
Tidak mendapat penjelasan dari Anjar, Mamah Risa langsung saja pergi dari ruangan putra nya. Percuma saja ia bertanya dan terus mendesak Anjar, pasti tidak akan pernah membuka suara untuk menjelaskan siapa orang tua dari gadis cantik yang barusan di temui Mamah Risa.
"Gunawan?? Gunawan siapa???"
Pasalnya nama Gunawan memang tidak asing lagi ditelinga Mamah Risa, "Apa Gunawan yang itu??"
Mamah Risa mulai menebak nebak, kalau di lihat sekilas tadi...wajah Erva memang mirip dengan seseorang yang tidak begitu akrab, tetapi...yah...juga bisa dibilang kenal.
"Kenapa wajahnya hampir mirip dengan suaminya Jeng Hana?? oh... astaga...kan nama belakang nya juga Gunawan."
Mamah Risa tersenyum, andai saja itu benar. Beliau sangat senang sekali apabila yang dipikirkan itu ternyata benar. Apalagi , ia sudah kenal betul dan tau dengan keluar Gunawan.
Keluar dari ruangan Anjar, Mamah Risa menuju ke ruangan di mana di sana beliau bisa melihat dengan detail siapa gadis yang ada di dalam ruangan Anjar.
Tidak susah, karena Mamah Risa adalah ibu dari Dokter Anjar, Dokter sekaligus pemilik Rumah Sakit ini.
"Silahkan duduk Nyonya, ada yang bisa saya bantu?", ucap petugas yang berada di sana, yang begitu sopan kepada Mamah Risa.
"Saya mau tau rekaman cctv sekitar pukul jam Sebelas siang..."
Hanya mengira ngira dan semoga benar, itu yang ada di pikiran Mamah Risa. Padahal, beliau juga tidak tau sejak jam berapa Erva berada di Rumah Sakit ini.
Petugas itu pun mengangguk, tanpa bertanya lagi untuk apa pemilik Rumah Sakit ini ingin melihat sesuatu yang tidak pernah dilakukan.
Tanpa banyak drama, petugas itu memperlihatkan rekaman mulai dari jam 11 siang tadi.
Dan, tepat sekali...lima menit setelah jam 11...nampak Anjar baru masuk dengan seorang gadis yang diketahui bernama Erva.
"Cukup Pak, tolong salin di sini..."
Tidak ingin meneruskan lagi lebih jauh, setelah mendapatkan foto Erva yang sekiranya sudah cukup untuk mencari tau siapa gadis itu, Mamah Risa langsung menghentikan aksi melihat nya.
Mamah Risa tersenyum, kali ini... beliau tidak mau gagal lagi. Apalagi melihat dengan jelas bagaimana tadi putra nya menatap Erva dengan tatapan yang tidak biasanya, dan berani memeluk tubuh wanita.
Dan tidak salah lagi, kalau Anjar ada rasa dengan gadis itu, meskipun baru kenal dan Anjar masih menyembunyikan perasaannya.
"Kita ketemuan sekarang. Di cafe biasa."
Mamah Risa tersenyum, ia sudah menemukan wanita yang akan menjadi calon istri Anjar, dan beliau pun setuju. Meskipun gadis itu masih sangat muda, tidak masalah....yang penting baik hati, sayang dan cinta Anjar.
__ADS_1
Mamah Risa menghubungi seseorang untuk menyelidiki siapa Erva sebenarnya.
...***...
"Tante mau, kamu cari informasi tentang gadis ini..."
Mamah Risa memberikan ponsel nya kepada Arya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang kepercayaan Mamah Risa, dan tentu nya beliau sangat yakin kalau Arya bisa di andalkan.
Arya mengambil ponsel Mamah Risa, dan melihat wajah cantik dari Erva yang belum pernah melihat sebelum nya.
"Cantik Tante....", puji Arya.
"Iya, tapi jangan kamu lirik. Dia sudah ada yang punya."
Mamah Risa langsung saja mengambil ponsel nya kembali, tidak mau kalau Arya berlama lama memandangi wajah cantik calon menantu nya
"Sudah ada yang punya?? siapa Tante?? haishhh....padahal cantik banget loh!!!"
Meskipun tidak begitu jelas wajah Erva, tetapi Arya bisa melihat kalau yang ada di dalam foto itu sangatlah cantik.
"Jangan macam macam, dia calon mantu Tante."
