
Ada perasaan yang aneh yang dirasakan oleh Erva saat ini, apalagi dengan ucapan spontan yang keluar dari bibir Keenan tadi pagi, dan itu sukses membuat mood Erva pagi ini tidak enak.
Padahal ia yang kangen dengan Keenan, dan seharian menunggu kabar dari laki laki itu, tetapi...apa yang diharapkan tidak seperti kenyataan nya.
Tidak mau larut dalam kesedihan dan pikiran yang entah sudah ke mana mana, Erva memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, mandi dan setelah itu berangkat.
Ia tidak mau dengan kejadian ini membuat otaknya jadi bleng dan tidak fokus untuk mengerjakan soal soal.
Hari masih pagi, sengaja memang Erva berangkat lebih awal, bukan tanpa alasan. Ia tidak masuk ke kelas nya, tetapi... menunggu Mona lebih dulu. Entahlah....rasanya belum lega kalau belum menceritakan dengan Mona sahabat nya, meskipun nanti ada hal hal yang akan ditutupi untuk sementara waktu....
"Hai....pagi sekali...aku tadi ke rumah, tapi kamu sudah berangkat...gagal deh sarapan nasi goreng buatan Tante Hana...."
Erva mendongakkan wajah nya, menatap ke arah laki laki yang saat ini sedang duduk di samping nya.
Romi, sudah biasa kalau laki laki itu pagi pagi datang ke rumah Erva, yang pastinya ngajakin berangkat bareng meskipun bawa mobil masing masing, dan juga sarapan bersama...
Tidak heran lagi, itu sudah menjadi kebiasaan nya sewaktu masih kecil, masih belum mengenal cinta dengan Erva. Apalagi saat ini, Romi sendiri an di Jakarta...
"Kamu belum sarapan???", tanya Erva mencoba menepis rasa yang ada di dalam dadanya, tidak mungkin juga ia cerita dengan Romi, sang mantan.
Romi menggeleng, "Niatnya mau sarapan sama kamu, tapi....ah sudahlah...bisa makan di kantin saja "
Memang Romi sekarang sudah banyak berubah, entah itu beneran atau hanya pura pura saja, namun. ...kali ini laki laki itu tidak memaksa, ia malahan bersikap wajar saja seperti sebelum berlancar dengan Erva dulu nya.
Erva membuka tasnya, ia mengambil kotak bekal yang memang sengaja di bawanya, jangan di tanya lagi isinya bagaimana, yang pasti banyak....lebih dari cukup untuk di makan bertiga, karena memang rencana nya ia akan makan dengan Mona, dan tidak ada rencana untuk makan dengan Romi.
Bukan nya sudah tidak mau dekat dekat dengan Romi lagi, tetapi...hanya ingin menjaga perasaan laki laki itu saja, kalau dirinya kini sudah menjadi calon istri laki laki lain.
Dan memang juga sudah menjadi kebiasaan Erva, kalau mood nya lagi jelek, makanan adalah pelampiasan nya, makanya ia sengaja bawa banyak.
"Nanti bisa makan sama sama, tapi nunggu Mona ya, dia lagi otewe.", ucap Erva.
__ADS_1
Tidak mungkinlah membiayai Romi kelaparan, walau bagaimana juga ...laki laki itu adalah sahabatnya sejak kecil, jauh sebelum ia mengenal Mona, dan mungkin akan tetap jadi sahabat selamanya.
"Tidak masalah...."
Romi mengacak rambut Erva, hal yang sudah biasa ia lakukan,. Jujur, kalau boleh...Romi ingin kembali bersama Erva, tetapi.... sudah tidak mungkin lagi, mengingat Erva yang sudah tidak mau lagi dengan nya, dan juga Erva yang sebentar lagi akan menikah.
Membayangkan saja rasanya ia sungguh tidak sanggup, apalagi melihat dan menyaksikan Erva bersanding dengan laki laki lain yang bukan diirinya..
"Sorry telat!!"
