Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Tanpa Bisa Menjawab


__ADS_3

Anjar tersenyum, ia tidak tersinggung atau sakit hati sama sekali dengan ucapan Keenan. Yang ia khawatirkan adalah Erva, bagaimana kalau Erva kembali lagi pada Keenan??


Anjar menggelengkan kepala nya, bingung dengan dirinya sendiri, kenapa tadi bisa ngomong seperti itu di depan Keenan?? apa ia salah makan?? atau kebanyakan minum obat geratisan??


Tidak tau mengapa, padahal dengan Erva saja belum begitu kenal, hanya tadi sore ngobrol lumayan lama, itu saja tidak sengaja...dan tentunya tidak bisa dikategorikan jatuh cinta...


Bingung sendiri, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari cafe itu. Tidak juga memutus untuk pulang ke rumah, meskipun ia sudah tidak ada jam praktek lagi...dan memilih untuk kembali ke Rumah Sakit, mengerjakan pekerjaan yang harus di selesaikan dan tentu saja sambil melihat keadaan Erva.


"Erva ..kenapa kamu selalu ada di benakku???"


Antara senang dan juga bingung, tidak tau dengan isi hatinya saat ini. Belum pernah jatuh cinta membuat Anjar jadi dilema dan bingung mengartikan perasaan dalam hatinya.


Beberapa menit kemudian, laki laki tampan itu sudah sampai di Rumah Sakit. Tujuan utamanya adalah ke ruang perawatan Erva, siapa tau gadis yang sudah mengusik hatinya itu.

__ADS_1


Berjalan lurus ke depan, tanpa melihat ke samping sedikitpun, itulah Anjar. Laki laki dingin yang tidak pernah melihat lawan jenis, baik itu cantik ataupun super cantik


Belum pernah pacaran sama sekali, bukan karena tidak laku atau pemilih, tidak juga trauma pernah di kecewakan oleh orang lain, dan tidak sedang menunggu seseorang seperti Dokter Vikky dulunya.


Tetapi, memang belum ada yang sreg dihati saja. Dan saat bertemu dengan Erva pertama kalinya, Anjar merasa ada yang berbeda dengan gadis cantik itu.


"Mamah...."


Kaget, kenapa ada Mamahnya di sana. Dan darimanapun bisa tau kalau Erva di sini...


Sebelum masuk, Anjar melihat dulu Erva dari pintu kaca, tidak ingin tiba tiba masuk dan mengagetkan gadis itu , tetapi...apa yang dilihat... bukannya melihat Erva tidur, tetapi ..malahan ada Mamah nya yang asik ngobrol dengan Erva dan seperti nya sangat akrab dan sudah kenal lama.


Ceklek...

__ADS_1


Penasaran, Anjar langsung saja membuka pintu.. kemudian menghampiri Mamahnya. Selain penasaran, Anjar juga takut kalau Mamahnya bicara yang tidak tidak tentang dirinya.


"Eh Dokter ganteng tapi masih jomblo datang, sudah Mamah tebak, pasti kamu bakalan ke sini...dan ternyata benar.....", ujar Mamah Risa.


Wanita yang sudah tidak cantik lagi itu begitu semangat kalau menggoda Anjar, tentu saja apa yang dipikirkan oleh Anjar terbukti, yang nyatanya Mamah Risa memang sudah mengatakan sesuatu yang tidak tidak.


"Mamah apa apaan...", protes Anjar.


"Loh, benar kan?? mana pernah kamu membawa pacar ke rumah untuk dikenalkan pada Mamah, jangankan pacar...teman perempuan saja tidak punya...parah kamu An...", ledek Mamah Risa. Beliau punya tujuan selain meledek Anjar yaitu supaya Erva tau kalau putra tunggal nya itu jomblo akut.


"Iya, tapi tidak seperti itu kali...aku tidak punya pacar, bukan berarti aku tidak laku Mah...."


Malu donk, laki laki sekelas Anjar bisa jomblo karatan seperti itu, apalagi dengan umur nya yang sudah mendekat kepala tiga , mengapa tidak punya gandengan.

__ADS_1


"Sama sama An....malu sama umur lah...ya kan Er...."


Mamah Risa malahan meminta pendapat dari Erva, dan gadis itu hanya tersenyum tanpa bisa menjawab apa apa.


__ADS_2