
"Lo memang gila Er...."
Mona menggeleng, ia tidak menyangka kalau Erva bisa melakukan hal seperti itu. Apalagi....Erva berani dengan laki laki yang berprofesi sebagai Dokter...yang mana buka Dokter sembarangan.
Yah, setelah sampai di mobil...Mona yang penasaran...langsung saja mencari tau tentang Dokter tampan yang belum diketahui namanya oleh Mona.
Dan setelah menemukan, gadis itu dibuat melongok seketika dimana ia mengetahui fakta kalau selain menjadi Dokter... Doktet Anjar adalah pemilik Rumah Sakit terbesar di kota ini, yang sebelas dua belas dengan Kusuma Hospital.
"Gila... Dokter Anjar, Sp. B....gila!!! selain Dokter....dia juga pemilik Rumah Sakit dan juga... pewaris... Hotel Kusuma yang paling megah di seluruh Indonesia, bahkan juga diakui di dunia...gila Er...kaya raya...bisa enggak usah kerja Lo... duduk manis di rumah...dan uang jajan ngalir deras hahahaha......"
Mona malahan sudah berpikir yang tidak tidak, bahkan gadis itu membayangkan kalau Erva bersama dengan Dokter Anjar.
"Haishhh ..apa apaan Lo?? mikir Lo kejauhan Mon....gila saja kalau gue harus ngulangin lagi pacaran dengan Dokter... ogah!!!"
Erva masih trauma dengan laki laki yang berprofesi sebagai Dokter. Bukannya ia tidak mau membuka diri dan tidak bisa move on dari Dokter Keenan, tetapi... rasa sakit yang ditorehkan oleh Dokter Keenan sangatlah dalam... hingga Erva menganggap semua Doktet laki laki muda itu sama saja.
__ADS_1
"Hei...bukan seperti itu...dan tidak semua Dokter muda yang tampan itu kelakuannya seperti dokter Keenan..."
Erva tau, memang tidak semua yang ganteng dan juga seorang Dokter itu penghianat seperti dokter Keenan, tetapi....Erva juga harus hati hati dalam menjalankan hubungan.
"Ah iya gue tau....tapi...kenapa mikir Lo kejauhan???"
"Mau tau???", Erva mengangguk.
"Lo tadi merhatiin Dokter Anjar apa enggak?"
"Setelah gue analisa...dan gue juga sudah menarik kesimpulan...gue rasa, Dokter itu menaruh hati pada Lo...."
"What?? jangan sembarangan...."
"Eh... dengerin gue dulu.... gue bukan nya mengada ngada ... tetapi...gue bicara fakta .."
__ADS_1
"Apalagi... sikap dia yang berbeda kalau sama Lo. Lo lihat enggak tadi... bagaimana dia malahan nyapa Lo dan nyuekin gue... padahal.....gue yang nabrak dan gue juga yang minta maaf dan ngajakin dia ngobrol.... terapi... mengapa Lo yang dihampiri ... dan dia malahan ngobrol sama lo, bukan sama gue ..apa itu tidak tanda tanda???", ujar Mona semangat... gadis itu bahkan mengingat kembali bagaimana ekspresi wajah Dokter Anjar ketika melihat dan berbicara dengan Erva.
"Hahaha....tanda tanda apa?? tanda tanda gila??"
Tidak ingin menganggap semua ucapan Mona serius tetapi bukan berarti Mona hanya main main dengan ucapan nya, hanya saja....Erva tidak mau ambil pusing dengan ucapan sahabat baiknya itu.
"Lo yang gila!! tanda cinta bodoh!!"
Gemes sendiri, Mona memukul lengan Erva karena saking tidak koneknya.
"Eh....jangan gila!! Lo mau gue nabrak lagi?? dan berakhir di sebuah ruangan pribadi seseorang??"
"Tidak masalah, siapa tau yang Lo tabrak laki laki tampan, tajir dan juga baik hati....CEO CEO juga enggak apa apa...hahaha....."
Erva menggeleng, tidak mau menanggapi ucapan Mona ..yang memang otaknya agak gesrek kalau urusan cinta.
__ADS_1
"Awas saja kalau Lo sampai jatuh cinta, ini aja bilang tidak dan geleng geleng kepala...siapa tau besok besok jadi cinta...", ujar Mona yang mengamini ucapan nya sendiri . berharap Erva bisa menemukan laki laki yang baik dan setia.