Antara senang dan bingung, apalagi gadis itu sudah diklaim sebagai calon mantu dari Tante Hana, salah satu orang terkaya di negara ini.
Apalagi dengan Anjar, Arya yang sudah lama kenal Anjar merasa tidak percaya kalau Anjar bisa tertarik dengan wanita, apalagi wanita itu masih kecil dan masih berseragam sekolah.
"Anak Tante memang nya ada berapa???"
"Ya cuma Anjar lah Tan, tapi kok bisa???"
Masih bingung juga, entahlah...apa memang Anjar seperti itu...yang sejak dulu memang tidak suka dengan namanya perempuan, tapi kini???
"Bisa saja, Tante tau apa yang kamu pikirkan. Tante juga awalnya seperti kamu yang tidak percaya, tetapi... setelah tante melihat sendiri Anjar memeluk gadis itu, dan menatap nya dengan penuh cinta, Tante yakin kalau Anjar mulai tertarik dengan Erva."
Penjelasan Mamah Risa membuat Arya melongo seketika, memeluk?? menatap?? hal semacam itu tidak pernah Anjar lakukan.
"Erva???"
"Iya, makanya Tante ingin meminta bantuan sama Kamu, untuk mencari tau identitas gadis itu. Namanya Erva...tapi tadi Tante dengar kalau Anjar menyebut nama Gunawan,...."
__ADS_1
Arya mengangguk, ia segera mengambil laptop yang sengaja di bawa ke mana mana, dan mengklik satu nama Gunawan.
Dengan kecanggihan dan kelincahan otak Arya, dalam sepuluh menit...laki laki itu sudah berhasil mendapatkan informasi tentang Erva, yang tidak lain dan tidak bukan adalah putri tunggal dari Bramantyo Gunawan.
"Ervania Beby Gunawan....putri dari Tuan Bramantyo Gunawan dan Nyonya Hana, usianya masih 17 tahun kurang tiga bulan, dan baru saja menyelesaikan pendidikan SMA nya....", ucap Arya yang sudah berhasil mendeteksi identitas Erva, dan membacakan nya langsung di depan Mamah Risa.
"Jadi benar kalau dia adalah anak Hana...ah ... kenapa kebetulan sekali..."
Mamah Risa sangat senang, apalagi itu seperti yang dipikirkan nya dari tadi.
"Tapi..ada satu informasi yang sangat rahasia, dan aku berhasil menemukannya Tante....."
"Apa Ya?? dia sudah mempunyai pacar?? atau sudah dijodohkan???"
Sayang sekali kalau itu memang iya, padahal Mamah Risa sudah semangat sekali untuk bisa menyatukan Anjar dengan Erva, apalagi melihat tadi cara pandang Anjar yang berbeda.
Arya menggeleng, "Bukan Tante, dia bahkan masih jomblo saat ini .."
Tidak jadi sedih, kembali Mamah Risa tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh Arya barusan.
"Tetapi, mungkin nanti Anjar sedikit kesulitan untuk menaklukkan hati gadis itu...."
Arya sengaja menggantung ucapan nya, padahal ia tau betul apa yang terjadi dengan Erva, menurut data yang baru saja ia kumpulkan.
"Maksud kamu??"
Mamah Risa tidak mengerti apa maksud dari ucapan Arya.
"Erva pernah gagal menikah, bukan karena di jodohkan tetapi... memang dia dan Dokter Keenan saling mencintai, tetapi....tiga Minggu sebelum pernikahan, Dokter Keenan menghianati Erva dan memilih untuk balikan lagi dengan mantan tunangan nya yang dulu....dan itu sudah terjadi satu tahun yang lalu Tante....."
"Apa?? kasihan sekali...dan siapa tadi Dokter Keenan???", Arya mengangguk.
Mamah Risa mengingat ingat tentang nama Dokter Keenan yang tidak asing lagi, dan...
"Dokter Keenan...yang dulu pernikahan nya dilangsungkan secara besar besaran itu?? dan setelah itu dia menerima tawaran pekerjaan di Luar Negeri???", Arya mengangguk lagi.
Tidak sulit untuk Mamah Risa mengingat tentang sosok Dokter Keenan, apalagi...dia seorang Dokter, yang pastinya Mamah Risa kenal meskipun tidak akrab.
"Tidak masalah, pasti Anjar bisa meluluhkan gadis cantik itu... Tante yakin ...."
__ADS_1