Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Lebih Baik....


__ADS_3

Mami Arin meninggalkan Keenan sendiri di dalam kamar ia tahu putranya itu perlu introspeksi diri sejenak.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Mami Arin lagi, semua cara untuk menyadarkan Keenan sudah beliau lakukan bahkan Mama Arin juga sudah mengungkit kejadian 1 tahun yang lalu di mana putranya dengan terang-terangan tega menghianati Erva dengan memilih meninggalkan Erva daripada melanjutkan pernikahan dengan gadis itu.


Tetapi semuanya sia-sia, apalagi saat ini di mana undangan itu sudah tersebar dan sudah tercetak jelas di sana Erva akan bersanding dengan laki-laki lain yang tentu saja itu bukan Keenan.


Mami Arin tahu bagaimana perasaan Keenan saat ini, pasti sakit hatinya melihat perempuan yang di idam-idamkan bakal menjadi istrinya ternyata malah memilih laki-laki lain. Akan tetapi memang tidak bisa disalahkan Ervanya sendiri dari awal sudah menolak bahkan dengan terang-terangan tidak mau merajut hubungan kembali dengan Keenan tetapi nyatanya Keenan malah masih mengejar seakan-akan ia mempunyai harapan untuk bersama Erva lagi.


Keenan hanya duduk terdiam melihat kepergian Maminya ia mengambil ponsel ingin kembali menghubungi Erva dan meminta gadis itu Untuk membatalkan pernikahannya.


Keenan tersenyum manakala ia mendapati nomor Erva sudah bisa dihubungi lagi dan itu tandanya ia akan bicara baik-baik dengan gadis itu. Dan kalau perlu ia akan memohon dan datang ke rumah Erva lalu bersujud di bawah kakinya meminta untuk Erva membatalkan pernikahannya besok.


"Beb, Mas mohon batalkan pernikahan kamu."


Hiks ...hiks ...hiks...


Belum juga Erva mengatakan sesuatu tetapi Keenan sudah mengucapkan kata-kata itu dengan kondisinya saat ini yang sudah menangis.


"Maafkan semua yang Mas lakukan dulu kepada kamu tetapi jangan hukum Mas seperti ini, Mas tahu apa yang Mas lakukan itu salah tetapi Mas sudah memperbaiki semua Mas janji tidak akan menghianati kamu apalagi menyakiti kamu tolong sayank, batalkan pernikahan kamu dan Mas yang akan menggantikan posisi Anjar, dam biarkan Mas yang menikahi kamu bukan dia.."


Sepertinya Erva tidak diberi kesempatan oleh Keenan untuk berbicara dengan nya. Karena dari tadi laki-laki itu menyerocos dan tidak ada jedanya untuk mengatakan sesuatu kepada Erva.


"Apapun yang kamu mau, Mas akan penuhi apapun yang kamu minta Mas akan kabulkan yang penting kamu batalkan pernikahan kamu dengan Dokter Anjar dan menikahlah dengan Mas kapanpun kamu siap Mas akan melamar kamu bukan saat ini tetapi besok atau kapanpun terserah kamu siapnya kapan kamu untuk menikah dengan Mas yang penting kamu menjadi istri Mas, dan Mas tidak akan memaksa untuk menikah secepatnya tetapi tolong sayank batalkan pernikahan itu hiks...hiks....hiks ..."


Keenan kembali menangis dan ini memang bukan sebuah drama seperti sinetron yang ditayangkan di ikan terbang itu tetapi ini nyata, dan dalam hati Keenan sendiri yang memang ia menyesal apa yang telah ia perbuat satu tahun yang lalu ternyata menimbulkan karma yang sangat luar biasa seperti yang dialami saat ini.


Mungkin saja dulunya Erva juga seperti itu menangis dan merasa sakit hati ketika mendengar berita perselingkuhan Keenan dengan sang mantan tunangannya apalagi ketika mendengar pernikahan Keenan yang akan berlangsung. Bukan dengan Erva  tetapi dengan perempuan yang lain.


Klik...


