
Dari awal masuk ke dalam tempat itu, Anjar sudah dibuat was-was laki-laki itu sudah memasang badan ketika ada yang akan menghampiri istrinya tentu saja ia takut dan juga khawatir karena Erva malam ini terlihat sangat cantik bahkan begitu mempesona, yang sudah dipastikan jika setiap laki-laki ingin memandang ke arah istrinya bahkan Erva tidak tampak sekali jika sudah menikah, bodynya masih bagus.
Tetapi siapa sangka perempuan cantik itu sudah mempunyai suami padahal pernikahan mereka dilakukan secara besar-besaran tetapi masih ada yang nekat untuk menghampiri Erva dan berkenalan dengan istri dari Dokter Anjar itu.
Tentunya malam ini membuat Anjar begitu was-was, apalagi ketika ia melihat ke arah Dokter Keenan yang sedari tadi memandang wajah cantik istrinya itu.
Melihat glagat yang aneh dari Dokter Keenan, Anjar segera meninggalkan teman-temannya kemudian menghampiri Erva dan juga Kinara yang masih asik mengobrol sedari tadi.
Anjar akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi istrinya dan tidak akan ada yang bisa merebut Erva dari dirinya, iantidak akan membiarkan laki-laki lain merebut Erva dari dirinya, jangankan merebut..melirik saja Anjar tidak akan membiarkannya.
"Dek..."
Anjar tersenyum ketika sudah berada di samping Erva, laki-laki itu langsung saja meraih tangan Erva dan menggenggamnya dengan sangat erat seperti tidak akan melepaskan istrinya padahal istrinya itu tidak akan kemana-mana, lagi pula bukan hanya Anjar dan Erva yang datang ke sini, Anjar juga memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga di luar, siapa tahu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Eh, Mas kenalin ini Kinara calon istrinya Dokter Keenan, cantik ya?"
Erva memperkenalkan Kinara kepada suaminya dan Anjar hanya mengangguk, ia juga tidak bersalaman dengan Kinara.
"Bisa saja Kakak ini, padahal lebih cantik dari Kak Erva dibandingkan dengan aku, kalau aku cantik pastilah Dokter gila itu akan berpaling dariku tetapi nyatanya tidak, dokter itu masih saja mencintai kak Erva."
"Upss... Maaf keceplosan."
__ADS_1
Lagi lagi bibir Kinara tidak bisa direm, ia asal bicara saja dan tidak tahu yang diajak bicara itu begitu dingin dan juga menakutkan.
"Maka dari itu kamu harus merayu bagaimana caranya supaya Dokter Keenan itu bisa mencintaimu, jangan hanya bisanya mencintai istri orang." ucap Anjar datar, ia sama sekali tidak tersenyum di depan Kinara bukan karena tidak menyukai gadis itu tetapi memang sifat Anjar seperti itu jika tidak mengenal orang maka ia akan bersikap dingin dan tidak begitu peduli.
Astaga serem sekali, meskipun ganteng tetapi dinginnya minta ampun dan pandangan matanya itu loh yang membuat aku tidak tahan...
Ya jika dibandingkan dengan Dokter Keenan, memang antara Dokter Keenan dengan Dokter Anjar itu lebih gantengan Dokter Keenan tetapi entahlah Kinara melihat yang lain jika suami dari Erva itu mempunyai sesuatu yang berbeda dari Dokter Keenan.
Pantas saja kak Erva lebih memilih Dokter Anjar meskipun laki-laki itu dingin tetapi aku tahu jika Dokter Anjar itu lebih penyayang dan perhatian dengan Kak Erva dibandingkan dengan Dokter gila itu dan lagi pula tingkat kesetiaannya tidak usah diragukan lagi biasanya kalau laki-laki dingin itu sangat setia, tidak seperti itu yang pecicilan yang suka senyum-senyum dan tebar pesona ke sana kemari.
