
Perasaan Erva hari ini sangat kacau, dan untung saja...ia bisa menyelesaikan soal ujian hari ini. Meskipun tidak yakin, tetapi ...ia bisa mengerjakan semua nya.
Kalau memang benar Mas Keenan di Jerman bertemu dengan mantan nya, kenapa dia tidak menghubungi ku?? apa mereka balikan??
Sesak jika mengingat semua nya, apalagi mengingat saat indah bersama dengan Dokter Keenan. Dari awal, Erva memang tidak yakin untuk melangkah lebih lanjut dengan Laki laki itu, tetapi...cara Keenan membujuknya dan memberikan perhatian, sayang dan cinta nya, membuat Erva akhirnya luluh juga.
Kalau akhirnya bakalan seperti ini, mengapa kamu menaburkan bunga yang paling indah, yang membuat aku terlena dan jatuh cinta???
Masih melamun, entahlah...jiwanya seakan akan rapuh saat ini. Erva yang memang bukan gadis yang kuat, sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya, kegalauan nya , meskipun tidak berhasil ia lakukan.
"Hei....."
Tepukan di pundak Erva, membuat gadis yang lagi galau itu menoleh , melihat ke samping dan terpaksa tersenyum.
"Jangan melamun lagi. Kamu tidak lantas untuk bersedih..."
Apalagi memikirkan laki laki brengseekkk itu!!! dia tidak pantas untuk kamu tangkai sayank....
Kalimat terakhir, ini rasanya Romi ucapkan, tetapi....ia tidak sanggup untuk melihat kesedihan Erva. Biarlah....Romi menutupi untuk sementara saja, meskipun di dalam hati kecil nya memberontak dan ingin membongkar semua nya.
"Aku tau, ayok....sudah di tunggu!!"
Erva mencoba mengalihkan pembicaraan siang ini, lagipula ia memang sudah ditunggu oleh teman teman nya untuk menjenguk salah satu teman nya yang sakit di Rumah Sakit.
Dan atas paksaan dari Romi, Erva akhirnya membiarkan laki laki itu untuk ikut ke Rumah Sakit.
Sepanjang perjalanan, Erva hanya terdiam. Gadis itu lebih banyak menatap ke arah samping, melihat pemandangan yang sama sekali tidak ada indah indah nya, hanya deretan mobil mewah yang ikut andil melajukan mobilnya siang ini.
"Rom, apa ada kemungkinan...orang yang sudah putih a dan bertemu kembali, lalu mereka jadian lagi?"
Entah mengapa , tiba tiba Erva menanyakan tentang itu pada Romi, terlepas dari masalah nya dengan Keenan, setidak nya....ia bisa berpikir kalau pasti jawabannya Roni adalah mungkin, karena Romi sendiri masih sangat berharap bisa kembali bersama Erva.
Romi tersenyum, ia yang tau maksud hati nya Erva, dan tau kemana arah pembicaraan gadis cantik itu.
__ADS_1
"Kemungkinan itu pasti ada, tergantung dari dirinya masing masing. Jangankan saja tidak pernah bertemu terus bertemu, yang sering bertemu saja pastinya ada rasa ingin kembali....tidak usah jauh juga Er, aku saja contoh nya ..... jujur... kalau aku boleh jujur, aku masih berharap untuk kembali sama kamu, kembali seperti dulu lagi, tetapi...aku sadar ...kalau perasaan kamu tidak lagi sama."
Erva tersenyum, jawaban dari Romi yang meskipun hanya sekilas saja, tetapi... sudah bisa menjabarkan semua nya, dan..apa yang dikatakan oleh Romi memang sangat lah benar.....
Apa memang Mas Keenan kembali lagi dengan mantan nya??? arghhhhh......
"Jangan memikirkan itu lagi....kamu fokus sekolah saja,..."
Romi memegang tangan Erva, mencoba memberikan kekuatan kepada gadis cantik itu.
...****...
"Om Dokter Vikky....."
Panggil Erva yang tidak menyangka kalau ia akan bertemu dengan Dokter Vikky. Padahal, menurut cerita Dokter Keenan, Dokter Vikky masih bersama dengan laki laki itu karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.
"Hai, pacarnya Keenan....Erva ya??"
Tentu saja Dokter Vikky tau, selain Erva selalu bolak balik ke Rumah Sakit untuk menemui Dokter Keenan, Erva adalah putri dari rekan bisnisnya Dokter Vikky...
