Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Mengantar Undangan


__ADS_3

Pagi ini semua dibuat heboh. Bukan hanya saja dari keluarga kedua belah pihak calon mempelai tetapi juga dari teman-teman maupun rekan kerja Erva dan Dokter Anjar.


Mereka tidak terlibat gosip sama sekali kalau mereka berdua pacaran tetapi tahu-tahu malah sudah menyebarkan undangan pesta pernikahan dan itu dilakukan besok.


Apalagi dengan Dokter Anjar adalah laki-laki yang terkenal dingin itu kini sudah mempunyai calon istri dan tentunya semua orang yang mendapatkan undangan itu melongo merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Sama sekali masih tidak percaya jika laki-laki yang banyak diidolakan oleh kaum perempuan itu akan mereka besok dan tentu saja dengan calon istri yang pastinya mereka tahu siapa perempuannya.


Dan tidak bukan dari kalangan Rumah Sakit tentunya kenal siapa Erva. Erva adalah tunangan dari Dokter Keenan yang mereka tahunya dari kabar media sosial Dokter Keenanbeberapa waktu yang lalu tetapi entah mengapa saat ini malahan Erva lah yang menjadi calon istri dari Dokter Anjar.


Sungguh, permainan macam apa ini pikir mereka begitu. Mereka yang tidak tahu pasti mengira kalau Dokter Anjar yang merebut Erva dari Dokter Keenan padahal tidak begitu.


Dokter Keenan memang pernah punya hubungan khusus dengan Erva tetapi itu dulu 1 tahun yang lalu sebelum Dokter Keenan memutuskan hubungan dengan Erva dan memutuskan untuk menikah dengan mantan pacarnya.


Tapi untuk sekarang, Erva adalah gadis yang bebas tidak terikat oleh siapapun bahkan dengan Dokter Keenan sekalipun.


Dan tentang berita beberapa waktu lalu itu hanya gosip belaka yang memang sengaja dibuat Dokter Keenan  untuk membuat Erva mau menerima cintanya dan mau menikah dengannya setelah kabar berita itu viral di mana-mana.


Tapi sama sekali baik Dokter Anjar maupun Erva tidak menggubris apa yang mereka katakan, toh buktinya bukan Dokter Anjar lah yang merebut Erva tetapi memang keduanya sama-sama saling mencintai meskipun belum terucap kata cinta di antara mulut mereka masing-masing.


Dan pagi ini Aris yang bertugas untuk mengantarkan undangan kepada Dokter Keenan dan tentu saja Aris sendiri juga agak ragu-ragu untuk menginjak rumah sakit yang ditempati oleh Dokter Keenan saat ini.


"Bisa bertemu dengan Dokter Keenan?"


Seperti apa yang dikatakan oleh Dokter Anjar kalau Aris harus bertemu langsung dengan Dokter Keenan kalau bisa tetapi kalau tidak, cukup undangan itu diserahkan kepada asistennya.


"Maaf Dokter Keenan sedang ada operasi sejak pagi dan sekarang belum keluar, apa ada yang bisa dibantu.?"

__ADS_1


"Kalau Pak Anto ada?"


Langsung saja Aris menanyakan tentang Anto dan tentunya ia juga tidak mau basa-basi karena pekerjaannya masih banyak, selain mengantarkan undangan ia juga harus mengurus izin Dokter Anjar selama beberapa hari nanti.


"Ada, sebentar saya teleponkan dulu."


Aris harus menunggu dengan sabar memang prosedur nya seperti itu. Dan tidak boleh langsung masuk saja ke ruang Dokter Keenan maupun Anto yang memang harus seperti ini, menunggu sampai benar-benar dipersilakan untuk naik ke atas.


"Katakan saja, saya Aris asisten dari Dokter Anjar ingin bertemu."


Resepsionis pun itu mengangguk,  kemudian terlihat menghubungkan teleponnya kepada Anto yang tentunya asisten Dokter Kinan itu selalu standby di atas.


"Pak Aris silakan masuk saja, ada di lantai 5."


Aris pun mengangguk lalu segera menuju ke lantai 5 di mana ruangan itu berada.


