Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Maaf


__ADS_3

"Maaf Om, kedatangan saya ke sini sebenarnya ingin....."


Keenan menghentikan ucapannya, ia sebenernya tidak tega mengatakan kepada orang tua Erva, tetapi...kalau tidak sekarang...kapan lagi, semangka pernikahan yang sudah ia susun dengan Amira tinggal dua Minggu lagi.


"Cepat katakan Keen."


Papi nya Keenan geram, melihat putranya yang tidak tegas dan hanya berbelit-belit saja, membuat laki laki paruh baya bisa itu menjadi murka seketika.


Papi nya Keenan tidak pernah mengajarkan untuk menjadi seorang laki laki pengecut apalagi mempermainkan perempuan, tetapi...mengapa Keenan seperti ini.


Tetapi, nasi sudah menjadi bubur...semua sudah terjadi. Meskipun Keenan tidak jadi menikah dengan Amira, tidak yakin kalau Erva mau menerima Keenan kembali.


Sedangkan Papah Bram mengepakkan tangan nya, ia tidak menyangka jika laki laki yang di depannya, yang dinilai adalah laki laki baik dan sempurna untuk Erva, tetapi... nyatanya malahan melakukan pengkhianatan yang lebih parah dari Romi dulu.


"Tenang Pah...."


Lewat tatapan mata, Mamah Hana mengisyaratkan kepada suami nya untuk tetap tenang, meskipun beliau juga rasanya ingin sekali mencaci maki dan memukuli Keenan.


"Maaf Om, Tante.... kedatangan saya kesini, ingin mengembalikan Erva dan memutuskan hubungan kami....."


Dengan tidak begitu yakin, Keenan akhirnya mengucapkan kalimat seperti itu, ia juga memejamkan mata nya. , tidak sanggup dan kuat lagi dengan keadaan dan kenyataan yang harus ia pilih untuk saat ini.


Plakk


Satu tamparan mendarat di pipi Keenan, sedari tadi...Papah Bram sudah menahan apa yang ingin di lakukan nya, dan ini akhirnya.... Meskipun hanya satu tamparan saja, rasanya sudah bisa mengurangi sedikit rasa sakit Papah Bram.


"Om tidak menyangka, kamu akan melakukan seperti ini terhadap Erva. Kamu tau, selama kamu di Jerman, Erva bahkan bisa tidur tenang, setiap hari gelisah hanya memikirkan kamu, yang sama sekali tidak memberikan kabar. Dan kamu tau, bagaimana Erva menjaga hati dan perasaan nya, bahkan Romi....kamu tau Romi kan mantan pacar sekaligus sahabat Erva sejak kecil,.. Erva pun menghindar nya, hanya karena ingin menjaga perasaan kamu saja....", ucap jujur Papah Bram, ia yang selama ini memang mengamati kelakuan putrinya selama satu Minggu terakhir ini.


"Lalu, apa yang kamu lakukan di sana? kamu selingkuh dan bahkan kamu tidak menghubungi putriku sama sekali, . Apa salah Erva sama kamu??", sentak Papah Bram, merasa sudah dikhianati kepercayaan nya... beliau yang sudah percaya dengan Keenan, dan akhirnya di salah gunakan....


Mamah Hana memegang tangan Papah Bram, beliau tau kalau suaminya sudah emosi, bahkan ingin kembali memberikan pukulan kepada Keenan.

__ADS_1


"Tenang Pah, jaga kesehatan Papah. Jangan emosi...."


Sadar akan perubahan dari suaminya, Mamah Hana sebisa mungkin berusaha menenangkan Papah Bram.


"Maaf Om, saya tidak bermaksud untuk menyakinkan hati Erva, dan saya juga tidak berniat untuk mengkaji nya, dan saya juga....."


"Stop!!!"


"Kamu tidak perlu banyak alasan lagi, apapun itu...kamu sudah menyakiti putriku... dan saya sangat bersyukur sekali, ternyata Tuhan masih menyayangi Erva dengan menunjukkan kebusukan kebusukan kamu, sebelum kalian menikah..."


Keenan diam, ia tidak dapat berkata-kata lagi, karena memang nyatanya ia adalah laki laki yang brengseekkk, apapun alasan nya.


"Tapi, perlu Om ketahui... kalau saya benar benar mencintai Erva dan tidak pernah ada di dalam benak saya untuk menjadikan Erva pelarian saja, tetapi....."


