
"Rumah kamu sayank, Mas tau.", jawab Keenan.
Glekkk...
Rupanya Keenan memang tidak lupa, dan itu artinya Keenan benar benar gila dan tidak memperhatikan di mana ia sekarang berada.
Erva semakin was-was, berulang kali Erva mencoba untuk melepaskan diri, tetapi tidak bisa. Tubuh nya sudah terkunci, dengan kedua tangan yang masih berada di atas.
Keenan semakin nakal, laki laki itu mencoba ingin meraih bibir Erva tetapi dengan cepat Erva memalingkan wajahnya. Erva bukan Erva yang dulu, yang begitu mudah nya memberikan ciuman pertama untuk Keenan dan kali ini tidak akan ia berikan dengan mudah ...apalagi mengingat semua yang dilakukan Keenan padanya.
"Sayank aku kangen..."
Semakin dekat Erva menggelengkan kepala nya....ia tidak mau dirusak oleh Keenan meskipun laki laki itu akan bertanggungjawab nantinya. Pikiran nya Erva sudah ke mana mana....ia bahkan memikirkan sesuatu yang belum terjadi.
"Jangan lakukan, mau di gebukin sama Papah?"
"Tidak masalah...malahan bagus ..sekalian Papah lihat dan itu tandanya kita harus segera menikah....."
"Jangan gila!! oke... please.. minta apapun tapi lepaskan aku..."
Akhirnya, Erva tidak mempunyai pilihan lagi ..ia mengeluarkan kata kata yang sebenarnya tidak ingin dikeluarkan nya. Tentu saja, ia tau apa yang di mau oleh Keenan.
Tetapi, demi keamanan nya ...ia akan melakukan apa yang dimau Keenan namun tentu nya dengan syarat.
"Good girl!!!"
Seperti yang Keenan mau, kalau Erva akan meminta apapun supaya si lepaskan, dan itu seperti yang Keenan pikirkan dan harapkan.
"Jadi pacarku lagi, atau.. kita langsung tunangan dan lusa menikah...."
Gila!! permintaan yang tidak masuk akal untuk Erva.... tidak mungkin ia menerima syarat itu...ia tau kalau laki laki didepannya masih sangat mencintai dirinya.... tetapi bagi Erva... semua sudah berakhir..
Seperti yang ia katakan pada Mona, Erva tidak akan memungut kembali sampah yang telah ia buang.
__ADS_1
Erva menggeleng, tidak mungkin ia menerima tawaran dari Keenan..jadi pacar?? tunangan dan menikah?? oh tidak...
Disamping Erva tidak mau lagi dengan Keenan, ia juga tidak memikirkan akan menikah muda setelah apa yang ia alami dulunya.
Yang Erva inginkan adalah fokus kuliah saat ini... entahlah kalau nanti....
"Jangan itu ...kalau yang itu Kakak sudah tau jawabannya."
Keenan menghela, jawaban dari Erva seperti nya membuat ia patah semangat dan ingin langsung melakukan hal hal yang tidak boleh dilakukan nya.
Tetapi, Keenan sadar ..ia tau siapa Erva sebenarnya....semakin di paksa maka Erva akan semakin menjauh, dan Keenan tidak mau itu.
"Oke ...Mas ganti...."
Keenan berpikir sejenak, ia sebenarnya berat untuk mengganti apa yang diinginkan...dan lebih baik melakukan apa yang ingin dilakukan nya. Tidak masalah kalau sampai Erva hamil, itu tandanya Keenan lah pemenang nya dan aman segera di nikahkan. Tetapi, bukan itu..ya kalau Erva menerimanya kalau tidak....atau mungkin Erva akan membencinya....
Memutar otak, mencari cara bagaimana supaya ia tidak kehilangan Erva dan Erva tidak menjauhi nya.
Hinga akhir nya , sebuah ide tercipta di pikirannya...memang tidak sulit ...tetapi akan membuat Keenan semakin dekat dengan Erva..bahkan gadis itu tidak mampu untuk berpaling dan meninggalkan nya.
Hufhhh ...
