Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Sulit Diartikan


__ADS_3

"Maksud kamu apa Ra??"


Keenan tidak tau apa yang dimaksud dengan ucapan nya tadi, padahal masih ada empat puluh lima menit lagi acara seminar di mulai, tetapi...Amira sudah meminta nya pergi.


Amira menghela nafasnya, ia tidak menjawab tetapi melihat ke arah jari manis Keenan, dan Keenan kaget dengan apa yang dilihat Amira, ia lupa untuk menyembunyikan nya atau malahan melepaskan nya.


"Ini??", Amira mengangguk.


Ia sadar dan tau betul apa arti cincin yang ada di jari manis Keenan itu.


"Kamu sudah menikah kan???"


Keenan tersenyum, bagaimana hatinya tidak bisa dibohongi dan ia pun tidak bisa menyembunyikan semua nya dari Amira, karena Amira bukan wanita bodoh.


"Aku belum menikah, hampir...."


Amira melototkan matanya, ia melihat ke arah Keenan dengan mata yang tajam, melihat dengan jelas apa Keenan saat ini sedang membohongi nya apa tidak. Tapi nyata nya , Amira tidak menemukan kebohongan di mata Keenan sama sekali.


"Hampir??"


Bingung juga dengan ucapan Keenan, apa maksud nya hampir??? apa Keenan sengaja menyindir nya karena hampir saja menikahi nya, atau gimana??


Mendadak Amira juga pusing sendiri, melihat ke arah Keenan yang malahan tersenyum menatap nya, sama sekali tidak terlihat sedikit atau bagaimana.


"Iya, aku sudah tunangan, dan bulan depan menikah..."


Nyeess


Sesak rasanya hati Amira saat ini mendengar ucapan Keenan, tetapi....apa ia pantas marah?? apa ia juga pantas cemburu?? karena kenyataan kisah nya dengan Keenan sudah selesai, dan wajar saja kalau Keenan mencari wanita pengganti diirinya yang lebih baik dan lebih dari segala nya.


"Maaf kalau begitu, sebaik nya aku kembali ke ruangan Mamah...dan terimakasih telah mendengarkan semua cerita ku, dan aku turut bahagia mendengar berita baik darimu...."

__ADS_1


Amira menahan air mata nya, maskipun ia sudah tidak pantas berada di samping Keenan untuk saat ini, tetapi...rasa cinta untuk laki laki itu sangat lah besar, dari dulu hingga sekarang... tidak kurang sedikitpun saja.


Tidak kuat mendengar kenyataan sebenarnya, Amira memilih pergi dari kantin, ia yang memang masih sangat mencintai Keenan, harus rela dan berbesar hati mendengar kenyataan yang terjadi saat ini, kalau Keenan memang bukan untuk nya.


"Tunggu Ra!!"


Keenan berteriak, hingga seisi kantin menoleh ke arah Keenan, tetapi untungnya... mereka tidak tau bahasa Keenan, jadi masih aman.


Amira menghentikan langkah kakinya, ia tidak mungkin berlari seperti tadi, apalagi ini di kantin di tempat umum, di mana semua mata sedang memandang nya saat ini.


Amira masih tetap dengan posisi nya, ia tidak berbalik bahkan menghapus air mata yang keluar tanpa sengaja dari matanya, padahal...ia sudah tahan sejak tadi.


Greppp


Keenan yang berlari langsung saja menghampiri Amira dan memeluk wanita itu dari belakang.


"Aku mencintai kamu, Aku mencintaimu....."


Pernyataan Keenan sangat membuatnya terpaku di tempat, tidak tau mau apa dan harus bagaimana... Amira bingung, dilema... antara senang tetapi juga ada sesuatu yang harus ia selesaikan dahulu.


Apalagi, status Keenan saat ini. Yang tidak lagi sendiri, meskipun belum menikah dan masih tunangan, tetapi...tidak adil rasanya jika ia bahagia diatas penderitaan wanita lain, yang mungkin saat ini sedang menunggu kedatangan Keenan.


"Aku masih mencintaimu, dari dulu sampai sekarang..rasa di dalam hatiku masih ada untuk kamu...."


