
🎶 Dalane rame tapi atiku sepi
(Jalan nya ramai tetapi hatiku sepi)
Angen angenn tresno di bales tresno
(Angan angan cinta di balas cinta)
Nangeng tresno di bales matur nuwun
(Tetapi cinta di balas terimakasih)
Uwes nyaman sempet sayang kok malahan ngilang
(Sudah nyaman sempat sayang tapi malahan menghilang)
🎶Meh mundur angel bertahan loro
(Mau mundur sudah bertahan sakit)
Nyobo slalu onok meski Kowe Ra onok ROSO
(Mencoba selalu ada meski kamu tidak ada rasa)
Roso seng jebul tak rasakke dewe
(Rasa yang tak rasakan sendiri)
Kebacot sayank, ngek'i harapan koe milih liyane
(Terlanjur sayank, ngasih harapan kamu memilih yang lainnya)
🎶Langite peteng, udane soyo deres klebes tekan atiku
(Langitnya gelap, hujan nya bertambah deras basah kuyup sampai hatiku)
Cedakke Karo aku, nanging atimu dinggo wong liyo
(Dekat nya sama aku, tapi hatimu untuk orang lain)
🎶 Wes dalane dadi pelarian, dinggo sliramu seng lagi butuh hiburan.
(Sudah jalan nya jadi pelarian, untuk kamu yang lagi membutuhkan hiburan)
Aku seng sayank, aku seng berjuang
__ADS_1
(Aku yang sayank, aku juga yang berjuang)
Bagian mu koyok biasane, bagian seng nglarani aku wae
(Bagian mu seperti biasanya, bagian yang nyakitin aku saja)
**Klebus~Denny Caknan**
Aku hanya sekedar tempat kamu singgah Mas, setelah rumah mu kembali, maka aku juga harus pergi. Reka tidak rela, tetapi...ini adalah yang terbaik...Yang nyata nya, kamu juga sudah menduakan aku, selingkuh di belakang aku..
Erva mengusap air mata nya yang sedari tadi menetes dan tidak mau berhenti. Ia sudah meninggalkan Keenan dan masuk ke dalam mobil nya, tanpa mendengarkan teriakan dari Keenan.
Semua sudah berakhir, kisah cinta nya dengan Dokter Keenan hanya sampai di sini saja, tidak ada akhir yang indah, hanya menua hatinya hancur sehancur hancur nya.
...***...
Plakk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Keenan, manakala ia sudah menceritakan semua nya kepada orang tua nya.
"Kamu sudah gila Keen?? kamu laki laki seperti apa?? tega kamu ya??"
Berulang kali Mami Arin menghela nafas nya, rasanya ia ingin sekali memukul sebanyak banyaknya, tetapi. tidak sanggup dilakukan nya.
"Maaf Mi....."
Dan keputusan yang diambil memang sangat lah berat, apalagi setelah pertemuan nya dengan Erva tadi, tetapi.. tidak ada cara lain...ia memang harus mengambil keputusan untuk memiliki salah satu dan boleh kedua nya.
Keenan bahkan sudah menceritakan semua nya, semuanya tentang Amira dan kepergian ibunya Amira, dan juga rencananya untuk menikahi Amira...
Tidak terima, tentu saja. Mami Arin yang paling tidak terima dengan pernyataan putra tunggalnya itu,. bahkan ia berulang kali menampar pipi Keenan.
"Mami sudah sayang banget sama Erva , bahkan Mami juga sudah menganggap Erva sebagai anak Mami sendiri, tetapi.. kenapa kamu tega Keen.??"
"Dan Meskipun tidak membenci Amira, tetapi apa kamu sudah mengambil keputusan yang tepat untuk menikahi nya, dan apa kamu juga sudah berpikir ulang kalau nanti nya laki laki itu akan mencari Amira lagi??"
Mungkin Keenan tidak percaya, tetapi. firasat Mami Arin mengatakan kalau suatu saat laki laki yang pernah bersama dengan Amira akan datang dan merusak semua nya.
