Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Segitu Gampangnya


__ADS_3

Papah Bram memejamkan matanya, beliau tidak tau harus berbuat apa lagi. Ucapan Keenan memang sangat jelas dan dapat dipercaya apalagi Keenan mempunyai bukti yang akurat berupa salinan akta cerai nya yang sudah ia foto di ponsel.


Tidak dapat berkata apa apa, bukan berarti Papah Bram menyetujui dengan apa yang dikatakan oleh Keenan. Ia bahkan masih belum yakin seratus persen dengan Keenan.


Bukan karena perceraian laki laki itu, tetapi karena sikap dan sifat Keenan yang tidak dapat ditebak, karena Keenan begitu mudahnya meminta maaf dan mengatakan cinta pada Keenan setelah bercerai.


"Meskipun kamu sudah bercerai, tetapi Om masih sakit hati sama kamu. Kamu .. dengan seenaknya meninggalkan Erva dan menikah dengan orang lain, lalu... setelah kamu dan dia bercerai..kamu ingin kembali lagi kepada Erva...."


Papah Bram menggelengkan kepalanya, ia tidak tau apa yang ada di dalam otak Keenan saat ini. Dengan seenaknya meminta Erva untuk kembali setelah dia bercerai., apa segitu gampang nya hati Keenan berubah??


"Lalu, misal kamu tidak bercerai...kamu pasti akan bahagia dengan istri mu dan melupakan rasa sakit yang telah kamu torehkan untuk Erva, iya kan??"


Tidak perlu ditanya, pasti jawabannya adalah iya. Manusia memang begitu, setelah tiada baru menyesal dan meminta maaf.


Keenan diam, ia tidak bisa menjawab karena apa yang dipikirkan oleh Papah Bram mungkin ada benar nya juga. Kalau ia saat ini masih dengan Amira.. pastinya tidak akan meminta maaf pada Erva dan juga Papah Bram, bahkan bisa dipastikan kalau Keenan juga tidak lagi mengingat Erva... tidak lagi mengingat kalau ia pernah menyakiti gadis sebaik dan se setia Erva.


"Sebaiknya kamu pulang, karena aku yakin kalau putriku juga tidak akan mau kembali lagi sama kamu."


Papah Bram sudah geram, kesal dan entah apa namanya...Papah Bram meninggalkan Keenan dan lebih memilih untuk naik ke atas menuju kamar nya.


"Tapi Om, aku sangat mencintai Erva dan akan menjadikan Erva istri ku Om...", ucap Keenan lagi dengan suara yang dibuat agak keras karena Papah Bram sudah menaiki anak tangga.


Papah Bram menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke arah Keenan sembari menggelengkan kepala nya. Entahlah apa maksud dari gelengan kepala dari Papah Bram , apa itu tandanya beliau tidak setuju atau apa ... tidak tau.


Kini, di ruang tamu tinggallah Erva dan Keenan saja di sana, dan keduanya sama sama terdiam, hingga akhir nya Keenan yang angkat bicara.


"Mas akan buktikan ke Papah kamu kalau Mas benar benar serius dan tidak main main sayank....", ucap Keenan pada akhirnya setelah beberapa menit terdiam.


"Tidak perlu...dan sebaiknya kakak pulang , ini sudah malam."

__ADS_1


Tidak ingin membuat Keenan terpehape...Erva akhirnya meminta untuk Keenan pulang saja ..ia tidak mau laki laki itu berpikiran yang tidak tidak.


"Oke, Mas pulang... besok Mas jemput, kuliah pagi kan??"


Entah dari mana Keenan tau jadwal kuliah nya Erva, yang pasti selama ini Keenan sudah membayar mahal seseorang untuk menyelidiki semua tentang Erva.


"Tidak perlu, aku biasa jalan sendiri...."


"Tidak ada penolakan, atau mau Mas buat kamu menikah dengan Mas secepat nya??"


