
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah keluarga Gunawan. Romi yang ada di dalam ruangan, sudah tau kalau yang datang adalah Dokter Keenan dan Erva.
Romi memicingkan matanya sekilas, ketika mendengar suara candaan dari dua orang yang baru saja keluar dari mobil.
Tak bisa ia pungkiri, Romo cemburu... meskipun ia bisa menahan rasa cemburunya, dan juga tidak memperlihatkan kepada orang lain, tetapi...di dalam hatinya sangat sakit... ketika melihat Erva bersama dengan laki laki lain, apalagi laki laki itu baru saja dikenal Erva.
Apa kamu secepat itu melupakan aku dan berpaling dengan laki laki yang lain???
Tidak bisa mengubah keadaan, itulah Romi saat ini. Laki laki merutuki dirinya sendiri, dengan kesalahan yang dibuat nya beberapa waktu yang lalu, yang pastinya itu membuat Erva tidak bisa lagi menerima sebagai seseorang yang berarti di dalam hidup nya.
"Assalamualaikum....."
Suara salam membuyarkan lamunan Romi, ia yang masih saja mengingat kenangan manis nya dengan Erva, tiba tiba dikejutkan dengan suara salam.
Padahal sebelumnya, ia sudah tau kalau Erva datang dan segera masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam, itu Erva datang...", jawab Mamah Hana sembari menunjuk ke arah Erva, tentu saja Romo mengangguk dan mengembangkan senyumannya.
Deg
Lagi lagi, dada Romi di buat sesak... ketika ia melihat tangan Keenan yang menggenggam erat tangan Erva, apalagi Romi juga melihat wajah ceria Erva yang tidak pernah di lihat beberapa hari ini....
"Ada Romi, dia sudah menunggu lama....."
Erva tersenyum, ia menoleh ke arah Keenan dan Keenan langsung mengangguk, isyarat memperbolehkan Erva untuk mendekati Romi.
"Ada apa Rom???"
Erva dan Keenan sudah duduk tepat di depan Romi, dan tanpa melepas genggaman tangan nya. Sengaja, iya....Keenan memang sengaja menggenggam tangan Erva, ia sengaja memamerkan kemesraan nya dengan Erva didepan Romi, dan menunjukkan pada Romi kalau gadis yang ada di sebelahnya adalah milik nya, milik Keenan seorang.
Tentu saja, belum juga mengucapkan apa apa, Romi sudah di buat panas dengan adegan mesra yang ada di depannya, padahal hanya sekedar menggenggam tangan saja., tetapi bisa membuat Romi panas dingin.
"Tidak ada, aku hanya kebetulan lewat saja dan mampir..."
Entah apa benar jawaban yang diucapkan oleh Romi,, yang jelas saja....tidak mungkin ia mengatakan kalau khawatir dan ingin memastikan apakah Erva sudah pulang atau tidak, tentu saja itu akan membuat nya malu, tidak masalah jika malu kepada Erva dan Mamah Hana, tetapi...tidak di depan Keenan., yang akan membuat jatuh jatuh harga diri nya.
__ADS_1
Aneh, padahal jelas-jelas tadi Romi ingin bertemu dengan Erva, katanya ada sesuatu yang mau disampaikan dan ditanyakan, tetapi...kenapa jawaban nya lain...., batin Mamah Hana.
"Oh....."
Hanya jawaban itu yang keluar dari bibir Erva, meskipun terlihat aneh, tetapi.... Erva tidak mempermasalahkan, apalagi ada Dokter Keenan, dan Erva yakin... kalau kedatangan Romi pasti ada sesuatu yang akan dibicarakan nya....
"Kalau begitu aku pamit ya Er, Tante....."
Ucap Romi kemudian, tidak tau apa yang akan di bicarakan nya lagi, akhirnya..Romi memilih untuk pulang saja....
Dan juga mata serta hatinya panas saat ini, melihat Keenan yang masih menggenggam tangan Erva.
"Hati hati Rom., sampai rumah ngabarin.", jawab Erva seketika dan memang sudah menjadi kebiasaan Erva sejak dulunya.
