Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Menjelaskan


__ADS_3

POV Erva.


Aku meninggalkan Keenan lagi, setelah mengatakan sesuatu pada laki laki itu. Seharusnya, dia sadar diri dan meninggalkan aku, yang nyatanya sampai saat masih terus berdiri di sana dan membuat mood ku jadi berantakan.


Yah, padahal ini adalah hari pertama aku masuk kuliah setelah beberapa hari sakit dan dirawat di Rumah Sakit, dan seharusnya hari ini aku lebih bersemangat dan senang karena bisa bertemu dengan teman temanku, tetapi... nyatanya...pagi pagi sudah di buat hancur oleh Keenan, mantan tunangan ku sendiri.


Melihat Keenan yang diam saja, akhirnya aku memutuskan untuk balik ke kampus, tidak perduli harus dengan jalan kaki atau naik ojol sekalipun.


Tetapi... langkah kaki ku berhenti manakala mendengar suara Keenan berteriak lagi.


Oh Tuhan...ini ini di cafe...bahkan di hutan... tetapi untung saja masih sepi dan belum begitu banyak orang yang mengunjungi cafe itu.


"Mas sudah berpisah satu tahun yang lalu...dan sekarang Mas single..."


Deg


Lagi dan lagi, aku harus menghentikan langkah ku. Kali ini aku menggeleng, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keenan.


Cerai?? satu tahun yang lalu?? apa tidak salah?? bukannya pernikahan nya juga baru satu tahun?? kok bisa??


Aku tidak langsung saja percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keenan, bagiku..laki laki seperti Keenan itu bisa melakukan apa saja untuk mendapat apa yang diinginkan. Begitu untuk mendapatkan aku ..bisa saja Keenan berbohong dan mengatakan kalau dia sudah bercerai dengan istri nya, tetapi nyatanya tidak....


Tidak...aku tidak boleh percaya begitu saja...apalagi dengan Keenan.


Tidak ada ekspresi dari aku, Keenan akhirnya mendekat dan berdiri di samping ku ...dia tau kalau aku masih tidak percaya dengan apa yang diucapkannya.


"Mas serius...Mas dan Amira sudah berpisah satu tahun yang lalu?? kamu pasti tidak percaya....kita bicara lagi...Mas akan jelaskan."


Keenan mencoba meyakinkan padaku kalau dia memang sudah bercerai dari istri nya, tetapi...aku masih ragu...mana mungkin ada pernikahan kilat?? dan aku juga belum ilang ingatan...kalau baru saja satu tahun mereka menikah..apa yang sebenarnya terjadi??


"Maaf...lima belas menit lagi aku masuk kuliah...", tolak ku.


Bukan mencari alasan, tetapi memang kenyataannya seperti itu. Kau harus masuk kuliah, lima belas menit lagi.. meskipun dosennya memberikan toleransi selama lima belas menit juga untuk telat masuk... tetapi..aku tidak mau kalau ngobrol dengan Keenan lagi....apalagi mendengar kenyataan yang baru saja aku dengar.


"Oke.. tidak masalah...Mas anterin...."


Keenan tidak mau mengalah rupanya...dia masih saja menguntungkan untuk ngobrol panjang lebar dengan ku.

__ADS_1


Aku mengangguk. Okelah... dari apa harus jalan kaki...dan lagian aku juga penasaran ingin mendengar cerita yang sebenarnya...ada masalah apa sampai Keenan menyudahi hubungan nya.


Keenan tersenyum senang, dia berusaha meraih tanganku untuk digenggam... tetapi dengan cepat aku langsung menepis nya. Enak saja, dia pikir aku wanita apakah.


"Mas dan Amira sudah berpisah..kamu pasti kaget mendengar nya, bahkan mungkin tidak percaya..."


Aku menoleh ke arah Keenan karena posisi nya kini kami sudah berada di dalam mobil dengan Keenan sudah melajukan mobil nya meskipun dengan kecepatan sangat sedang.


Aku pun mengangguk... entahlah... mendengar ucapan Keenan, hatiku jadi tidak menentu... apalagi dia berbicara dengan nada yang yang lembut dan tidak seperti tadi..


Jangan sampai aku luluh dengan ucapan ataupun ekspresi Keenan yang seakan akan minta untuk dikasihani.


"Cerita nya panjang..mungkin kalau Mas ceritakan tidak akan sampai waktu nya.... kalau kamu mau...kita bisa bicara lagi nanti siang setelah pulang kuliah....."


Mobil Keenan sudah sampai di parkiran kampus.. tempat di mana kami tadi bertemu... tetapi..aku tidak langsung turun....bukan hanya penasaran saja, tetapi...rasanya kalau nanti minta ketemu lagi dengan dia ...aku tidak bisa... bagaimana dengan Dokter Anjar??


Tidak mungkin aku membatalkan janji yang sudah aku sepakati.. meskipun diantara kami belum ada hubungan yang serius.


"Bicara saja sekarang...masih ada waktu..kalau nanti siang aku enggak bisa...."


Akhir nya aku memutuskan untuk mengajak ngobrol Keenan, tidak masalah kalau mengorbankan mata kuliah yang hanya satu jam ini...asalkan aku sudah mendapatkan kejelasan..dan tentu nya bukan itu yang aku harapkan.. setidaknya..Keenan tidak lagi mengejar ku meskipun aku juga tidak yakin kalau dia akan berhenti begitu saja.


Seperti nya Keenan memang ingin menjelaskan tetapi dia tidak mau mengganggu waktu kuliah ku saat ini.


