Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Hanya Menginginkan


__ADS_3

"Bagaimana, puas??"


Setelah Erva pergi, Dokter Rico mendekati Anjar yang sedari tadi hanya diam saja. Laki laki itu ingin tau bagaimana reaksi Anjar setelah kepergian Erva..


Tidak ada jawaban dari Anjar, yang membuat Rico geram seketika dan ingin memukul kepala temannya itu supaya bisa berpikir lebih jernih lagi.


"Aku tidak tau!!, yang aku tau dia mengingkari janji nya untuk dinner dengan ku, itu saja... dan aku pikir memang benar kalau Erva dan Keeenan balikan lagi."


Rico menggelengkan kepala nya, memang susah kalau ngobrol dengan orang yang sama sekali belum pernah jatuh cinta, bahkan untuk sekedar memahami saja sulit..


"Apa bukti nya?? jangan mengumpulkan sesuatu yang tidak tidak!!"


"Ckkk...."


Anjar berdecak kesal, harus bagaimana lagi yang harus dijelaskan supaya Rico paham dengan apa yang ada dalam pikiran nya saat ini. Antara hati dan pikiran nya jauh berbeda, antara apa yang diucapkan dengan yang ada di dalam benaknya tidak lah sama.


Anjar memang sudah ada rasa untuk Erva, bahkan bisa dibilang sudah jatuh cinta, tetapi ..untuk sekedar mengatakan kata I love u saja ia masih ragu.


Dan keraguan itu nyatanya berimbas pada dirinya saat ini, yang sudah begitu percaya kalau Erva balikan lagi dengan Keenan tanpa menyelidiki dulu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Masih tanya lagi?? apa yang dikatakan Erva tadi tidak lah cukup untuk membuat kamu percaya kalau dia memang balikan lagi dengan mantan nya, dan kejadian semalam sudah membuktikan kalau Keenan lebih penting dari aku?? apa itu bukan bukti??"


"Astaga Anjar....."


Lagi lagi, Rico tidak tau lagi harus bagaimana...yang nyata nya memang laki laki seperti Anjar tidak bisa dikasih tau dengan baik baik.


"Terserah.. susah ngomong sama kamu!!, aku pergi...dan jangan menyesal kalau ada apa apa, yang pasti dan aku yakin kamu hanya salah paham..."


Tidak ingin berbicara lama dengan Anjar lagi, yang nyatanya percuma saja, lebih baik meninggalkan laki laki itu dan biarkan Anjar merenungi nasibnya sendiri, salah siapa tidak mendengarkan ucapan dari Rico maupun Erva apalagi menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah kepergian Rico, Anjar melamun seorang diri didalam ruangan nya. Ia memikirkan apa yang dikatakan oleh Erva dan juga Rico, tetapi..ia juga tidak bisa berbuat apa apa lagi, yang intinya Anjar masih galau dengan apa yang menimpa nya saat ini.


Dan untung saja, Anjar hari ini tidak ada jadwal operasi, sehingga ia bebas untuk pulang..


...****************...


Sedangkan di Rumah Sakit lain, pagi pagi sekali Dokter Keenan sudah heboh dengan keinginan sendiri yang membuat kedua orang tua nya menggeleng.


Tidak percaya kalau Dokter Keenan manja dan seperti anak kecil. Gila saja, laki laki itu pagi pagi sudah menginginkan Erva untuk datang ke sana, tentu saja untuk menyuapi dan menemaninya.

__ADS_1


"Aku maunya Erva , Mi...."


"Erva kuliah Keen."


Kesal, sudah berulangkali Mami Arin mengatakan kalau Erva kuliah tetapi...Keenan sama sekali tidak mau menerima nya.


"Tidak, Erva libur hari ini Mi...."


Keenan masih Tidak percaya, padahal Mami Arin sudah meminta Anto untuk mengecek dimana Erva berada.


"Kata siapa? Mami sudah meminta Anto untuk mengecek di mana Erva, dan hasil nya memang Erva berada di kampus.


Keenan diam, entah apa ia yang salah mengingat ingat jadwal Erva atau karena ia ingin bertemu dengan gadis cantik itu.


"Aku mau menunggu Erva saja Mi, ...".


Pada akhirnya Keenan mengalah, tidak mau debat lagi dengan Mami nya yang menyangkut Erva, tetapi ia masih tetap menginginkan Erva hari ini datang lagi


"Sama saja Keen, terserah..kamu mau makan atau enggak, Mami tidak peduli lagi."

__ADS_1


Kesal dengan kelakuan Keenan, Kamu Arin memilih untuk pulang saja dan tak jadi menemani Keenan. Lagian juga percuma karena Keenan hanya menginginkan Erva saja.


__ADS_2