Di dalam hati Kinara mengumpat kesal tentang Dokter Keenan, lebih lagi di depannya ada Dokter Anjar yang dari sifat dan sikapnya berbeda jauh dari Keenan.
Lagi lagi Kinara ngoceh ke sana kemari padahal ia baru mengenal Erva dan juga Anjar tetapi bagi Kinara mereka sudah sangat akrab dengan dirinya hingga akhirnya Kinara membuka suara tentang rahasia yang disepakati antara dirinya dengan Anjar tentang pernikahan yang tidak akan pernah terjadi.
"Tuh kan Mas, Kinara itu lucu padahal Kak Keen meminta untuk merahasiakannya tetapi malah dia membocorkannya, dan betapa bodohnya Kak Ken tidak melihat Kinara padahal Kinara itu sangat cantik, energik dan juga menyenangkan."
"Kak Erva bisa saja biarlah Kak, Dokter gila itu tidak memandangku tidak masalah aku juga tidak ingin dipandang olehnya.."
Dua perempuan cantik itu masih terlibat obrolan yang tak mengapa, keduanya begitu nyambung padahal mereka baru ketemu dan berkenalan saat ini tetapi antara Erva dengan Kinara seperti sudah kenal lama saja dan sudah dekat apa mungkin usia mereka yang tidak jauh membuat mereka keduanya bisa langsung akrab.
Sedangkan Anjar laki-laki itu hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh Kinara dan Erva, sesekali ia tersenyum menanggapi kehebohan dari dua perempuan cantik yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Tidak masalah Anjar harus berada di sana di samping kedua perempuan itu yang pasti ia akan menjaga istrinya dan melindungi istrinya dari laki-laki manapun yang akan mendekati Erva
"Erva sayang maaf Mami baru melihat kamu."
Mami Arin yang sedari tadi sibuk menyiapkan segalanya dan juga sibuk menyalami tamu-tamu beliau baru melihat kedatangan Erva yang malahan Erva sudah akrab dengan Kinara, Mami Arin juga tak lupa memeluk dan mencium kedua pipi Erva tanda sayangnya beliau kepada perempuan cantik itu yang batal menjadi menantunya
"Tidak apa-apa tante ini sudah ditemani sama Kinara."
"Kalian sudah saling kenal? Mami lupa saking sibuknya untuk memperkenalkan kamu dengan Kinara, padahal kemarin Mami ingin bertemu dengan kamu sekalian kita pergi bertiga jalan-jalan bareng dan shopping."
"Belum Tante baru kenal saat ini juga."
"Tapi kelihatannya kalian sangat akrab, Mami senang deh antara kamu dan Kinara bisa saling akrab kalian berdua sudah Mami anggap sebagai anak mami sendiri."
Kinara hanya tersenyum kecut bukan karena ia cemburu dengan kedekatan maminya Keenan dengan Erva, tetapi ia sendiri bingung bagaimana nanti menyikapi jika ia tidak jadi menikah dengan Keenan padahal kedua orang tuanya dengan terlebih Mami Arin itu sangat menyayanginya.
Erva saja yang batal menjadi menantunya begitu Mami Arin sangat menyayangi perempuan itu bagaimana dengan Kinara yang akan menjadi calon menantunya pasti mami Arin akan lebih sayang dengan Kinara.
"Terima kasih Tante tetapi sebaiknya tante fokus dulu sama Kinara kalau masalah jalan-jalan sama aku itu nanti bisa lain waktu dan sepertinya Kinara butuh mendekatkan diri dengan Kak Ken."
Sebenarnya Erva ingin menjauh dari keluarga Dokter Keenan tetapi entah mengapa semakin ia menjauh rasanya Mami Arin itu seperti mempunyai firasat hingga beliau tiba-tiba datang dan menghubungi Erva, entah itu hanya menanyakan kabar saja atau apalah yang penting sepertinya Mami Arin dan Erva itu ada ikatan batin hingga Erva tidak bisa menjauh dari keluarga Dokter Keenan.
__ADS_1