Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cuma Ingin


__ADS_3

Seharian di rumah membuat Erva bosan tetapi Erva juga malas untuk ke mana-mana, ia lebih baik berdiam diri di rumah mengerjakan tugas kuliah yang entah berapa jam lagi harus segera ia selesaikan.


Bahkan siang ini Erva juga tidak datang ke rumah sakit seperti biasa untuk menemui suaminya bukan karena ia tidak mau tetapi karena kebetulan dari pagi sampai siang ini Dokter Anjar sedang tidak berada di rumah sakit miliknya tetapi berada di rumah sakit lainnya dan tentu saja membuat Erva menjadi kangen, namun ia tahu dan sadar diri menjadi seorang istri dari Dokter itu memang seperti ini.


Bahkan Erva juga harus rela jika malam hari ada panggilan mendadak untuk suaminya, mau tidak mau Erva harus merelakan suaminya untuk ke rumah sakit sementara dirinya hanya tidur dengan ditemani oleh guling saja.


Erva melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul tiga sore, tetapi kenapa suaminya tidak memberikan kabar.


Sedangkan Erva sendiri bukannya tidak mau memberikan kabar kepada Anjar namun pesan yang dikirimkan oleh Erva sejak tadi belum dibaca apalagi di balas oleh suaminya itu.


Daripada gabut dan berpikiran tidak tidak, Erva membuka bukunya dan segera menyelesaikan tugasnya lagi satu persatu.


Hingga akhirnya tiga puluh menit kemudian, Erva mendengar suara pintu terbuka dan ia menoleh ke samping kemudian melihat siapa yang saat ini membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya.


Tentu saja Erva yakin jika yang masuk ke dalam kamarnya ini adalah suaminya tidak mungkin orang lain bahkan Mama Risa pun tidak berani langsung membuka pintu beliau pasti akan mengetuk atau memanggil erpan terlebih dahulu.


Dan ternyata memang benar yang masuk ke dalam kamarnya adalah Dokter Anjar, suami yang sedari tadi ia tunggu-tunggu kedatangannya dan juga sudah ia rindukan.


Anjar tersenyum kemudian mendekati istrinya yang saat ini juga berdiri untuk menyambut kedatangannya.


Seperti yang dilakukan oleh Erva setiap harinya ia mengambil tangan Anjar kemudian mencium punggung tangan suaminya itu dan begitu sebaliknya Anjar mencium kening Erva tetapi suaminya saat ini bukannya cepat melepaskan ciuman tetapi malah menarik tubuh Erva hingga kini berada di dalam pelukannya.


"Aku kangen banget dek."


Erva tersenyum apa yang dirasakannya itu juga dirasakan oleh Anjar yang pastinya keduanya saat ini saling berpelukan sangat erat seperti tidak ingin terpisahkan lagi.


Padahal mereka hanya tidak bertemu dari tadi pagi sampai sore ini tetapi entah mengapa rindu yang mereka rasakan itu seperti bertahun-tahun lamanya tidak ketemu.


Tanpa melepas pelukan dari suaminya ia melihat wajah tampan suaminya yang saat ini terlihat juga wajah lelah dari Anjar.

__ADS_1


"Aku juga Mas kangen banget sama mas, tapi kenapa pesanku tidak dibaca apalagi dibalas."


"Maaf dek, tadi benar-benar sibuk dan ponsel aku taruh di tas jadi tidak dengar."


Erva perlahan-lahan melepaskan pelukan dari suaminya dan ia menatap ke arah Anjar lalu tangannya terulur untuk meminta sesuatu kepada suaminya itu.


"Ngapain dek, minta apa sama aku?"


Anjar bingung sendiri dengan sikap Erva saat ini yang malahan mengeluhkan tangannya seperti meminta sesuatu padanya.


"Minta uang lah Mas."


"Uang? Apa yang Mas pasti sudah habis?"


Ya Erva memang minta uang jajan kepada suaminya setiap hari tetapi Anjar menolak karena terlalu ribet jika setiap hari harus menyempatkan diri untuk memberikan uang kepada istrinya iya kalau dia ingat kalau tidak kasihan dengan Erva hingga selesai kesepakatan Anjar memberikan uang tunai itu setiap satu minggu sekali.


Meskipun Anjar juga memberikan beberapa kartu kredit, tetapi yang namanya Erva, ia meminta uang tunai saja untuk jajan di kampus.


"Bukan begitu, uang yang Mas berikan masih banyak tetapi aku minta uang hasil dari kerja mas seharian ini."


Anjar melongo, ia bingung dengan apa yang diucapkan oleh istrinya itu bahkan Anjar sama sekali tidak paham mengapa istrinya tiba-tiba meminta uang hasil kerjanya setiap hari, bukankah semua uang sudah diberikan kepada Erva semua tetapi mengapa sekarang malahan Erva memintanya lagi.


"Aku gak mudeng apa maksud kamu, dek..Apa coba itu jelaskan sama aku."


"Bentar bentar aku tanya dulu sama Mas, Mas hari ini ke mana?"


Sungguh lucu sekali suaminya sudah pulang-pulang capek dan ingin istirahatkan tubuhnya tetapi mengapa Erva malah meminta untuk main tebak-tebakan dengan suaminya itu.


Tetapi Anjar tidak masalah laki-laki itu tersenyum yang gemes dengan istrinya saat ini yang membuat rasa lelahnya menjadi hilang seketika apalagi melihat kelakuan Erva yang sangat manja.

__ADS_1


"Aku seharian kerja dek, dan semuanya untuk kamu."


"Itu Mas tahu berarti aku minta uang hasil kerja mas hari ini."


Anjar menepuk jidatnya sendiri ia baru paham dengan apa yang dimaksud oleh istrinya tadi dan tentu saja tidak mungkin Anjar memberikan uang hasil kerja kerasnya seharian ini karena apa profesi Anjar adalah sebagai seorang Dokter bukan seorang punya usaha yang setiap hari mendapatkan keuntungan.


"Aku gemes sama kamu, pengen aku gigit deh dan apa kamu tidak ingat suami kamu itu kerja apa?"


"Aku sangat ingat Mas adalah seorang Dokter kan dan tidak ada salahnya jika aku meminta uang hasil kerja keras pas satu hari ini."


"Astaga dek, aku itu seorang Dokter, bukan seorang pengusaha yang pulang selalu membawa uang."


"Ya sudah kalau begitu aku lebih baik cari suami seorang penguasa saja dan setiap hari bisa memberikan aku uang hasil kerja kerasnya."


"Eh jangan dong iya iya akan aku berikan."


Anjar merasa aneh dengan perlakuan istrinya saat ini tetapi tidak apalah ia langsung saja mengambil dompet yang ada di saku celananya kemudian membuka dompet itu dan kebetulan sekali di sana ada 10 lembar uang merah tentunya Anjar mengambil semuanya lalu memberikannya kepada Erva.


"Aku tidak mau ini semua!"


Anjar semakin bingung saja tadi istrinya benar-benar ngotot ingin diberikan uang tetapi setelah Anjar memberikannya kenapa Erva menolak.


"Lalu kamu mau apa? jangan membuat batas kesabaran aku habis hingga kamu nanti aku makan tak bersisa."


Erva tersenyum kemudian ia mengambil satu lembar uang merah saja dan dimasukkan ke dalam saku celananya tentu saja ada maksud tersembunyi di balik permintaan uangnya itu


"Lho kok cuma satu lembar ini ambil semua untuk kamu dek."


"Kebanyakan lagi pula aku cuma ingin beli siomay di depan saja dan satu lembar aja itu sudah cukup."

__ADS_1


__ADS_2