
Hari ini adalah hari di mana Erva dan Anjar akan melangsungkan pernikahan. Acara pernikahan itu dilangsungkan di sebuah hotel bintang 5 yang termewah di kota itu dan tentu saja bukan hanya keluarga dan teman-teman di antara kedua calon mempelai saja tetapi banyak dari kalangan pengusaha muda lainnya yang datang untuk menghadiri acara pernikahan itu.
Tidak lupa juga dengan beberapa panti asuhan yang terdekat di tempat Erva maupun Anjar juga turut hadir untuk memeriahkan acara berlangsungnya pernikahan Erva dan juga Anjar, dan tentu saja itu adalah permintaan dari Erva sendiri untuk menghadirkan beberapa panti asuhan untuk menyaksikan betapa meriahnya pesta pernikahan nya nanti.
Hari ini dimulai dari acara ijab qabul yang akan dilaksanakan pukul 08.00 pagi dan tentu saja sesuai dengan permintaan Anjar sendiri, acara sakral itu hanya bisa disaksikan secara langsung oleh keluarga inti saja yang artinya selain keluarga inti tidak diperbolehkan untuk masuk di sebuah ruangan yang sudah didesain khusus untuk acara ijab qabul.
Tetapi tidak membatasi tamu undangan yang akan hadir tepat pukul 08.00 pagi nanti bisa melihat acara ijab qobul itu hanya di sebuah layar besar yang memang disediakan agar semua orang bisa melihat acara sakral itu.
Semua itu adalah permintaan Anjar karena ia sendiri khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Keenan nantinya dan untuk menanggulangi rasa kekhawatirannya Anjar meminta ruangan khusus hanya dihadiri oleh keluarga ini saja dan juga beberapa pengawal penting yang akan mengamankan jalannya acara itu.
Semua sudah siap, baik itu hotel tempat berlangsungnya acara nanti dan juga kedua mempelai saat ini.
Baik Erva maupun Anjar sama-sama berangkat dari rumahnya masing-masing dan tentu saja mereka dikawal oleh pengawal yang super ketat yang memang ditugaskan oleh Anjar untuk mengawal dirinya maupun calon istrinya.
Rasa kekhawatiran masih menyelimuti di benak Anjar, tentu saja setelah kemarin Anjar mendapatkan berita kalau Keenan datang untuk menemui Erva dan melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuat Erva menggagalkan pernikahannya. Tetapi, untung saja Erva tidak goyah dan tidak membatalkan pernikahannya Tetapi malah mengusir Keenan dari rumahnya.
Tentu saja masalahnya di sini bukan dari Erva tetapi dari Keenan sendiri yang mana Keenan belum bisa untuk melepaskan Erva dan akan tetap menghantui Erva saat ini meskipun Erva itu sudah menjadi milik Anjar.
Oleh karena itu Anjar harus tetap waspada demi semua berjalan lancar, apapun yang akan ia lakukan termasuk menugaskan beberapa pengawal bersenjata untuk berada di sekitar hotel itu nanti.
"Kamu cantik sekali sayank." puji Mama Hana yang saat ini sudah berada di kamar Erva dan tentu saja Erva sudah didandani sangat cantik hingga membuat Mamah Hana pangling.
__ADS_1
"Namanya juga perempuan Mah yang pastinya cantik dong."
Meskipun sebenarnya apa yang dikatakan oleh Mamah Hana benar tetapi Erva sangat malu jika dipuji cantik.
Apalagi ini adalah pertama kalinya ia berdandan seperti ini dan tentu saja ia nanti juga malu ketika bertemu dengan Anjar dan tidak tahu bagaimana reaksi dari calon suaminya nanti ketika melihat dirinya yang didandan seperti putri dari sebuah kerajaan itu.
"Nanti pasti Dokter Anjar akan pangling melihat kamu."
"Apa ini make up nya gak ketebalan Mah bisa dihapus nggak?"
Erva melihat pantulan wajahnya di cermin dan ia menggeleng pelan karena memang bedaknya sangat tebal dan juga banyak sekali aksesoris lainnya yang menempel di sana yang membuat ia tidak pede dengan wajahnya saat ini.
"Jangan dihapus, ya memang begitu kalau jadi pengantin itu, dan itu tidak tebal sayank .. itu sudah biasa."
"Jangan khawatir Dokter Anjar pasti nanti suka, yuk turun sebentar lagi kita berangkat."
Erva yang sudah didampingi Mona dan juga Mama Hana langsung saja turun ke bawah dan di bawah sudah disambut beberapa keluarga yang akan mengantarkan Erva untuk bertemu dengan calon suaminya di sebuah hotel yang sudah disediakan untuk tempat berlangsungnya acara pernikahan nanti.
Sementara di tempat yang lain, Anjar juga sudah siap dengan balutan busana yang tentunya warnanya senada dengan pakaian yang dikenakan oleh Erva.
Laki-laki itu hari ini terlihat sangat tampan dan juga gagah, meskipun setiap harinya juga terlihat tampan tetapi hari ini auranya sangat berbeda.
__ADS_1
Terlebih lagi Mama Risa yang sejak kemarin tidak berhenti tersenyum , tentu saja karena ia lega ternyata putra tunggalnya itu sudah mendapatkan pendamping di usianya yang menginjak kepala tiga ini.
Tidak masalah Anjar telat untuk menikah tetapi kali ini pilihan Anjar memang tepat, seorang perempuan yang tidak neko-neko, cantik juga baik hati serta berasal dari keluarga yang terpandang dan juga baik-baik saja meskipun usia keduanya terpaut jauh tetapi Mama Risa yakin kalau Anjar bisa membimbing Erva untuk menjadi istri yang baik.
Dan juga Anjar bisa menjadi suami yang baik yang bisa mengerti bagaimana kondisi istrinya yang masih sangat muda itu.
"Sudah siap An?"
"Siap Mah, ayo berangkat."
Rombongan dari keluarga Anjar juga sudah berangkat dari rumahnya. Tentu saja lancar yang hanya didampingi oleh Mama Risa dan juga Riko di sana untuk hari sendiri sudah mempunyai tugas untuk memeriksa keadaan selama perjalanan dari rumah lancar menuju ke hotel tempat berlangsungnya acara itu.
Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya pengawal yang diperintahkan untuk menjaga rumah Anjar dan juga rumah Erva tetapi Anjar juga memerintahkan Aris untuk menempatkan pasukan bersenjata di sepanjang rumahnya menuju ke hotel. Begitu juga dengan pasukan yang disiapkan oleh Aris dari rumah Erva menuju ke hotel.
Semuanya Anjar lakukan demi keamanan bersama dan demi lancarnya acara pernikahannya nanti.
Tentu saja tidak menutup kemungkinan kalau Keenan benar-benar nekat dan akan membawa kabur Erva dan itu yang tidak disukai oleh Anjar.
"Sebentar Mah, aku mau telepon Aris dulu."
Masih sempat-sempatnya Anjar berkomunikasi dengan Aris tentu saja ingin memastikan bahwa apa yang dikhawatirkan nya tidaklah benar dan juga memastikan kalau Erva juga sudah berangkat dari rumahnya menuju ke hotel.
__ADS_1
Setelah mendengar kabar dari Aris, Anjar mengangguk kemudian melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam mobil karena rombongan keluarga Erva juga sudah berada di perjalanan dan kemungkinan mereka akan tiba di sana nanti berbarengan.
Karena letak rumah Anjar dan rumah Erva yang sama-sama lumayan jauh dengan hotel dan akhirnya mereka akan bersama-sama tiba di sana.