Sambungan telepon itu terputus bukan dari Keenan tetapi dari Erva. Mungkin Erva tidak mau mendengar apapun yang dikatakan oleh Keenan , bukan karena pikirannya nanti akan kemana mana tetapi kalau saja sampai menangis darah sekalipun Erva tidak akan pernah membatalkan pernikahan dengan Anjar.


Bukan karena Erva tidak mampu Untuk membatalkan pernikahannya tetapi memang sudah ada rasa cinta di dalam hati Erva untuk Anjar dan pastinya Erva sendiri sudah mantap untuk memilih Anjar sebagai pendamping hidupnya.


Pyarrr....


Keenan kembali membanting ponselnya, ponsel yang baru satu jam yang lalu dibelikan oleh Anto kini hancur dan tidak ada bentuknya lagi.


Laki-laki itu langsung masuk ke dalam kamar mandi membasuh mukanya sebentar kemudian langsung saja keluar dan mengambil kunci mobil.


Tentu saja ia akan ke rumah Erva dan akan membicarakan semua ini dengan Erva.


Dengan langkah kaki yang cepat Keenan keluar dari kamar kemudian mempunyai anak tangga lalu segera berlari untuk menuju keluar.


Tentunya di depan rumah sudah terdapat beberapa orang pengawal yang memang diperintahkan oleh Mami Arin untuk berjaga dan tidak membiarkan Keenan untuk keluar.

__ADS_1


Tetapi bukan Keenan namanya yang tidak bisa menerobos rumahnya sendiri bahkan ia dengan sengaja melajukan kecepatan tinggi untuk membuka gerbang tanpa peduli dengan apa yang dilakukannya nanti akan menimbulkan bencana bagi orang lain.


"Minggir. Kalau tidak aku tabrak kalian!!"


Seketika pengawal yang diperintah oleh Mami Arin untuk berada di luar langsung saja minggir karena melihat kemarahan dari Keenan yang pastinya mereka juga tidak mau mati sia-sia dengan ditabrak oleh Keenan nantinya.


Tidak mendapatkan perlawanan lagi, Keenan langsung saja melajukann kecepatan mobilnya dan keluar dari gerbang.


Sama seperti tadi ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hanya butuh waktu lima belas menit saja Keenan sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Erva.


Keenan turun dari mobil dan ia menghampiri satpam dan beberapa orang bertubuh besar di sana tentunya ia tahu orang-orang itu pastinya diminta oleh Dokter Anjar untuk menjaga rumah airfast saat ini.


"Maaf tuan, Anda tidak boleh masuk."


Sepertinya orang-orang yang diperintahkan oleh Anjar itu sudah tahu dengan siapa yang tidak dibolehkan oleh Anjar untuk masuk ke dalam rumah Erva yang pastinya foto Keenan sudah terpampang nyata di dalam otak mereka hingga mereka Langsung saja menghentikan langkah Keenan untuk masuk ke dalam gerbang.


"Biarkan saya masuk . Saya ingin bertemu Erva dan  hanya berbicara saja tidak lebih."


Masih bersikap sopan, ia tidak mau menimbulkan huru-hara di sini. Keenan juga tidak ingin dirinya dicap laki-laki yang tidak baik di mata keluarga Erva dan tentu saja ia ingin berkesan sebagai laki-laki yang sopan meskipun kedatangannya tidak diharapkan oleh keluarga Erva saat ini.


"Maaf tuan, apapun alasan Anda, Anda tidak boleh masuk."


Tidak boleh masuk ke dalam , bukan berarti Keenan menyerah begitu saja, ia mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya kemudian menelpon Erva 


"Mas di depan, Mas tidak diizinkan masuk, keluarlah Beb... Mas ingin bicara sebentar dengan kamu."


"Sayank, Mas minta sama kamu batalkan pernikahan kamu." teriak Keenan yang sama sekali laki-laki itu tidak memperdulikan apapun tanggapan dari keluarga Erva maupun tetangga Erva saat ini yang lebih penting adalah dirinya bisa meyakinkan Erva untuk membatalkan pernikahannya besok.