Tetapi sayang sekali, Keenan tidak perduli. Dan Keenan yang memiliki uang banyak dan juga kekuasaannya bisa melakukan apa saja..
."Maaf Mi, aku memang mencintai Erva tetapi...aku juga mencintai Amira, dan...."
Ucapan yang keluar dari mulut Keenan, membuat Papi nya langsung saja berdiri dan ...
Bugh
__ADS_1
Kini giliran Papi nya Keenan yang turun tangan, beliau memberikan pukulan di wajah dan juga perut Keenan.
"Kamu memang laki laki brengseekkk Ken!!"
Marah dengan Keenan dan menyesali keputusan yang diambil oleh Keenan, tetapi...tidak bisa memutuskan apa apa dan tidak bisa berbuat banyak.
"Papi tidak mendukung keputusan kamu, tetapi...kamu dari awal meminta Erva baik baik dengan orang tuanya, maka kamu juga harus menyerahkan kembali kepada mereka. Papi tunggu...nanti malam kita ke rumah Erva."
Tidak bisa berbuat apa apa, yang orang tua Keenan lakukan hanya meminta maaf kepada orangtua Erva dan menyerahkan kembali Erva, yang dulu pernah Keenan minta untuk menjadi calon istri nya, sekaligus... memutuskan hubungan pertunangan nya dengan Erva.
Tidak bisa berbuat banyak, bahkan Keenan hanya menunduk dan diam saja.
.
Malam harinya, Keenan dan kedua orang tuanya datang ke rumah Erva. Tentu saja maksud kedatangan Keenan sudah diketahui oleh Papah dan Mamahnya Erva.
Yah, setelah pulang dari taman tadi...Erva menceritakan semua nya kepada kedua orangtuanya, dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Keenan.
Kecewa, pasti...orang tua mana yang tidak kecewa mendengar berita seperti itu. Apalagi, Erva adalah putri tunggal dan kesayangan, dan juga umur nya yang masih muda tetapi..sudah banyak cobaan yang dia hadapi...
Tetapi, semua sudah terjadi...dan bersyukur saja. ternyata sifat Keenan seperti ini dan ditunjukkan sebelum semua nya terlambat.
Tok...tok...
"Erva, Mamah masuk ya??"
Tidak ada sautan, Mamah Hana langsung masuk saja karena kebetulan juga pintu tidak dikunci.
"Erva....."
Tidak ada di atas ranjang, tidak juga terdengar bunyi percikan air. Mamah Hana mengedarkan pandangan matanya ke segala arah, mencari di mana keberadaan Erva.
Mamah Hana tersenyum, manakala mendapati Erva sedang berada di balkon, ia tentu saja tau kalau Keenan dan ke-dua orang tua nya datang ke sini.
"Ada Dokter Keenan di bawah, mau turun??"
Tidak memaksa, Mamah Hana tau apa yang dirasakan putrinya, ia pun hanya menyampaikan saja kalau Keenan dan keluarga nya ada di bawah, siapa tau Erva mau menemui nya.
Erva menggeleng, "Mamah dan Papah saja, aku sudah tau apa yang ingin dikatakan oleh Dokter Keenan..."
Tidak ingin menambah luka di hati nya Erva memilih untuk tidak ke bawah menemui mereka, karena pada dasarnya ..ada ataupun tidak ada diirinya, Keenan akan tetap membatalkan pernikahan nya dan akan menikahi Amira.
"Ya sudah, Mamah ke bawah dulu...kalau berubah pikiran, kamu langsung turun saja..."
Mamah Hana mengusap lembut rambut Erva, ia tau kalau Erva sedang tidak baik-baik saja, dan mungkin untuk sekedar menyapa Keenan rasanya juga tidak ingin.
__ADS_1
Erva hanya mengangguk, dengan senyuman tipis di bibir nya. Ia harus pura pura bahagia meskipun hatinya terluka.
"Jangan nangis Er, Lo harus kuat....tidak boleh lemah, dan lo harus tunjukin ke semua orang termasuk Keenan, kalau Lo bisa hidup tanpa dia....."