Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cari Di mana?


__ADS_3

Tidak ada yang tau kepulangan Erva hari ini, bahkan kedua orangtuanya pun tidak ia kabari. Erva memang sengaja tidak memberitahukan kepada siapa siapa, bahkan juga kepada Mona yang memberikan kabar kepada nya.


Setelah turun dari pesawat, Ayka menuju ke toilet...ia sengaja tidak pulang dulu dan memilih untuk berganti pakaian dan sedikit dandan.


Tidak ada tujuan lain, apalagi untuk merusak pernikahan Dokter Keenan dengan Amira, Erva hanya ingin melihat dengan matanya sendiri, kalau Dokter Keenan sudah memilih Amira dan melepaskan diri nya dan juga ia ingin tampil sebaik mungkin, bukan untuk menggoda Keenan lagi, atau membuat Keenan berpaling dengan nya, tidak begitu...


Hanya saja, beberapa hari ini wajahnya nampak sedih dan tidak bercahaya, beruntung sekali...Erva yang memang mempunyai bakat untuk merias diri, ia tunjukkan bakatnya pagi ini


Mengeluarkan apa saja yang ia punya, meskipun hanya minimalis saja, tetapi...sudah cukup. Karena pada dasarnya, Erva sudah cantik tanpa polesan apapun juga, dan...Erva memang tidak suka berdandan.


Beberapa menit kemudian, Erva selesai memoleskan make your ke wajah nya, dan kini terlihay segar kembali, tidak menor dan pas sesuai dengan wajah cantik nya yang masih abege.


Erva kemudian keluar dari toilet dan melihat jam ditangan nya.


"Masih ada waktu satu jam lebih... semoga saja tidak telat...."


Gadis itu buru buru, karena perjalanan yang ditempuh dari Bandara sampai ke hotel di mana dilangsungkan nya akad sekaligus resepsi adalah kurang lebih satu jam.


Ia sendiri tidak ingin terlambat menghadiri acara itu Meskipun diirinya sebenarnya tidak diundang sama sekali..


Bukan melupakan dan tidak mau mengundang, tetapi... Dokter Keenan memang sengaja tidak ingin melihat Erva terluka jika datang dan menyaksikan pernikahannya nya.


Brakkkkk


"Maaf, aku buru buru...."


Saking panik dan ingin segera sampai di sana, Erva malahan menabrak seseorang, dan ia segera meninggalkan orang itu tanpa melihat siapa yang ditabrak nya.


"Sstttttt.....bukan kah itu gadis tadi??? astaga?? memang benar benar sempit dunia ini....."


Anjar hanya menggelengkan kepalanya saja, untuk kedua kalinya ia bertemu dengan Erva, dengan pertemuan yang tidak begitu baik.


"Sekali lagi kita bertemu, awas saja!!!"


Tidak memperdulikan Erva yang kini sudah tidak terlihat, Anjar langsung saja keluar dari bandara karena sudah di jemput oleh Mamahnya..

__ADS_1


"Anjar ...."


Mamah Risa berteriak dan memeluk putra satu satu nya, rasa bahagia dan kangen beliau curahkan padanya.


"Mamahnya, sudah lepaskan...aku bukan anak kecil lagi....", protes nya


Setiap kali bertemu dengan Mamahnya, Anjar selaku di buat tidak nyaman, bukan karena tidak sayank, tetapi...risih juga jika selalu diperlakukan seperti anak kecil.


"Bukan anak kecil??? berarti Mamah mau punya mantu donk sayank??? ah sudah tidak sabar....."


Anjar menggeleng, Mamah nya masih saja seperti itu. Kalau tidak memperlakukannya seperti anak kecil, yah di minta untuk cepat cepat menikah.


"Belum Mah, belum ada yang cocok....", jawab Anjar bohong.


Bukan begitu sebenarnya, karena ia masih malas saja berurusan dengan namanya perempuan yang seperti nya sangat merepotkan saja seperti Mamahnya.


Bukan juga karena trauma, Anjar bahkan belum pernah pacaran atau jatuh cinta pada lawan jenis, ia lebih mementingkan pendidikan dan karier nya, dan mengutamakan Mamahnya, satu satu nya keluarga yang ia punya.


