh jujur, setelah melihat Amira tadi siang, mendadak hati nya kacau seperti ini.
Satu tahun lebih tidak bertemu, membuat perasaan Keenan campur aduk, ada rasa kesal, marah tetapi...masih menyimpan cinta untuk sang mantan.
"Arghhhh....."
Keenan mengacak rambut nya, kalau sampai ia meninggalkan Erva berarti memang apa yang dikatakan oleh Dimas adalah benar, kalau Keenan hanya memainkan perasaan gadis kecil itu saja, tetapi... nyatanya hati dan pikirannya saat ini tidak sejalan...
Laki laki itu masuk ke dalam kamar hotel, membuka bajunya dan bersiap untuk mandi.
Dan malam ini, Keenan sudah memutuskan untuk kembali ke Rumah Sakit, bukan untuk sebuah pekerjaan tetapi untuk memastikan apa yang dilihat nya tadi siang itu benar.
Keenan sudah rapi, laki laki itu memang selalu terlihat rapi meskipun hanya memakai kaos dan celana santai saja. Tidak perlu memakai jas kebanggaan nya, Keenan sudah terlihat tampan dan mempesona.
Tepat pukul tujuan malam , Keenan keluar dari hotel, ia sudah memesan taxi saja untuk mengantarkan ke dalam, tujuan semula yang sudah direncanakan.
Ada gugup di dalam hati Keenan, ketika taxi sudah sampai di depan pintu utama Rumah Sakit, dan ia segera turun untuk melangkah ke lobi, tempat di mana melihat Amira tadi siang.
Sungguh, perasaan nya kini tidak menentu, setelah ia melangkahkan kakinya dan melihat sosok yang Keenan yakini sebagai Amira, mantan pacar yang masih ada di dalam hatinya, meskipun ia dikhianati dulunya.
"Rara....."
Keenan memanggil Amira dengan panggilan kesayangan nya dulu, seperti yang ia lakukan juga pada Erva.
Deg
Gadis cantik yang sudah tidak perawan lagi itu menghentikan langkah kakinya, bukan hanya kaget... tetapi tidak menyangka kalau ia mendengar lagi panggilan yang selama ini dirindukannya nya.
__ADS_1
Apa aku salah dengar?? apa memang hanya halusinasi aku saja yang memang kangen dengan dia???
Wanita cantik yang biasa di panggil Rara itu belum berani menoleh, bahkan ia sendiri menggelengkan kepalanya...masih tidak menyangka dengan apa yang barusan di dengar nya.
Amira menoleh ke kiri dan ke kanan, memastikannya kalau yang di sana bukan hanya dirinya saja, tetapi...sayang sekali....di sana memang hanya diirinya saja.
"Rara....", panggil Keenan sekali lagi.
Ia yakin kalau yang di depannya saat ini adalah Amira, mantan kekasih nya, tetapi... kenapa hanya diam saja dan tidak menoleh ke belakang, yang sudah jelas jelas memanggil nya.
Amira menghela nafas nya kasar, ia kemudian membalikkan badannya dan melihat dengan jelas laki laki yang ada di hadapannya saat ini.
"Keenan......"
Bibir wanita itu bergetar, lidahnya kelu tatkala menyebut nama Keenan, sang mantan tunangan nya sekaligus laki lain yang masih ia cinta sampai saat ini tetapi sudah ia sakiti.
Kedua pasang mata mereka saling bertemu, tampaknya masing masing saling melepas kerinduan, tetapi... ke-dua nya tidak berani untuk saling mendekat, terlebih Amira...
Hingga lima menit saling terdiam dengan tatapan mata yang tajam, Keenan memberanikan diri untuk menyapa Amira....
Yah, Keenan akui...Amira sudah banyak berubah...wanita cantik itu semakin terlihat cantik dan dewasa, bukan seperti satu tahun yang lalu saat terakhir bersama nya.
"Hai...Apa kabar Keen...."
Amira pun membalas sapaan Keenan, wanita itu memberanikan diri untuk mendekat, karena tidak mungkin berbicara dengan jarak jauh.
"Seperti yang kamu lihat...."
Seperti yang kamu lihat, aku bahagia saat ini .. meskipun dulu aku sempat hancur dan frustrasi setelah penghianatan yang kamu lakukan..., ucap Keenan yang hanya terucap di dalam hatinya saja.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu...mm ada apa ke sini???"
Tidak mungkin juga Keenan memang berniat untuk menemui diirinya, secara...dulu saja Keenan tidak memutuskan nya secara sepihak, tanpa mau menjelaskan apa masalah nya, dan juga tanpa mau bertemu, jadi...
"Kalau aku bilang ke sini hanya ingin menemui kamu bagaimana??"
Deg ..
Jantung Amira berdetak sangat kencang, apa benar yang dikatakan oleh Keenan saat ini?? tetapi...itu rasanya tidak mungkin... bukan nya Keenan membenci dirinya.
Amira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak mau geer dengan apa yang telah di perbuat nya dulu, meskipun ada alsan kenapa Amira Melaku itu, tetapi...sayang sekali...Keenan tidak mau menerima penjelasan apapun juga.
"Aku kesini karena ada seminar selama satu Minggu, lalu kamu??"
Tidak ingin membuat Amira bingung, Keenan akhirnya mangatakan apa yang menjadi tujuan nya.
"Aku ...."
Amira tidak melanjutkan ucapannya, meskipun memang ia ada di sini karena ada sesuatu sebab, tetapi... ia tidak mau Keenan merasa kasihan dengan apa yang menimpanya, apalagi ini adalah alasan untuk Amira melakukan perbuatan yang menyakiti hati Keenan
Tidak, Keenan tidak boleh tau yang sebenarnya....
"Aku permisi dulu, sudah malam..."
Dengan langkah yang tergesa gesa, Amira meninggalkan Keenan yang masih setia melihat kepergian Amira tanpa penjelasan.
Keenan menggeleng, sekitar dua tahun ia mengenal dan menjalin kasih dengan Amira, tentu saja paham dengan apa yang terjadi, apalagi perubahan wajahnya yang memang terkesan ketakutan.
Keenan tidak menjawab apapun ucapan Amira, dan juga tidak mengejar wanita itu. Untuk malam ini, ia hanya memastikan saja kalau yang dilihat tadi siang adalah benar, Amira sang mantan tunangan nya.
__ADS_1
Kenapa rasanya seperti ini?? ada apa dengan hatiku? Di saat aku sudah mulai move on dan menemukan cinta baru, kenapa kamu malahan hadir.....