"Bro!"


"Lama kita tidak bertemu bagaimana kabarmu?"


Mereka memang baru bertemu hari ini. Tentu saja karena kesibukan masing-masing dan mungkin karena nomor telepon yang sudah ganti sehingga tidak bisa berhubungan lagi setelah sama-sama lulus kuliah dan tidak menyangka kalau di pertemukan dalam keadaan seperti ini di mana Aris harus buru-buru untuk meninggalkan rumah sakit ini karena memang ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.


"Oh ya bagi nomor teleponmu aku tidak bisa lama-lama di sini."


Anto menyerahkan puasanya kemudian Aris mengetikkan nomor di ponsel atau dan meneleponnya sebentar.


"Oh ya ada apa kamu datang ke sini? Apa tadi sepertinya aku tidak salah dengar kamu adalah asisten dari Dokter Anjar?"

__ADS_1


Anto memang tidak salah dengar dan ia mengenal betul sama Dokter Anjar yang tak lain dan tak bukan adalah saingan cinta dari bosnya sendiri.


"Benar, aku adalah asisten Dokter Anjar dan kamu asisten Dokter Keenan? Aku ke sini ingin mengantarkan undangan, ada dua untuk kamu dan juga untuk Dokter Keenan."


 


"Undangan, undangan apa?"


Aris tidak banyak bicara, ia kemudian menyerahkan undangan itu kepada Anto dan sepertinya tanpa perlu dijelaskan lagi Anto mengambil undangan itu lalu membukanya.


Tentu saja ia membuka undangan yang ditujukan untuk dirinya sendiri sedangkan undangan untuk Dokter Keenan masih terbungkus rapi tidak berani untuk membukanya.


"Ini serius?"


Seakan-akan tidak percaya Anto ketika membuka dan melihat undangan yang ada di depannya itu langsung saja menggelengkan kepalanya.


Ini baru Anto, bagaimana nanti dengan Dokter Keenan.  Anto saja tidak percaya dan bahkan rasanya ia ingin pingsan melihat undangan yang baru saja dibacanya itu.


Jelas-jelas di sana tertulis nama Dokter Anjar dan juga nama Erva lengkap dengan tanggal dan hari pernikahan itu besok.


Bagaimana dengan nasib Dokter Keenan? Dokter Keenan tahu tentang kabar ini dan juga ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika nanti Dokter Keenan tahu dan mungkin akan menghampiri Erva maupun Dokter Anjar.


"Jangan bengong seperti itu, itu nyata dan itu serius, ngapain aku berbohong lagi pula semua undangan tersebar bahkan di media sosial pun sudah ramai pernikahan antara Dokter Anjar dengan Erva. Dan kamu tidak perlu takut, mereka sudah ada pengawal jadi jika bos kamu nanti berbuat macam-macam pastinya tidak akan bisa. Kamu tahu antara Dokter Anjar dengan Erva itu sama-sama saling mencintai tetapi mereka belum saja mengutarakan apa yang ada dalam hati mereka. Untuk kali ini kita tidak bisa menjadi teman karena sepertinya baik aku maupun kamu adalah musuh dalam hal ini hahaha...."


"Paham, hanya saja aku tidak tahu bagaimana nanti reaksi Dokter Keenan setelah menerima undangan ini. Benar bagaimana perasaan cinta Dokter Keenan kepada Erva yang pastinya cintanya itu sangat dalam bahkan Dokter Keenan rela melakukan apapun saja asalkan Erva bisa kembali bersamanya dan bisa menikah dengan Dokter Keenan 


"Salah sendiri, Bos kamu menyia-nyiakan wanita sebaik Erva dan lebih memilih sang mantan tunangan yang malah berkhianat. Ini adalah balasan untuk Dokter Keenan."

__ADS_1


"Mungkin seperti itu."


"Ya sudah, kalau begitu aku permisi dulu masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan dan nanti kita bertemu lagi dengan ngobrol-ngobrol banyak. Dan juga sampaikan permintaan maafku kepada Dokter Keenan karena tidak bisa mengantarkan undangan ini langsung kepada beliau."


__ADS_2