Deg
Keenan kaget , kenapa Erva mengatakan seperti itu, apa saking dekatnya dia dengan Erva hingga membuat Erva begitu mengkhawatirkan laki laki itu....pikir Keenan yang tiba tiba kaget dengan ucapan Erva, dan malahan semakin mempererat genggaman tangan nya.
"Iya, tentu saja....."
...***...
Beberapa menit setelah Romi pamit pulang, Keenan juga memutuskan untuk pulang. Yah, laki laki itu ingin menghampiri Romi, yang seperti nya memang perlu bicara empat mata saja dengan dia...
Dan Keenan yakin, kalau Romi belum terlalu jauh dari rumah Erva.
"Kakak pulang dulu...besok Kakak jemput ya??"
Erva mengangguk, ia memang sudah memberikan kesempatan kepada Keenan untuk mencoba membuka hati, dan menjalani semuanya ini ..jika dalam beberapa hari tidak menemukan kecocokan....maka langkah lebih lanjut itu tidak akan dipaksakan, hanya menganggap sebagai kakak adik saja ...
"Hati hati Kak, kalau sampai kabari....."
Senyum Keenan semakin lebar, yah... prasangka buruk tentang Erva dan Romi terbantahkan juga. Dengan ucapan Erva barusan, itu sudah bisa ditebak kalau memang kebiasaan Erva seperti itu.
"Iya Beb...."
__ADS_1
Cup
Keenan mencium kening Erva, laki laki itu menunjukkan rasa sayangnya kepada gadis manis yang saat ini ada di depan nya.
Erva tersenyum, entahlah..ia memang sudah benar benar jatuh cinta dengan Dokter Keenan atau hanya sekedar nyaman saja tanpa ada rasa cinta....
Dokter Keenan yang sudah meninggalkan rumah Erva, langsung melajukan mobilnya... dengan kecepatan penuh supaya ia tidak kehilangan jejak Romi..
"Itu mobil nya.."
Terlihat jelas di depan, mobil Romi yang melaju dengan kecepatan sedang, dan itu membuat Keenan dengan mudah menghentikan mobil Romi.
Ciiiiiiiiiiitttttt....
"Shitttt...... brengseekkk!!!"
Romi yang kaget dengan mobil yang tiba tiba ada di depannya, mengumpat kesal... untung saja ia dengan cepat mengerem, meskipun sambil mengumpat.
Terlihat jelas di depan Romi, Dokter Keenan yang keluar dari mobil nya, Romi pun menggeleng....ia paham maksud nya...
"Mau main main rupanya!!!"
Romi tidak mau kalah, ia juga keluar dari mobil nya, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Dokter Keenan itu.
Kedua nya sama sama saling mendekat, dengan tatapan mata yang tajam, dan sudah jelas kalau keduanya sedang menabuh genderang peperangan.
Tatapan mata keduanya semakin dekat, saat kedua sudah sama sama mendekat tanpa celah...
"Aku harap, kamu tidak mengganggu Erva lagi....", ujar Dokter Keenan dengan sinisnya.
"Aku tidak mengganggu Erva, tetapi...aku hanya menginginkan Erva kembali padaku saja...", balas Romi dengan senyum merekah di wajah nya.
"Tidak akan aku biarkan...Aku dan Erva sudah memutuskan untuk melangkah lebih lanjut lagi, dan baik aku dan Erva juga sudah sama sama saling mencintai..."
Tidak mau kalah tentu nya, Keenan pun mengatakan sesuatu yang akan membuat Romi kecewa dan sakit hati, tetapi..... nyatanya tidak.
__ADS_1
"Hahaha....aku tidak yakin kalau Erva akan secepat itu mencintai kamu...dan asal kamu tau, Aku adalah cinta pertama nya Erva, dan aku juga melihat kalau Erva masih mencintai aku...jadi... sebelum kamu kecewa... sebaiknya kamu urungkan niatmu untuk melangkah lebih lanjut lagi bersama Erva...."