Erva melototkan matanya, ancaman Keenan memang tidak berarti apa apa, dan bukan Erva takut dengan ancaman Keenan tetapi ia hanya tidak menyangka saja kalau orang cerdas seperti Keenan bisa mengancam juga, dan menggunakan itu sebagai senjata untuk membuat seseorang tidak bisa berbuat apa apa.


"Coba saja kalau berani!!"


Erva lalu meninggalkan Keenan yang masih berada di sana, ia langsung naik ke atas, dan tidak perduli apakah itu sopan apa tidak.


Keenan tersenyum, ia menatap punggung Erva yang sudah lebih dulu pergi menjauh dari nya., kemudian Keenan pun pergi dari rumah Erva.


...****...


Pagi pagi sekali, Erva bangun. Memang sengaja ia menyetel alarm satu jam lebih pagi dari biasanya.


Erva ingat betul ucapan Keenan semalam kalau laki laki itu akan menjemput nya pagi ini. Erva juga tidak mematikan ponsel nya, dan masih seperti biasanya supaya Keenan tidak curiga.


Bukannya takut untuk bertemu dengan Keenan, tetapi ia malas. Apalagi kalau yang dibicarakan hanya itu itu saja... membuat Erva jengkel.


Seperti biasa pula, gadis itu sudah memakai pakaian dan menghias wajahnya ala kadarnya. Tidak terlalu menor tetapi selalu membuat lawan jenis ingin memiliki Erva.


Tetapi, lagi dan lagi ..entah karena trauma atau apa.... Erva sangat pemilih saat ini, bukan hanya yang ingin menjadi pacarnya, tetapi..ia juga memilih laki laki yang akan menjadi teman nya., yah .. khusus laki laki saja yang ada syarat nya ...

__ADS_1


Bukan karena apa apa, tetapi....ia tidak mau seperti Keenan dulu nya yang tiba tiba masih cinta dengan sang mantan, hingga akhir nya balikan dan menikah...yang membuat Erva sakit hati.


Sudah rapi dan cantik, Erva bergegas untuk keluar dari kamar dan turun ke bawah, tidak lupa mengambil kontak mobil dan juga ponselnya.


"Pagi bik...."


Erva langsung ke dapur, ia tau kalau jam segini bibik masih masak dan pastinya belum ada yang matang, Mamah Hana saja belum keluar satu kamar.


"Pagi Non, mau berangkat?? kok tumben?? tapi sarapan belum matang...", ujar Bibik asisten rumah tangga Erva.


"Tidak masalah, aku minum susu saja, karena buru buru mau ke kampus...."


Erva mengambil gelas dan membuat susunya sendiri, meskipun bibik sudah menawarkan untuk membuatkan nya, tetapi Erva menolak.


"Non mau ke kampus sepagi ini karena menghindar dari Pak Dokter kan.?"


"Tau aja bik...tapi benar deh...."


Semalam bibik tidak sengaja mendengar ucapan Keenan yang mengatakan kalau ingin menjemput Erva pagi ini , tetapi Erva malahan memutuskan untuk berangkat lebih awal.


"Tapi..kalau bibik ya non, bibik milih Dokter yang satunya lagi..yang pendiam dan juga kesannya dingin banget itu, tapi laki laki seperti Dokter itu penyayang loh non... daripada Dokter Keenan yang ah ...non pasti hafal deh...."


"Bibik bisa aja."


Erva tersenyum, lalu duduk dan meminum susunya sampai habis, setelah itu pamit untuk berangkat ke kampus.


Pagi ini ia tidak mau ada drama drama lagi antara dirinya dan jug Keenan, dengan topik pembahasan yang sama tentu nya.


Tidak ada yang tau kalau Erva sudah berangkat, hanya asisten rumah tangga dan juga satpam serta supir yang ada di depan sana. , karena kedua orang tua nya Erva masih belum turun juga, maklum masih pagi dan belum ada jam enam.

__ADS_1


__ADS_2