
"Bisa gak Kak Dimas enggak bahas soal kemarin??"
Malu, iya ..bukan apa apa, tetapi gadis itu sangat malu jika harus mengingat awal awal pertemuan nya dengan Keenan dan juga Dimas waktu itu, dan tentu saja....yang ia ingat lagi saat ia dan Keenan tanpa sengaja menempelkan bibirnya , hingga terjadi ciuman yang tiba tiba di saksikan oleh Dimas.
"Aku tidak membahas nya, tetapi tidak enggak mengingat nya...."
"Tidak sengaja mengingat nya, tadi mau bahas...."
Erva menutup wajah nya dengan kedua tangan nya sumpah..ia malu dengan Dimas yang malahan mengingatkan dengan ciuman pertama nya dengan Dokter Keenan.
"Tidak usah malu, biasa saja...gue hanya bertanya saja kan tadi..."
Erva membuka telapak tangan nya, dan menoleh ke arah Dimas yang masih menjalankan mobilnya dengan pandangan mata lurus ke depan.
"Ckkk, biasa untuk Kakak, tapi untuk aku tidak..karena itu adalah ciuman pertama ku...."
Upss..
Erva menutup mulutnya, mulut nya benar benar tidak bisa dikontrol, selalu berucap tanpa disaring dulu.
"Hahahaha....."
Dimas tertawa mendengar ucapan Erva barusan, tidak menyangka kalau gadis yang ada di sampingnya ini masih proses, padahal sudah pernah pacaran lama
__ADS_1
"Asem!! malahan tertawa..."
"Santai saja....sama gue enggak perlu malu...oh iya gimana hubungan Lo dengan Keenan.?"
Sebenarnya, Dimas ragu ragu untuk menanyakan hal ini kepada Erva, tetapi...ia penasaran dengan gadis mandi yang ada di sebelah nya, dan juga khawatir...kalau Erva ternyata cinta sama Keenan .
"Aku dengan Dokter Keenan??"
"Iya ..."
Erva menggeleng, "Entahlah, aku sendiri tidak tau Kak....dan betewe...kita mau kemana?? ini bukan jalan pulang ke rumah aku..."
Sejenak ia bisa mengalihkan pertanyaan Dimas tentang hubungan nya dengan Keenan, meskipun laki laki itu pasti akan bertanya lagi lebih detail.
"Ke Rumah Sakit, Keenan yang meminta ku untuk menjemput kamu, dan membawa kamu ke sana ..."
Erva pikir, Dokter Keenan meminta nya ke Rumah Sakit karena ingin memeriksa kondisi nya, tetapi.... Kenapa Keenan tidak memberi tahukan kepada nya tadi pagi.
"Bukan pemeriksaan, tetapi...mungkin ada sesuatu yang ingin di tunjukkan kepada Lo..."
"Ditunjukkan??"
Erva semakin bingung saja, dan tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Dimas.
__ADS_1
"Yah, mungkin cinta Keenan kepada Lo..."
"Cinta? bukannya Dokter Keenan masih mencintai mantan tunangan nya??"
Dimas menoleh ke arah Erva sekilas, antara mau mengatakan atau tidak, tetapi kasihan juga kalau Erva nantinya berharap banyak kepada Keenan.
"Lo tau??", Erva mengangguk....
"Dokter Keenan yang ngasih tau Kak, tetapi...kenapa ia ngajakin aku untuk mengenal lebih jauh lagi...."
"Dan Lo terima??", Erva menggeleng.
"Lebih tepatnya belum, aku masih ragu dengan perasaan nya, aku tidak mau kalau hanya dijadikan pelampiasan saja....."
Mereka berdua terdiam sesaat, hingga mobil Dimas sudah masuk ke area Rumah Sakit...
"Kamu langsung ke atas ya , ruangan Keenan ada di lantai paling atas, nanti ada tulisan nya di sana, aku masih ada urusan sebentar...."
"Iya Kak...."
Erva membuka sabuk pengaman nya, lalu setelah itu....ia berniat untuk membuka pintu mobil, tetapi....
"Gue harap, Lo jangan cepat mengambil keputusan...Lo tau kan Keenan seperti apa?? dan gue harap, Lo pikirin lagi ajakan Keenan Er, sebelum Lo menyesal...."
__ADS_1
Deg
'Apa maksud nya???', batin Erva.