
Setelah dari Bandara, Keenan meminta asisten baru nya untuk mengantarkan ke Kusuma Hospital. Entah, rasanya...ia ingin sekali ke sana saat ini, di saat diirinya gagal untuk menemui Erva di sekolah.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, karena bertepatan dengan jam makan siang yang membuat jalanan sedikit macet.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga puluh menit, mobil yang dikemudikan oleh Anto, asisten baru Keenan. Sudah hampir sampai di area Kusuma Hospital.
Deg
Bukannya itu Erva???
Dari kejauhan, Keenan sudah melihat mobil mewah yang terparkir di sekitar Kusuma Hospital, dan laki laki itu yakin dengan mobil yang ada di sana adalah adalah mobil milik Erva, apalagi sekilas ia juga melihat bayangan gadis yang berdiri tidak jauh dari sana.
"To, parkirkan mobil nya di sini saja.", perintah Keenan kepada Anto, ia akan memberikannya kejutan untuk Erva.
Dan beruntung sekali, hari ini Keenan bisa bertemu dengan Erva, padahal ia sudah pasrah tidak bisa bertemu dengan sang mantan terindah setelah mengalami beberapa kendala.
Pucuk dicinta ulam tiba, akhir nya...aku bisa bertemu dengan kamu lagi Beby, dan kali ini ..aku akan memperbaiki semua kesalahan aku yang telah membuat kamu menderita dan terluka, aku janjian akan membahagiakan kamu sayank....
"Iya, Dokter."
Anto mengikuti apa yang diperintahkan oleh Keenan. Selain Keenan adalah atasan nya, Anto juga tau kisah kasih Dokter muda dan tampan itu.
"Kamu di sini saja."
Tidak ingin acara pertemuan pertama nya terganggu, Dokter Keenan meminta Anto supaya diam saja di mobil, tidak perlu keluar apalagi menemaninya.
"Iya, Dokter.", jawab Anto lagi.
Keenan merapikan rambut nya dan juga kaos santainya. Laki laki itu masih terlihat muda meskipun usianya sudah hampir kepala tiga
"Penampilan aku gimana??"
Merasa masih kurang puas, Keenan meminta pendapat kepada Anto. Padahal antara Keenan dan Anto sendiri belum begitu akrab, hanya sebatas kenal dan tau saja.
"Masih rapi dan tidak terlihat tua, Dokter.", jawab Anto yang membuat Keenan langsung membuka matanya lebar lebar., dan menatap tajam ke arah Anto yang sudah berbicara sembarangan.
Tidak terlihat tua?? astaga?? apa aku setua itu???
__ADS_1
"Bukan seperti itu Dokter, Anda salah paham. Maksud saya, penampilan Anda masih terlihat seperti abege pada umumnya, yang terlihat tampan dan juga mempesona."
Meskipun tidak terlihat tua, tetapi...tidak di pungkiri kalau Keenan sudah ada kerutan di wajahnya, walaupun itu tidak mempengaruhi kadar ketampanan nya
Tidak ingin kehilangan jejak Erva, Keenan buru buru keluar dari mobil, ia ingin menghampiri Erva dan memberikannya kejutan untuk gadis cantik itu.
Keenan yakin, kalau Erva pasti masih mencintai nya dan mau memaafkan segala kesalahannya.
Laki laki itu melangkahkan kakinya, mendekat ke arah Erva yang seperti nya belum menyadari kedatangan nya.
Dengan langkah pelan, Keenan mendekati Erva...ia akan memeluk dan memberikan kasih sayang untuk gadisnya yang selama satu tahun di tinggalkan.
"Ehem...."
Deheman dari seseorang membuat Erva kaget dan langsung membalikkan badannya. Penasaran, siapa yang ada dibelakang nya, dan datang secara tiba-tiba. Padahal, seingatnya....tidak ada siapa-siapa di sini, hanya ada diirinya saja yang kebetulan lewat dan menghentikan mobilnya.
Dokter Keenan.....