"Tidak masalah, bicara saja Kak...."


"Apa enggak sebaik nya nanti saja setelah pulang kuliah.", ucap Keenan lagi dan seperti nya dia memang tidak mau aku bolos kuliah, atau malahan lebih tepatnya kalau Keenan ingin menggagalkan pertemuan aku dengan Dokter Anjar.


"Ya sudah kalau Kak Keen enggak mau..."


Tidak mau berlama lama lagi... aku pun meraih gagang pintu mobil lalu membukanya...aku pikir memang Keenan tidak mau menjelaskan nya padaku...karena terlalu berbelit-belit. Padahal aku tidak masalah... mengorbankan kuliah ku asalkan semua jelas dan Keenan tidur mengusik ku lagi.


"Oke ..jangan pergi..karena kamu harus tau supaya tidak salah paham lagi ."


Keenan menarik tanganku agar aku tidak jadi membuka pintu...dan aku pun menurut saja...masih penasaran dengan kisah mereka yang tiba-tiba tidaak ada angin dan hujan berpisah.


"Disini tidak apa apa?? atau mau nyari tempat yang lebih nyaman lagi, taman kota misal nya?"

__ADS_1


Aku menggeleng..Disni saja karena aku tau tidak akan membutuhkan waktu lama, dan juga taman kota...aku sudah satu menghindari tempat itu.. tidak mungkin lagi aku ke sana..yang akan menambah luka hatiku saja, apalagi dengan Keenan...


"Mas tambah AC nya supaya kamu nyaman."


Tidak aku jawab, terserah mau nambah atau enggak...ini mobil mobil nya..mau apa ya terserah dia juga.


"Kamu pasti berpikir kalau pernikahan kita baik baik saja dan tidak ada kendala? yah...Mas pikir juga begitu..dengan mengambil keputusan yang sangat berat.. meninggalkan kamu lalu menikah dengan dia...Mas pikir..Mas akan bahagia.. Tetapi... ternyata tidak....."


"Setelah acara pernikahan itu...Mas dan dia memutuskan untuk meninggalkan Indonesia..karena Mas menerima tawaran dari Rumah Sakit yang ada di sana...selain itu pula ..Mas juga tidak ingin melihat kamu bersedih dan menderita dengan melihat Mas yang masih di sini."


Aku melongo, ternyata selama ini aku tidak bertemu dengan dia...itu karena dia yang pergi dari Indonesia... tidak di Jakarta....kenapa sampai aku tidak tau.....


"Dan setelah Mas sampai ke kota tujuan...di sana Mas sudah bertemu dengan laki-laki yang seperti nya Mas kenal.... tetapi...Mas tidak berpikir yang tidak tidak.. karena kamu langsung menuju ke sebuah rumah yang sudah Mas beli..."


"Malam harinya.... seperti pengantin baru pada umumnya, setelah sholat Sunnah..kami rencana akan melakukan malam pertama yang sempat tertunda.... tetapi tiba tiba Amira merasa mual lalu muntah muntah....."


"Mas kaget seketika... meskipun Mas bukan Dokter Kandungan tetapi...Mas tau bagaimana ciri-ciri wanita hamil pada umumnya.... tidak mau penasaran Mas menanyakan kepada Amira...dan betapa kaget nya Mas... dengan pernyataan Amira kalau dia sedang mengandung anak dari laki laki yang selama ini bersama nya...dan ternyata bukan hanya itu....Mas juga merasa di bohongi dengan Amira....dia ngakunya di paksa.. tetapi kenyataannya memang sudah menikah dengan laki laki itu, meskipun hanya pernikahan siri saja."


"Setelah tau itu ... Mas langsung saja menceraikan Amira....dan meninggalkan nya...."


Aku menggeleng pelan, cerita nya sangat miris sekali... entahlah..aku juga tidak tau harus berbuat apa dan mengatakan apa apa.


Keenan selesai bicara, melihat aku hanya diam saja....dia langsung mengambil tangan ku...


"Mas tau..mungkin sangat sulit untuk kamu memaafkan Mas, tapi Mas mohon... maafkanlah Er....Mas janji tidak akan mengulangi perbuatan yang menyakiti hatimu...Mas menyesal... kembali pada Mas ya??"


Aku menggeleng, bagiku... seseorang sudah melakukan kesalahan.. tidak akan membuatku luluh begitu saja ..apalagi selingkuh.. sekali orang itu selingkuh... maka tidak dipungkiri lagi ..dia juga akan melakukan hal yang sama. Itu menurut pikiran aku...


"Aku sudah memaafkan Mas, tetapi..untuk kembali seperti dulu lagi...maaf...aku tidak bisa..."


"Karena Anjar??"


"Karena dia atau bukan...aku sekarang ingin fokus ke kuliah dulu...dan seperti nya aku harus masuk kelas....", ucap ku mengakhiri obrolan kamu...aku takut kalau lama lama ngobrol dengan Keenan, perasaan aku akan berubah....


"Nanti malam Mas ke rumah......"


"Seperti nya tidak perlu....bukan nya Kak Keen sudah menjelaskan....."

__ADS_1


"Mas belum puas...dan Mas akan meminta maaf pada orang tua kamu...sekalian meminta ijin untuk lebih dekat dengan kamu lagi...."


Aku tidak menjawab...tanganku membuka pintu dan segera keluar....aku juga tidak mau berbalik untuk melihat Keenan....dan entahlah...apa aku harus senang atau biasa saja mendengar cerita ini.


__ADS_2