Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cerita Erva


__ADS_3

Tidak mempedulikan teriakan Keenan, Erva menyalakan mesin mobil nya dan segera meninggalkan tempat itu.


Entah mengapa, ia bisa bertemu dengan laki laki yang sudah satu tahun ini dihindari nya, bahkan ia sendiri sudah bersyukur tidak lagi bertemu dengan laki laki itu, tetapi hari ini... kenyataan berkata lain.


Tidak tau, apakah ia harus senang atas pertemuan pertama nya dengan Dokter Keenan atau sebaliknya...


"Memang benar benar hari yang tidak menyenangkan sama sekali, dan itu semua gara gara Dokter sinting itu!!"


Mulut Erva komat kamit, gadis cantik itu mengumpat Dokter Anjar yang entah mengapa hari ini menjadi kambing hitam dari serentetan kejadian yang menimpa Erva.


Tidak ingin berlarut larut memikirkan apa yang terjadi, terlebih memikirkan dokter Keenan, Erva memutuskan untuk fokus saja mengemudi nya, ia tidak ingin ada Anjar Anjar lain nya yang memanfaatkan diirinya.


Tidak lama, mobil yang dikemudikan oleh Erva sudah sampai di halaman rumah nya. Belum sempat keluar, ia sudah melihat mobil yang ia tau siapa pemilik nya.


"Romi?? kenapa dia disini???"


Erva keluar, ia penasaran dengan Romi yang tiba tiba sudah berada di rumah nya, padahal tadi laki laki pamit untuk ke kantor karena ada meeting dengan beberapa klien penting.


Penasaran, apalagi Papah dan Mamahnya tidak ada di rumah. Bukan Erva mencurigai Romi, tetapi...untuk apa laki laki itu datang ke rumah, padahal sudah bertemu tadi di sekolah.


"Rom...."


Grepp...

__ADS_1


Bukannya menjawab, Romi malahan memeluk tubuh Erva. Yang membuat Erva bingung dengan baik tingkah mantan pacar nya itu.


"Kamu tidak apa apa??"


Posisi masih memeluk Erva, Romi merasa khawatir dengan keadaan gadis di depannya.


"Hei... lepaskan Rom..."


Bukannya hanya sesak, tetapi... posisinya yang menempel seperti ini membuat Erva tidak enak, apalagi ia tau kalau Romi masih memendam rasa cinta untuknya.


Romi melepaskan pelukan nya, tetapi..ia tidak beranjak dari hadapan Erva, bahkan laki laki itu masih terus melihat Erva secara detail.


"Katakan dulu, kamu baik baik saja kan??"


"Aku khawatir....Mona menelepon ku katanya kamu dibawa oleh laki laki yang tidak dikenal, hanya karena kamu tidak sengaja menabrak mobil nya."


Setelah Mona turun dari mobil, gadis itu lalu menelpon Romi dan mengatakan tentang kondisi Erva. Dan itu yang membuat Romi membatalkan semua janjinya, hanya untuk mencari Erva.


"Aku tidak apa apa, hanya saja .. Dokter itu sangat menyebalkan...", ucap Erva pada akhirnya, dan ia meninggalkan Romi lalu duduk di sofa.


"Dokter???"


Romi mengerti alisnya, Dokter siapa?? Dokter Keeenan?? tidak mungkin, karena Mona tidak mengatakan apapun juga tentang Dokter Keenan, dan setau Romi . Dokter Keenan tidak berada di Indonesia.

__ADS_1


"Iya, Dokter Anjar...ah...kenapa nasibku selalu bertemu dengan Dokter.. dan seharian ini..aku bertemu dengan dua Dokter...."...


Tidak sengaja, Erva mengatakan kalau dirinya bertemu dengan Dokter Keenan, yang membuat pikiran nya berantakan.


"Dokter Anjar?? astaga... nambah lagi saingan aku Er....."


Romi menepuk keningnya sendiri, ia sendiri belum diterima Erva, eh malahan sudah ada laki laki lain yang mendekati gadisnya.


"Iya, Dokter sinting....."


"Lalu, kamu diapain??"


"Di bawa ke Rumah Sakit, lalu di tinggal begitu saja...dan aku tidur di sana ...."


Tidak mungkin Erva menceritakan kalau dirinya dan juga Dokter Anjar berpelukan tadi.


"Tetapi, aku juga menghabiskan makanan dan minuman nya, kemudian pulang deh...."


Persis seperti anak kecil, Erva menceritakan apa yang terjadi tadi siang di Rumah Sakit.


"Dan aku juga bertemu dengan Dokter Keenan.", ucap Erva lagi dengan tiba tiba.


"Apa?? Dokter Keenan???"

__ADS_1


__ADS_2