Erva bingung sendiri, ingin rasanya menanyakan tentang Dokter Keenan, yang mengapa ia masih di Jerman padahal Dokter Vikky sendiri sudah ada di sini. Rasanya, ada yang janggal di sini...
"Oh ya Erva, Om ikut bersedih dengan meninggalkan saudara dari Dokter Keenan....."
Bersedih?? meninggal?? dan saudara?? tetapi siapa???
Disini, Erva di buat bingung. Pasalnya, ia sama sekali tidak tau dengan apa yang sedang terjadi, apalagi kejadian seperti ini. Dan mengapa juga, Mami Arin tidak memberitahukan kepada nya ... sungguh... apa yang sebenarnya terjadi?? dan siapa yang meninggal???
"Oh, terimakasih Om...."
Dokter Vikky lalu meninggalkan Erva, dan membuat gadis itu mematung seketika. Entahlah, kebohongan seperti apa yang dilakukan oleh Keenan saat ini.
"Tenang Er, siapa tau Dokter Keenan lupa memberitahukan pada mu.."
__ADS_1
Erva menggeleng, rasanya sudah cukup kebohongan yang Keenan ciptakan untuk nya, dan sebagai seorang wanita.....ia punya hati yang tidak mau di sakiti.
Erva kemudian mengambil ponsel, lalu menghubungi Keenan. Kali ini, ia tidak mau di bohongi lagi dan membuat ia menjadi wanita bodoh selama ini.
Sedangkan di lain tempat. Keenan hanya melihat panggilan yang masuk ke ponselnya, tanpa menjawab.
Tidak tega memperlakukan Erva seperti ini, tetapi....ia juga tidak bisa membohongi perasaan nya, kalau sejujurnya masih sangat mencintai Amira, bahkan cintanya untuk Amira jauh lebih besar daripada cinta nya untuk Erva.
Tidak adil memang, tetapi...tidak ada yang bisa ia lakukan lagi ....
Ting
[Mas, aku tau ...kamu sedang membohongi ku. Aku tau kalau kamu sudah tidak ada pekerjaan di sana, dan aku tau ..kalau kamu bersama dengan dia. Dan kalau memang kamu adalah laki laki sejati yang bertanggung jawab dan bukan pengecut, pulang lah...aku tunggu besok pagi di Bandara....aku seorang wanita, yang punya hati dan perasaan, yang tidak bisa seenaknya saja kamu permainkan.]
[Kalau kamu memang tidak mau datang, biarlah aku yang akan ke sana...dan aku anggap memang kamu laki laki pengecut dan tidak bertanggung jawab.]
Keenan menghela nafas kasar, di satu sini...ia masih ingin menemani Amira di sini, tetapi...di sini lain...ia kasihan dengan Erva
Memang benar, gadis baik seperti Erva...tidak pantas untuk di sakiti, bahkan di khianati pun tidak pantas dia terima.
"Maafkan aku Er.....aku akan pulang dan mengatakan yang sejujurnya, meskipun aku tau .. akan membuat kami terluka...."
Keenan mengetikkan pesan balasan untuk Erva, ia tidak mungkin menggantungkan hubungan nya dengan Erva dan harus segera mengakhiri nya untuk bisa dengan cepat menikah dengan Amira.
Yah, Keenan sudah memutuskan...untuk membawa Amira ke Jakarta sementara...dan menikah di sana, setelah itu...ia juga sudah berencana untuk mengajukan pindah tugas di Inggris.. karena ada beberapa Rumah Sakit besar yang membutuhkan jasanya.
Keputusan Keenan sudah bulat, dan malam ini...ia akan mempersiapkan diri untuk pulang ke Jakarta, supaya besok pagi bisa tiba di sana.
"Nanti malam kita pulang ya??"
"Kita?? kenapa mendadak??"
Amira bingung mendengar ucapan Keenan, belum tujuh hari meninggalnya Mamah Mita, tetapi...Keenan sudah mengajak nya kembali ke Jakarta.
__ADS_1
"Iya, kita ..kamu dan aku ... aku harus menyelesaikan semua nya yang ada di sana, setelah itu kita menikah lalu kamu ikut aku ke Inggris, kamu mau kan??"
Keenan memang sudah mengatakan semua rencana nya kepada Amira, dan meninggalkan Jakarta adalah salah satu cara supaya tidak terlalu dalam menyakiti hati Erva, karena walau bagaimanapun....ia juga mencintai Erva, dan tidak ingin menyakiti nya lebih dalam lagi, padahal.....Keenan sudah melakukan itu semua... menyakiti Erva secara perlahan tapi pasti.