"Kak Keen pergi saja, Aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan aku besok. Kakak mendingan pergi saja dari situ." Balas Erva yang juga dengan berteriak, meskipun tidak sopan tetapi ini lebih baik daripada ia harus turun lalu menemui laki-laki itu yang pastinya ia takut kalau Keenan berbuat nekat dan akan membawa kabur dirinya seperti kejadian beberapa jam yang lalu.


"Mas tidak akan pergi dari sini sebelum kamu turun dan membatalkan pernikahanmu, bahkan Mas akan bersujud di sini dan meminta kamu untuk menemui Mas."


"Jangan gila!! aku tidak akan pernah membatalkannya dan terserah apa yang kamu lakukan di sana yang penting aku sudah mengatakan kalau kita tidak bisa berhubungan lagi dengan kamu dan lebih baik kamu pulang sekarang daripada kamu di situ."


Masih saja mereka berdua seperti berbicara di dalam hutan teriak-teriak seperti tidak ada tetangga saja.


Dan saat ini Erva tidak peduli dengan Keenan, mau Keenan di sana berlutut, kehujanan atau apapun juga  Erva tidak akan peduli dan Erva tidak boleh lemah dan ia juga harus kekeh dengan keputusannya.


"Kalau begitu kamu akan melihat mayat Mas di sini."


Sepertinya cara ini akan membuat Erva luluh dan itu yang ada di pikiran Keenan. Mungkin dengan dirinya akan mengancam bunuh diri pastinya Erva akan turun dan membatalkan semua rencananya untuk besok.


"Silakan!! Kakak lakukan apa yang kakak mau kalau memang bunuh diri itu bisa membuat Kakak tenang dan bahagia, lakukan saja aku tidak peduli."


Setelah mengatakan itu Erva langsung saja meninggalkan balkon dan ia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh Keenan bahkan ia tahu kalau Keenan  saat ini hanya mengancam saja jika mungkin memang kenyataannya Keenan harus bunuh diri itu bukan kesalahannya, itu adalah kesalahan Keenan sendiri yang tidak bisa menerima kenyataan kalau memang erfa tidak bisa bersamanya lagi.

__ADS_1


"Oke kalau begitu Beb, kamu akan melihat mayat Mas di sini."


Keenan mengambil pisau yang memang sudah ia siapkan dan benar-benar ingin menyayat pergelangan tangannya untuk membuktikan kalau apa yang dikatakannya bukan hanya sekedar ancaman saja tetapi adalah kenyataan.


Namun sayang sekali belum sempat Keenan menusukkan pisau itu ke arah pergelangan tangannya bodyguard bodyguard yang ada di sana sudah lebih dulu untuk menghadang Keenan dan mengambil pisau itu kemudian melemparnya dan juga disusul dengan kedatangan Anto dan juga Papi Keenan yang saat ini memang mendapatkan informasi kalau Keenan sudah berada di rumah Erva.


"Pulang Keen!! Jangan jadi laki-laki bodoh seperti ini!!"


Jelas aja Papi Keenan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Keenan. Sebagai seorang laki-laki tentu saja harga diri itu lebih penting, bukannya apa apa, Papi Keenan sama sekali tidak menyalakan Erva, tetapi Papi Keenan menyalahkan anaknya sendiri kenapa sampai melakukan itu. Dan andai saja Keenan bisa sadar apa yang telah dilakukannya Erva itu adalah imbas dari apa yang dilakukannya dulunya kepada Erva dan juga Keenan menyadari kesalahannya, pastinya tidak sampai seperti ini.


"Biarkan aku mati. Lagian untuk apa aku hidup kalau Erva tidak mau balikan lagi denganku dan memutuskan untuk menikah dengan laki-laki lain."


Keenan meronta dan ingin melepaskan diri dari kedua tangannya sudah dipegangi oleh beberapa orang bertubuh besar di sana, tetapi ia ingin lepas dari cengkraman laki-laki itu dan kembali ingin meraih pisau nya namun sayang sekali usahanya gagal karena pisau itu sudah dibuang oleh Papi nya Keenan entah ke mana.