Ucap Keenan lagi dan masih memeluk erat tubuh Amira dari belakang...ia sudah memikirkan matang matang dengan ucapan nya dan sudah memikirkan semua nya


Cinta yang Keenan rasakan di dalam hati, cinta yang masih sangat besar untuk Amira, tidak bisa ia bohongi.. terlebih...Keenan tau...apa yang terjadi sebelum nya, dan ini juga salah nya.


Maafkan aku Er, bukan aku tidak mencintai mu, dan bukan aku hanya memanfaatkan kamu saja, atau menganggap kamu hanyalah sebagai pelarian saja, tetapi....aku mencintaimu, namun sayang sekali...rasa cinta ku pada Amira lebih besar daripada rasa cinta ku padamu kamu, benci lah aku...jika itu bisa membuat kamu memaafkan aku.....


Keenan sudah memutuskan untuk kembali merajut asmara dengan Amira, dan ia akan memutuskan Erva dan mengembalikan Erva seperti saat ia meminta nya untuk menjaga gadis cantik itu.

__ADS_1


Amira menggeleng, ia membalikkan tubuh nya karena memang harus bicara serius pada Keenan, dan juga tidak ingin dilihat banyak orang, padahal orang orang di sana tidak perduli...hanya kaget saja untuk sesaat.


"Meskipun aku mencintaimu Keen, tetapi....aku tidak pantas untuk kamu, aku sudah......"


Keenan menutup mulutnya Amira dengan jarinya, dan ia pun menggeleng. Keenan tau apa yang akan dikatakan oleh Amira saat ini.


"Aku akan menerima kamu apa adanya, dan tidak akan melepaskan kamu... setelah seminar aku selesai... ikut lah dengan aki ke Jakarta, dan kita rawat Mamah di sana...."


Bukannya bodoh untuk membiarkan ibunya Amira ke Jakarta, padahal pengobatan di negara ini sudah sangat bagus, tetapi sebagai Dokter....Keenan paham dengan kondisi Tante Mita, yang memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi .... hanya menunggu waktu saja.


"Tidak Keen, aku tidak pantas untuk kamu. Lalu bagaimana dengan calon istri mu?? aku tidak ingin merebut apa yang sudah menjadi miliknya...aku juga seorang wanita...."


Amira berusaha untuk tidak menerima Keenan, meski ia masih sangat mencintai mantan tunangan nya ini, tetapi...ia sadar... bagaimana dirinya dan juga status Keenan.


"Aku akan membicarakan dengan Erva sepulang dari sini, aku tau kalau aku salah karena terlalu cepat mengambil keputusan untuk bersama dengan Erva, padahal hatiku masih ada nama kamu. Dan aku yakin, Erva pasti akan mengerti...apalagi aku dan kamu masih sama sama saling mencintai..."


"Kamu mau kan Ra???"


Amira memejamkan mata nya, ia yang memang masih sangat mencintai Keenan akhirnya mengangguk karena hatinya juga masih terpaut dengan laki-laki itu


Keenan tersenyum, lalu memeluk tubuh Amira. Hari ini, ia sangat bahagia...karena kembali menemukan wanita yang masih mengisi hari hari nya dan masih ada di dalam hatinya, meskipun ada hati yang terluka dan kecewa juga sakit hati dengan keputusan nya.


Sedangkan Dimas, sedari tadi...ia mencari keberadaan Keenan. Ia juga menghubungi nomer Keenan, tetapi...tidak ada jawaban dari laki laki yang saat ini sedang kasmaran itu.


Padahal, lima belas menit lagi....Keenan sudah ada di tempat seminar, dengan Dokter Vikky yang sudah berada di sana bahkan menanyakan di mana Keenan berada.


Lelah mencari, hingga akhirnya Dimas memutuskan untuk pergi ke kantin, tujuan bukan mencari Keenan dan tidak berpikir kalau Keenan ada di sana, tetapi...ia ingin meminum segelas kopi, untuk menghilangkan pusing dan penat nya saat ini.


Tetapi, baru saja ia melihat Keenan dengan seorang wanita yang sedang berpelukan, dan Dimas pun langsung memanggil dan menghampiri Keenan.


"Keenan......"

__ADS_1


Panggil Dimas, yang membuat Keenan melepaskan pelukan nya, dan menatap ke arah Dimas, dengan tatapan yang sulit diartikan.


__ADS_2