"Haishhh....bosan Mamah mendengar nya, dan Mamah jadi bingung...kamu bukan anak kecil tetapi...juga belum punya pacar... terus bagaimana??? atau jangan janah kamu tidak normal An??"


"Aku normal, dan sangat normal...hanya saja, wanita itu selalu merepotkan, sama seperti Mamah..."


"Eh...aduh!!!"


Mamah Risa langsung saja menarik telinga Anjar, anak satu satunya ini memang perlu di hajar, tidak sopan.


"Sakit Mah, dasar Mamah durhakim.....kalau aku ngambek nanti aku enggak mau cari mantu untuk Mamah.....", rayu Anjar lagi supaya Mamah Risa melepaskan tangan nya.


"Hmmm coba saja kalau berani,.dan Mamah akan pastikan kalau kamu Mamah jodohkan dengan wanita pilihan Mamah....", ancam Mamah Risa.


"Coba saja kalau Mamah berani, aku tidak akan kembali lagi ke Jakarta....."


Senjata andalan Anjar, manakala Mamah Risa ingin menjodohkan nya dengan anak anak teman arisan Mamah, dan itulah...kenapa Anjar selama bertahun tahun menetap di Jepang, karena Mamahnya selalu berusaha untuk menjodohkan nya.


"Tidak sayank, jangan begitu...kali ini Mamah nyerah deh...tapi kamu cari ya?? Mamah sudah tua, tidak muda lagi."

__ADS_1


Ekspresi wajah Mamah Risa di buat se menyedihkan mungkin, supaya Anjar kali ini mau menuruti keinginan beliau.


"Iya, nanti atau besok aku cari Mah, yuk pulang...aku ada acara setelah ini..."


Nyari?? nyari di mana?? di mall?? atau di pasar?? memang nya gampang nyari pacar itu, tidak seperti nyari kacang godok saja....


Tidak dapat dipungkiri, kalau Anjar merasa kasihan dengan Mamahnya, tetapi mau bagaimana lagi?? tidak mudah untuk mencari wanita yang sesuai dengan kriteria nya, apalagi dengan sikap Anjar yang dingin kalau di luar dan dengan orang yang tidak dikenalnya.


...***...


Erva turun dari taksi, gadis cantik itu membenahi penampilan nya. Entahlah...sekali lagi, ia hanya ingin terlihat sempurna dan baik baik saja, juga tidak terlihat menyedihkan karena patah hati..


"Sudah cantik non, pasti mantan non menyesal sudah memutuskan non dan memilih wanita lain ..."


Seakan pak supir taksi itu mengerti dengan cerita dan perasaan yang Erva alami, bahkan Erva juga tidak cerita dengan laki laki paruh baya itu.


"Bapak bisa saja, tetapi... semoga saja dia menyesal...amin yang kenceng ya pak...."


Dan jika memang kamu menyesal, aku tidak akan menerima kamu lagi.....


Apa benar?? atau hanya ucapan saat Erva sedih saja?? entahlah....hanya Erva yang tau sebenarnya, perasaan nya saat ini.


Erva menghela nafas nya, deretan ucapan selamat sudah ada di sepanjang jalan menuju ke ballroom hotel.


Jujur, hatinya teriris dan menangis pilu, seharusnya hati ini, tanggal dan jam ini adalah acara yang sudah ditentukan untuk pernikahan nya dengan Keenan, tetapi... nyatanya...laki laki berkhianat dan memilih wanita lain.


Sakit, ketika Erva mengingat dua Minggu yang lalu, di mana selama satu Minggu menahan rindu untuk bertemu dengan Keenan, tetapi... kenyataan nya.... Keenan kembali dengan membawa wanita lain dan memutuskan bahwa hubungan nya


"Kamu memang jahat!! kenapa juga tidak mengganti tanggal nya!!", gerutu Erva.


Berusaha tidak mengeluarkan air mata, dan juga berusaha untuk tersenyum, Erva melangkahkan kakinya untuk melihat bagaimana prosesi saklar itu berlangsung.


"Er ....."


Dari kejauhan, Romi melihat Erva yang berjalan untuk masuk ke ballroom hotel, ia tidak menyangka kalau Erva datang di acara ini.

__ADS_1


Dengan cepat, Romi menghampiri Erva. Selain kangen, laki-laki itu juga khawatir kalau Erva tidak bisa menerima kenyataan ini.


__ADS_2