
"Yuk cabut!! jadi kan??"
Melihat Mona yang hanya bengong saja, padahal Erva sudah berdiri dan melangkah menuju mobilnya.
"Jadi donk, eh....tapi itu tadi beneran Kak Dimas yang asisten sekaligus temanya Dokter Keenan???"
"Iya, kenapa?"
"Tambah ganteng dan kelihatan baik baik saja."
Erva mengeryitkan alisnya, bingung dengan ucapan Mona barusan, dan perasaan Kak Dimas tidak sakit dan memang baik baik saja, tapi kenapa???...
"Kan Kak Dimas casanova, apa sudah tobat ya??? hahahah....."
Erva baru paham dengan apa yang diucapkan oleh Mona, tetapi....masuk akal juga..karena sekarang terlihat sangat baik tidak seperti laki laki playboy pada umumnya.
"Mungkin...."
Tidak ingin menanggapi sahabatnya yang mendadak gila karena senyum senyum sendiri, Erva masuk ke dalam mobil.
Setelah Mona masuk ke dalam mobil, Erva langsung saja melajukan mobilnya. Ia hari ini sangat senang, banyak sekali hal hal yang tidak menyangka dalam hidupnya.
"Lo benar kan Er, enggak jadi ke London?? rasanya gue enggak percaya deh...."
Jelas saja Mona tidak percaya, karena kuliah di London adalah cita cita Erva., dan juga menjadi seorang Dokter adalah impian Erva. Tetapi, sekarang semua sudah berubah...bahkan Erva sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan sesuai dengan apa yang diinginkan, dan semua itu karena Dokter Keenan.
"Hmm....gimana kalau lusa minggu depan kita daftar kuliah bareng???"
__ADS_1
Yakin dan sangat yakin, kalau Erva akan melanjutkan kuliah di Jakarta dan bukan menjadi Dokter.
"Oke...yess gue senang Er...akhirnya kita bisa sama sama lagi....."
Brakk....
Saking senangnya, Mona sampai memeluk Erva hingga..Erva yang kaget tidak sengaja menabrak mobil di depannya.
"Astaga, mati gue!!"
Erva menepuk keningnya sendiri, ia juga menghentikan mobilnya dan mengambil nafas dalam dalam. Takut dengan mobil yang di tabraknya, yang juga sepertinya pengemudinya turun.
"Sorry.. Er.", ucap Mona yang merasa bersalah, karena dirinyalah..Erva kehilangan konsentrasi hingga akhirnya nabrak bagian belakang mobil.
"Santai...paling dia minta ganti rugi..."
Bukannya sombong, tapi kalau masalah uang..Erva tidak begitu mempersalahkan, apalagi memang ia salah dan harus bertanggung jawab.
Sedangkan pengemudi mobil yang di tabrak Erva, mengumpat kesal,.ia sudah hampir terlambat eh malahan ada insiden seperti ini.
"Siapa dia??"
Penasaran dengan pengemudi yang menabrak mobilnya, seorang laki laki itu langsung turun dari mobil lalu menghampiri mobil Erva.
Anjar yang sudah geram dan kesal, langsung saja menghampiri mobil Erva, ia ingin tau siapa orang yang berani menabrak mobilnya dan menghambat jalan nya.
"Astaga..orangnya keluar..."
__ADS_1
Dengan pura pura tidak takut, Erva masih berada di dalam mobil. Ia akan keluar kalau nanti laki laki itu memintanya untuk keluar.
Tok....tok....
Suara ketukan kaca jendela membuat Erva kaget, dsn ia lalu membuka kaca jendelanya.
"Bisa keluar, dan kamu harus bertanggung jawab dengan kejadian ini...."
Erva menoleh, kemudian membuka pintu mobil dan keluar dari sana, tidak sopan rasanya kalau berbicara seperti ini, satu di luar dan satu di dalam.
Deg
Kedua pasang mata mereka saling bertemu, saling memandang dan saling mengagumi , tetapi...baik Erva maupun Anjar...merasa mengenal atau pernah bertemu.
Sepertinya aku pernah bertemu, tetapi di mana??, batin Erva.
Aku pernah melihat gadis ini, sepertinya wajahnya tidak asing lagi..., batin Anjar..
Masih samar samar, keduanya bahkan belum menemukan kepastiannya kapan pernah bertemu sebelumnya.
"Rupanya masih bocah...kamu tau Nona, kalau kamu sudah menabrak mobil saya , dan juga menghambat jalan saya.", ucap Anjar kepada Erva dengan memandang wajah cantik Erva yang membuatnya terpesona.
Sayank sekali, kamu masih terlalu kecil untuk aku kenalkan pada Mamah...
"Maaf Om, aku memang salah, dan aku akan tanggung jawab dan mengganti rugi semuanya...."
Om?? astaga...aku baru ingat...dia bukan nya yang dulu pernah bertemu di acara nikahan Dokter Keenan....ketemu lagi akhirnya...
__ADS_1
"Oh tentu...dan kamu harus bertanggung jawab, bukan hanya dengan kerusakan mobil saya, tetapi...kamu juga harus mengantarkan saya, karena mobil saya pastinya tidak bisa digunakan...."
Hahaha...syukurin...aku kerjain kamu!!