Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Sama sama Bohong


__ADS_3

"Amira...."


Jawab Keenan dengan yakin dan juga cepat, bahkan tanpa berpikir satu atau dua kali lagi.


"Dan nanti setelah dari sini, gue akan bicara baik baik dengan Erva, begitu juga dengan keluarga nya, gue yakin...Erva akan menerima nya, dia gadis yang sangat baik...."


Bugh...


Dimas kembali memberikan bogeman, kali ini tepat di perut Keenan, ia sudah tidak tau gimana lagi caranya supaya bisa membedakan otak Keenan.


"Erva memang gadis yang baik, tetapi sayang sekali...dia mendapatkan kamu yang jauh dari kata baik, bahkan sangat buruk...gue jadi kasihan dengan dia...sisa cinta banget sama lo, tetapi....nyatanya... kesetiaan nya dan juga cinta nya yang sangat besar dan tulus itu, kamu salah gunakan...kamu khianati....."


Setelah mengatakan itu, Dimas meninggalkan Keenan. Ia tidak bisa berpikir kenapa sahabat nya bisa seperti itu. Tentu saja, Keenan yang ia kenal dulu berbeda dengan Keenan yang ia kenal, bahkan saat ini... Dimas tidak mengenali Keenan lagi.


Keenan masih berada di taman, ia mengambil ponsel nya dari saku celana, dan melihat siapa yang menelpon nya, karena sedari tadi. . ponsel Keenan berbunyi.


"Erva....."


Keenan menghela nafas, ia tidak bisa mengangkat panggilan telpon dari Erva, yang mana malahan akan menambah sakit hati dan rasa cinta gadis itu kepada nya saja.


Lebih baik, mulai saat ini...Keenan menjaga jarak dengan Erva, karena ia sudah menentukan pilihan nya.


"Maafkan aku Er, ini yang terbaik untuk kita ...untuk kamu tentu nya. Bukan aku sengaja untuk mempermainkan kamu, tetapi....jujur saja, di dalam hatiku masih menyimpan nama dan cinta untuk Amira...maafkan aku, aku yakin ... kamu pasti akan mendapat yang lebih baik dari aku ..."


Ucap Keenan dengan memandang foto yang ada di layar ponsel nya, karena saat ini....Erva kembali menghubungi nya lagi....


Yah, hanya memandang saja....Keenan bahkan tidak berniat untuk mengangkat panggilan telpon dari Erva.


...****...


Jakarta...

__ADS_1


Sudah dua hari Keenan tidak mengangkat telpon nya, dan hanya sesekali membalas pesan , itupun Erva harus mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Keenan, dan juga bukan hanya sekali saja, tetapi....Erva berkali kali mengirimkan pesan, baru Keenan membalas nya.


Dan sore ini, Tante Arin...Mami nya Keenan mengajak Erva untuk jalan-jalan. Tidak ingin menolak, akhirnya Erva mengiyakan ajakan Tante Arin.


"Tante...."


Erva menghampiri Tante Arin, ia memang sengaja tidak mau dijemput dan memilih untuk janjian saja di mall, tempat biasa yang pertama kalinya bertemu.


"Mami sayank, sebentar lagi kamu kan jadi anak Mami, istrinya Keenan."


"Iya Mi...."


Erva tersenyum setelah memeluk Mami Arin, meskipun hatinya saat ini sedang gundah gulana dan tidak tenang sama sekali, Erva tidak akan memperlihatkan nya di depan Mami Arin.


"Makan dulu ya, nanti baru shoping dan ke salon...x


Erva mengangguk, ia yang memang sudah lapar, langsung saja memesan makanan kesukaan nya. Tidak seperti gadis gadis cantik lainnya, yang lain ketika di depan calon ibu mertua.


"Enggak apa apa kan Mi, kalau aku pesan makanan banyak??"


Takut saja kalau calon mertuanya itu ilfill, Erva dengan cepat mengatakan itu sebelum kena teguran dari Mami Arin.


"Tidak apa apa sayank, Mami malahan senang....pesan saja apa yang kamu mau...."


Erva kembali tersenyum, ia tidak menyangka akan mendapatkan ibu mertua yang sangat baik, bahkan sabar dan juga sayang dengan nya.


Tetapi, lagi lagi... senyumnya seketika hilang, mana kala ia teringat dengan Keenan, laki laki yang status nya kini adalah tunangan nya.


Laki laki belakangan ini sudah jarang menghubungi nya, bahkan membalas pesan nya juga hanya kadang kadang saja.


Ingin rasanya Erva menyusul Keenan ke sana, dan memastikan ada apa sebenernya.... tetapi...ia masih ada ulangan kenaikan kelas...dan tidak mungkinlah ditinggalkan nya hanya demi menyusul Keenan.

__ADS_1


Makan sore pun berlangsung, selama makan...Mami Arin tidak segan segan menanyakan bagaimana hubungan Keenan dengan Erva.


"Keenan sering hubungin kamu kan sayank??"


Tanya Mami Arin, entah beliau merasa ada yang tidak beres atau memang mempunyai firasat yang tidak enak dengan hubungan anaknya dan calon mantunya.


"Sering Mi, memang kenapa???"


Bohong Erva, padahal sudah beberapa hari belakangan ini, sikap Keenan cuek padanya, bahkan komunikasi pun sudah jarang.


Tetapi, Erva adalah tipe wanita yang tidak ingin membuat orang lain sedih atau pun berpikir yang tidak tidak, maka...ia tidak memberitahukan yang sebenarnya tentang hubungan nya selama ini.


Maafkan aku Mi....


"Tidak kenapa kenapa, syukur deh....karena Keenan sudah jarang sekali menghubungi Mami, tetapi..tidak apaapa, karena dia menghubungi kamu."


Jadi Mas Keen, juga tidak menghubungi Mami Atau n?? ada apa sebenarnya kamu Mas??? apa yang terjadi sama kamu...


"Apa Mas Keen, biasa seperti itu Mi.... maksud aku, pas saat beberapa hari di luar negeri atau di luar kota begitu."


Mami Arin diam sejenak, ia mengingat ingat sesuatu...dan seperti nya beliau ingat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, di saat Keenan pergi ke luar negeri untuk bertemu dengan Amira, sampai lupa tidak memberikan kabar.


Apa Keenan bertemu lagi dengan dia?? astaga....aku baru ingat, kalau wanita itu juga ada di Jerman...dan ini....tidak biasa biasanya juga Keenan tidak memberikan kabar, sama persis ketika ia bertemu dengan wanita itu dulu, yang sampai lupa dengan aku., batin Mami Arin.


Dan awas kamu Keen, kalau sampai benar...kamu bertemu lagi dengan wanita itu....


"Mami....."


"Eh iya sayank...Keenan memang anaknya seperti itu, dulu juga pernah dia tidak memberikan kabar pada Mami, karena lagi sibuk sibuknya."


Terpaksa, Mami Arin berbohong... beliau tidak mau Erva sedih dan juga kepikiran, meski saat ini Erva sudah berpikir dan curiga.

__ADS_1


Dan obrolan sore itu sembari makan, kedua wanita cantik sama sama saling berbohong...tentunya untuk menutupi.. perasaan satu dengan lainnya.


__ADS_2