Erva menghela nafasnya, kebanyakan jangan yang diucapkan oleh Keenan yang membuat Erva sebenarnya keberatan. Ia yang selama ini mencoba menghindar dan mati matian melupakan Keenan, mengapa malahan di pertemukan kembali dengan laki laki brengssekkkk yang sudah melukai hatinya.
Bingung, kalau ia menerima apa yang diinginkan Keenan...ia tidak akan bebas, dan setiap hari selalu diteror Keenan dengan berbagai alasan untuk dapat bersama nya, tetapi...kalau tidak...hari ini dan detik ini pula...ia harus menyerahkan sesuatu yang paling berharga dan sudah dipastikan akan menikah dengan Keenan.
"Bagaimana sayank?? pilih yang mana??"
"Oke...aku pilih permintaan kamu saja, tetapi..aku juga punya kehidupan sendiri yang tidak setiap saat bisa bertemu dan menemanimu..."
Erva sudah memutuskan, daripada ia habis ditangan Keenan malam ini...ia lebih memilih untuk mengikuti apa yang Keenan mau, meskipun sebenarnya juga itu bertentangan dengan apa yang ada di dalam hatinya.
"Sungguh??", Erva mengangguk.
__ADS_1
"Kamu tau aku kan?? aku tidak mungkin berbohong...aku bukan kamu..."
Keenan tersenyum... meskipun ucapan dari Erva membuat hati Keenan sedih, tetapi kenyataannya memang seperti itu. Ia tekan membohongi perempuan sebaik Erva, dan jika Erva marah..itu adalah konsekuensi dari apa yang sudah ia lakukan.
"Oke....tapi kasih bukti dulu!!!"
Bukti?? bukti apa lagi ..lagi lagi Erva dibuat emosi dengan kelakuan Keenan...sudah dikasih hati malahan minta yang lainnya.
Keenan menunjuk bibirnya dengan isyarat kalau ia ingin dicium oleh Erva .... sesuatu yang Keenan rindukan selama ini.
"No...bukan muhrim!!!"
"Awas!!"
Melihat Keenan lengah...Erva langsung saja mendorong tubuh Keenan, yang membuat Keenan terjatuh hingga Erva akhirnya bisa bebas dari kungkungan tubuh Keenan.
"Awas kamu sayank...."
Keenan menggelengkan kepala nya, ia gemas sendiri dengan tingkah Erva yang membuat nya panas dingin tidak menentu., tapi. ...Keenan suka dan berjanji akan membuat Erva kembali lagi di sisinya.
"Aku akan membuat kamu jatuh cinta lagi dengan ku, Er...karena aku tau...hati dan perasaan kamu masih sama ... dan hanya untuk aku..."
Keenan tersenyum...ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mandi sebentar, setelah itu mengganti pakaian nya.
Sedangkan Erva, ia lega ... meskipun harus bertemu dengan Keenan lagi, setidaknya ia bisa selamat dan tidak menjadi istri Keenan dalam waktu singkat.
Untuk urusan nanti, ia akan pikirkan bagaimana caranya ia tidak harus bertemu dengan Keenan setiap harinya.
"Er.. bantu Mamah nyiapin makan malam."
Makan malam?? Erva paham...pasti setelah ini...Keenan akan di minta untuk makan malam. Bukannya tidak suka... tetapi nanti malahan membuat laki laki itu semakin GeEr saja, dan Keenan pikir kalau dirinya masih berharap.
Tetapi, rasanya ia tidak mungkin membantah...Mamah nya begitu baik seperti ibu peri.... padahal Erva juga tau kalau Mamah Hana masih kesal pada Keenan dan bisa menutupinya dengan baik, tidak seperti dirinya.
__ADS_1
Erva membantu menyiapkan semua nya, dari mengambil lauk pauk dan nasi dari dapur lalu membawanya ke ruang makan. Dan tentu nya di sana sudah ada Papah Bram yang duduk dengan wajah yang tidak dapat lagi dijelaskan dengan baik dan benar.
Bencana akan datang...kamu yang memilih untuk mendatangi bahaya itu Dokter Keenan, jadi rasakan lah...