"Jangan bertindak seperti itu, sadarlah kamu yang telah membuat semua ini. Dan jika kamu tidak menyakiti Erva pastinya gadis itu juga tidak akan pernah melakukan hal sekejam ini pada kamu."


Ternyata bukan hanya Mami Arin saja yang mempunyai pemikiran seperti itu Papi Keenan juga sama. Beliau sama sekali tidak menyalahkan Erva dalam hal ini yang jelas-jelas rasa sakit di dalam hati Erva mungkin saja masih ada sampai saat ini bahkan sampai kapanpun penghianatan yang dilakukan oleh Keenan masih dalam dalam hati Erva.


Tentunya sebagai seorang perempuan, Erva berhak memilih siapa yang pantas untuk mendampingi hidupnya dan tentu saja baik Papi maupun Mami Arin sama-sama sudah tahu bagaimana perasaan Erva saat pertama kali bertemu dengan Keenan yang jelas-jelas tidak memberikan harapan kepada Keenan lagi.


"Lepaskan!! aku harus bertemu dengan Erva kalau tidak lebih baik aku mati saja!!"


Papi Keenan menggeleng kemudian meminta laki-laki yang bertubuh besar itu membawa Keenan masuk ke dalam mobil dan disusul oleh Anto yang segera membukakan pintu mobilnya.


"Lepas Pi!!"


Dengan segera Papi Keenan ikut masuk ke dalam mobil dan Anto langsung saja melajukan mobilnya untuk meninggalkan rumah Erva.


Di dalam mobil Kinan berusaha untuk keluar dari mobil tetapi dengan cepat Anto mengunci pintu mobilnya.


"Pi, Aku bisa gila kalau tidak mendapatkan Erva dan lebih baik aku mati saja daripada menyaksikan Erva menikah dengan laki-laki lain."


"Kalau kamu ingin mati-mati saja tetapi jangan di sini. Apa kamu juga tidak ingat bagaimana satu tahun yang lalu Erva juga berada di posisi kamu saat ini, dan apa yang Erva lakukan? apa Erva juga ingin bunuh diri ketika melihat kamu bersanding dengan perempuan lain, tidak kan? Bahkan kamu bisa lihat sendiri kalau Erva masih hidup sampai saat ini.."


"Tapi aku sudah meminta maaf kepada Erva dan aku sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi dan akan menyayangi dan mencintai Erva, namun kenapa Erva dengan teganya akan menikah dengan laki-laki lain yang belum jelas laki-laki itu mencintai dan menyayangi Erva seperti yang aku lakukan..."


"Tahu apa kamu dengan cintanya Dokter Anjar kepada Erva? Kalau kamu sendiri juga tidak mempunyai rasa cinta itu, bahkan pernah menghianati Erva. Sebaiknya kamu tenangkan pikiran kamu, tidur dan besok kamu mau tidak mau siap atau tidak harus menghadiri pernikahan Erva dengan Dokter Anjar dan terima kenyataan."


"Arghhhh......"


Keenan menjambak rambutnya sendiri, rasanya ia benar-benar ingin mati saja jika sampai besok harus melihat pernikahan antara Erva dengan Dokter Anjar. Yang pastinya Keenan sendiri tidak kuat jika harus menyaksikan perempuan yang masih ia cintai bersanding dengan laki-laki lain.


Hati Keenan benar-benar hancur saat ini padahal ini bukanlah akhir dari segalanya masih ada waktu besok pagi dan Keenan harus benar-benar menyiapkan hati dan mentalnya untuk melihat kenyataan yang ada.


Apakah dirinya siap untuk melihat Erva bersanding dengan laki-laki lain atau ingin menjadi pengecut dengan tidak menghadiri pernikahan itu?

__ADS_1


Jika harus memilih lebih baik Keenan mati daripada harus melihat Erva dan Dokter Anjar menikah, yang pastinya hatinya tidak kuat dan jiwanya meronta-ronta ingin merebut Erva dan membawa kabur gadis cantik itu.


__ADS_2