Erva kaget, ia hanya diam dan menatap laki-laki yang kini tersenyum manis kepada nya. Lidahnya kelu, ia hanya mampu mengucapkan nama Dokter Keenan di dalam hati saja, seperti sedalam rasa sakit yang ia rasakan selama ini
Antara Keenan dan juga Erva masih saling menatap. Keduanya sama sama larut dalam pikiran nya masing masing.
Kenapa kamu semakin cantik dan menarik Beb, satu tahun tidak bertemu.. banyak hal yang berubah pada dirimu, dan aku sangat merindukan pelukan dan juga ciuman mesra mu...
"Beby, apa kabar???"
Setalah saling menatap, Keenan membuka obrolan yang pastinya terasa asing untuk dirinya dan juga Erva.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu. Seperti yang Pak Dokter lihat, aku baik baik saja. Permisi."
Tidak mau terlibat obrolan dengan suami orang, Erva memutuskan untuk pergi dari sana, ia tidak mau terlibat dengan seseorang yang sudah menyakiti hatinya, apalagi laki laki itu sudah mempunyai istri.
"Beby...tidak ada alasan untuk kamu melarang Mas memanggil seperti itu."
Tangan Keenan memegang pergelangan tangan Erva, dan otomatis mau tidak mau menghentikan langkah kakinya.
Posisi kedua nya saat ini sangat dekat, bahkan Keenan bisa mencium aroma parfum Erva yang menenangkan dan membuat nya candu.
__ADS_1
"Ada alasannya Dokter Keenan. Anda seorang Dokter dan aku hanyalah gadis biasa, mantan pasien Anda. Dan alangkah baiknya jika tidak memanggil seperti itu."
Erva berusaha untuk melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Keenan, tetapi. tidak bisa.
"Oh begitu..mantan pasien sekaligus juga mantan pacar terindah....Beby ...."
"Bulsyeeet.... terindah??? bahkan aku sudah lupa kalau pernah punya pacar Anda, Apalagi kenangan terindah bersama Anda.", ucap Erva bohong.
Padahal, baru saja ia mengingat kembali semua kenangan nya dengan Keenan, setelah melewati taman kota, Rumah Sakit dan juga Kusuma Hospital.
Bukannya marah, Keenan malahan tersenyum dan menikmati keindahan wajah Erva yang menurut nya sangat cantik dan tidak membosankan.
"Jangan seperti itu Sayank, tidak baik. Dan Mas senang sekali bisa melihat kamu lagi..."
Tidak ada jawaban dari Erva, rasanya ia ingin sekali melepaskan diri dan pergi dari sana secepat nya, tidak ingin berlama lama lagi dengan Dokter Keenan.
"Lepas!! aku mau pulang!!!"
Keenan menggeleng , "Tidak akan, Mas ingin ngobrol banyak dengan kamu, Mas kangen Beby...."
Erva memejamkan mata, kedatangan Keenan membuat gejolak di dalam tubuh nya semakin tidak terkendali. Entahlah....rasa senang dan juga campur kecewa kini bersarang di dalam otaknya.
"Maaf, aku tidak punya waktu. Lepasin!!!"
Erva berusaha melepaskan diri dari Keenan, tetapi... semakin ia berontak, semakin kencang saja Keenan menggenggam tangan Erva.
"Sebentar sayank, please!!!"
Erva menghela nafas, rupanya laki laki di depannya ini tidak bisa dengan cara baik baik , hingga akhirnya....Erva mempunyai cara untuk melepaskan diri dari Dokter Keenan.
Rasain!!!
"Au...sakit sayank....", teriak Keenan yang kesakitan manakala kakinya di injak oleh Erva, dan membuat ia melepaskan tangan Erva.
Merasa ada kesempatan, Erva lari meninggalkan Keenan dan langsung saja naik ke dalam mobil, sebelum Keenan sadar dan mengejar nya.
"Beby tunggu!!!", teriak Keenan.
__ADS_1
Laki-laki itu mengejar Erva yang baru saja masuk ke dalam mobil, dan mengetuk kaca jendela mobil nya.
"Beby, maafkan Mas, Mas menyesal....dan Mas masih mencintai kamu sayank...."