Kedatangan Mona membuyarkan lamunan Romi, laki laki itu pun langsung melihat ke arah Mona yang sudah duduk di samping Erva.
"Mau cerita apa???", tanya Mona dengan mengesampingkan Romi, entahlah...ia masih kesel dengan Romi, yang sudah menghianati sahabat nya.
"Sarapan dulu, gue lapar..."
Tidak mau menjawab pertanyaan Mona, tentu saja karena ada Romi disini, dan memutuskan untuk nanti saja, lebih baik sarapan dulu.
Ketiga abege itu masuk ke dalam kelas, dan seperti biasanya Romi, Erva dan Mona makan dengan satu tempat dengan sendok yang berbeda beda.
"Lo tadi mau cerita apa?? Dokter Keenan?? kenapa?? kangen???"
Mona masih penasaran dengan ucapan Erva tadi lagi di telpon, tentu nya ada sesuatu yang di pikirkan oleh sahabat nya.
"Em...aku beli minum ya??", tawar Romi yang mendapatkan anggukan kepala dari Erva.
Romi tersenyum, ia kemudian meninggalkan dua gadis cantik itu. Sengaja, memang Romi ingin tau apa yang dikatakan oleh Erva, ia tau .. Erva tidak akan mungkin bercerita jika ada diirinya di sana, dan salah satu caranya... Romi pura pura pergi, ia juga ingin mendengarkan apa yang saat ini dikeluhkan.
Ia tau, ada masalah dengan Erva, tetapi...sayang sekali...Erva sendiri tidak mau ceritain dengan nya, dan memilih diam saja.
Setelah kepergian Romi, yang mereka kira sudah ada berada di kantin, tetapi.. nyatanya hanya di belakang pintu saja, Erva mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi...
__ADS_1
"Apa ada seseorang yang baru bangun tidur itu salah menyebutkan nama??"
Pertanyaan Erva membuat Mona melongo seketika, pasalnya Erva bukan curhat, tetapi malahan bertanya dan apa maksud nya??
"Ada, dan biasanya itu nyata....bukan hanya sekdes mengigau saja, dan itu malahan yang ada di pikiran orang itu saat ini....."
Jlebbb.
Jawaban Mona membuat dada Erva kian sakit, dan ia mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Mona.
Apa benar, Mas Keenan sedang memikirkan seseorang?? Ra ...Ra itu???? astaga... atau jangan jangan Amira???
Erva menyimpulkan sendiri, selama menjalin hubungan dengan Dokter Keenan, laki-laki itu tidak pernah mempunyai teman wanita yang spesial selain diirinya, dan juga Amira, yang merupakan mantan tunangan Keenan.
Dan nama Amira...yang belakangnya ada huruf nya Ra, membuat gadis itu bisa menyimpulkan sendiri, siapa Ra yang dimaksud.
"Kenapa Er??"
"Tadi pagi aku......"
Erva mulai menceritakan semua yang terjadi, mulai dari Keenan kemarin yang tidak menghubungi nya, sampai dengan tadi pagi Erva menelpon nya dan mendapat jawab seperti itu
"Jangan sedih Er, itu mungkin Dokter Keenan memanggil nama asisten nya, dia pikir yang nelpon adalah Om ganteng yang biasa nya dengan Pak Dokter."
Mona mencoba untuk membuat hati Erva tidak sedih, padahal ia sebenarnya tau nama dari asisten Keenan itu.
Erva menggeleng, bukan Dimas yang di maksud... tetapi apa mungkin ada nama wanita lain.
Sementara Romi, ia mengepalkan tangannya. Ia mendengar semua yang Erva katakan. Dan memang, sejak awal, ia sudah menaruh curiga dengan Dokter yang saat ini adalah tunangan Erva.
Dan Romi mengambil ponsel nya, untuk mengirimkan pesan kepada seseorang yang akan melakukan penyelidikan tentang Keenan karena Romi sendiri janggal dengan apa yang diucapkan oleh Erva, seperti nya memang ada sesuatu yang mencurigakan, yang sengaja di tutup tutupi oleh Keenan.
__ADS_1