Deg


Erva meneteskan air mata nya, ia yang tadi tidak ingin keluar, akhirnya mengurungkan niatnya dan keluar dari kamar.


Dan, buliran bening pun akhirnya keluar lagi, begitu Erva mendengar apa yang diucapkan oleh Keenan.


"Kamu jahat... kamu jahat!!!", gumam Erva lirih dengan masih terus berada di atas, mendengar semua ucapan dari Keenan dan Papahnya.


"Jangan banyak alasan kamu, kalau kamu memang mencintai Erva, dan tidak mempermainkan nya... sekarang...jawab pertanyaan Om.... diantara Erva dan wanita itu, mana yang akan kamu selamatkan jika mereka berdua sama sama berada dalam bahaya, dan sama sama berada didalam satu tempat?"


Jelbb...


Pertanyaan yang tidak ingin Keenan jawab sebenarnya, tetapi....tidak mungkin Keenan hanya diam saja dan mengacuhkan nya...


"Amira...aku akan menyelamatkan Amira terlebih dulu, setelah itu...aku juga akan menyelamatkan Erva..."


Brakkkkk!!!

__ADS_1


Suara bantingan pintu membuat semua yah ada di ruang tamu itu langsung kaget dan mendongak ke atas.


Terutama Keenan, laki laki kaget dan merasa bersalah. Ia tau kalau Erva baru saja mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut nya .


"Erva...."


"Permisi Om, Tante ..saya mau ke atas..."


Tidak menunggu jawaban dari orang tua Erva, Keenan langsung saja berlari untuk menemui Erva, ia tau .. ucapan nya barusan sangat menyakiti hati Erva.


Tok ...tok....


Keenan yang sudah sampai di depan kamar Erva, mengetuk pintu. Ia tau kalau Erva sangat kecewa padanya, bahkan mungkin sakit hati mendengar ucapan nya tadi.


"Erva...maafkan Mas, maafkan Mas Beby....."


Keenan sadar, apa yang dikatakan nya sudah menyakiti hati Erva, bahkan sekalipun ia meminta maaf dengan berlutut dan memohon, tidak yakin kalau Erva akan memaafkan.


Sedangkan Erva, ia hanya diam saja. Sakit hati... itu sudah pasti, bahkan lebih sakit dari apa yang dirasakan selama ini.


Tega sekali Keenan mengatakan seperti itu, kurang apa Erva selama ini, ia sudah berusaha untuk mencintai Keenan bahkan meyakinkan diri nya sendiri untuk belajar menerima masa lalu Keenan, tetapi...apa yang didapatkan nya ..


Erva berdiri di belakang pintu, ia mendengar permintaan maaf dari Keenan, tetapi..untuk membuka pintu, rasanya Erva tidak akan bisa.


"Beby maafkan Mas...maafkan Mas jual menyakiti hati kamu, Mas tau...kamu saat ini ada di balik pintu dan mendengarkan apa yang Mas ucapkan. Dan untuk yang kesekian kalinya, Mas meminta maaf....kalau selama ini Mas menyakiti kamu, tetapi...jujur di dalam hati Mas, tidak pernah menjadikan kamu sebagai pelarian atau semacamnya, Mas benar benar tulus mencintai kamu, bahkan saat ini...masih ada rasa cinta untuk kamu ... tetapi... maaf sayank, mungkin kisah kita hanya sampai disini saja. Maaf, jika ucapan Mas membuat kamu terluka, dan Mas doakan...nanti kamu akan mendapatkan laki laki yang jauh lebih baik dari Mas."


Tidak mendapat respon dari Erva, membuat Keenan akhirnya menyerah dan meninggalkan depan kamar Erva.


Di dalam kamar, Erva menjatuhkan tubuhnya, ia memeluk kedua kakinya, dan meratapi nasibnya.


"Kapan aku bahagia nya???", ucap Erva dengan memejamkan mata nya, bayangan bayangan saat ini indah bersama Keenan tiba tiba melintas begitu saja.

__ADS_1


Sedangakan Keenan, turun dari anak tangga...ia menghapus air mata yang membasahi pipinya. Menyesal, mangapa ia begitu cepat mengambil keputusan untuk mengajak nikah Erva, hingga akhirnya....ia sendiri yang meninggalkan nya.


__ADS_2