Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Keenan vs Anjar


__ADS_3

"Ada hubungan apa kamu dengan Dokter Anjar, Beby???"...


Tidak mau basa basi, Keenan langsung sana menanyakan apa yang sedari tadi mengganjal nya. Bukan tidak mungkin kalau Erva dan Dokter Anjar ada sesuatu, yang nyatanya mereka memang bukan saudara.


Bukti itu kita dengan ruang perawatan Erva yang memang bukan untuk umum, alias hanya untuk keluarga dari pemilik Rumah Sakit ini.


Erva bingung, ia sendiri belum paham dengan maksud pertanyaan Keenan, dan juga belum sadar kalau ia di tempat kan di ruang perawatan khusus.


Masih diam, dengan tanpa melihat ke arah Keenan yang masih setia berada di samping nya. Ada perasaan aneh, dan rasanya pertemuan kali ini tidak seperti biasa nya, apa itu tanda kalau hati Erva sudah sedikit mulai mengikhlaskan Keenan?? atau hanya perasaan canggih saja karena sudah lama tidak bertemu.


"Sebaiknya Kamu pulang, tidak baik laki laki yang sudah beristri berada di sini, aku tidak ingin di sebut perusak Rumah Tangga orang, cukup aku saja yang merasakan bagaimana rasanya di sakiti, tetapi jangan wanita lain.


Tidak menjawab pertanyaan Keenan, Erva malahan mengucapkan sesuatu yang membuat hati Keenan berdenyut nyeri. Memang lebih terkesan menyindir, tetapi memang itu kenyataan nya.


Keenan menggeleng, ingin rasanya ia mengatakan kalau sudah tidak mempunyai istri, tetapi...apa Erva akan terima jika tanpa bukti yang kuat??


"Jangan mengalihkan pembicaraan, Mas tau kamu sengaja tidak menjawab nya. Dan..urusan pribadi Mas itu tidak penting, lebih penting kamu saat ini .."


"Tidak penting?? Kamu gila!! ada wanita yang tersakiti ketika kamu ada di sini...Dan juga...ada hubungan apa aku dengan Dokter Anjar, itu bukan urusan kamu lagu, Pak Dokter Keenan yang terhormat..."


"Urusan Mas, karena mulai saat ini kamu adalah tanggung jawab Mas....dan Mas akan membawa kamu keluar dari Rumah Sakit ini sekarang..."


Keenan yang sudah tersulut emosi, langsung saja berdiri...laki laki itu ingin membawa Erva saat ini juga dengan atau tanpa persetujuan Erva ataupun keluarga nya.


"Stop!! tetap di situ!!!"


Tangan Erva menahan tubuh Keenan yang ingin menggendong nya, lagi lagi... ia tidak ingin bermasalah dengan Dokter Keenan, tidak mau merusak rumah tangga nya dan juga tidak mau lagi di rawat oleh Keenan.


"Aku dulu memang pasien kamu, tetapi...untuk sekarang tidak lagi.... biarkan aku di sini, aku lebih nyaman di sini dan aku harap...kamu pulang saja, tidak perlu mengkhawatirkan aku...."


Tidak mau terlibat jauh dengan cinta yang sudah dimiliki oleh orang lain, apalagi ia sebagai wanita...pastinya paham betul apa yang dirasakan nya.


Keenan menggeleng, "Tidak bisa, Mas yang lebih berhak dari siapa pun, dan saat ini juga..kamu akan Mas bawa..."


"Jangan gila!! aku bukan siapa siapa kamu lagi!!!", tolak Erva.

__ADS_1


Sebisa mungkin gadis itu akan mempertahankan dirinya, atas dasar apa Keenan membawa nya?? apalagi diantara mereka sudah tidak terjalin hubungan.


"Beby... mengertilah...."


Keenan berusaha untuk tidak emosi, laki laki itu ingin membawa Erva dengan cara baik baik dan tidak ada kekerasan apapun juga.


Keenan menyesal, dan akan menebus semuanya dengan merawat dan juga akan menikahi Erva secepat nya.


"Lepaskan!!!"


Dari arah pintu, Dokter Anjar masuk ke dalam dan ia mendapati seorang laki laki sedang memaksa Erva.


Tidak sengaja sebenarnya, bukan maksud Dokter Anjar ingin menerima kondisi Erva, tetapi... ia tidak sengaja lewat dan melihat dari kaca kalau ada laki laki di dalam ruangan Erva.


Penasaran, Anjar langsung masuk saja. Dan kaget ketika Erva akan digendong tetapi ditolak Erva.


"Mas Anjar tolong!!", ucap Erva


Astaga mulut ku!! semoga Dokter Anjar paham dan mau membantuku....


Beruntung sekali, ada Dokter Anjar yang datang dan pastinya akan menyelematkan nya. Memang, Keenan. tidak akan menyakiti nya, tetapi...Erva sendiri ngeri jika berhubungan dengan suami orang, takut dikira pelakor dan juga takut tidak bisa move on lagi setelah satu tahun lamanya mencoba melupakan.


Ada hubungan apa dia dengan Erva?? aku semakin penasaran saja....


Keenan menyorot tajam ke arah Erva yang saat ini merasa lebih tenang dan tidak takut lagi, bahkan dengan ucapan Mas yang keluar dari bibir Erva... membuat Keenan cemburu seketika.


Mas?? oke...aku ikuti permainan kamu gadis kecil....


Anjar mengembang senyum nya, senyum yang tidak pernah ia berikan untuk wanita lain, kecuali ibunya...dan kini ada Erva.


Ia tau, pandangan mata Erva ke arahnya pertanda ingin meminta bantuan, dan dengan senang hati Anjar melakukan nya.


"Iya sayank ada apa???"


Aduh!! apa yang aku katakan.... rasanya lucu sekali....

__ADS_1


Erva melotot, ingin tertawa tetapi tidak mungkin...nanti saja kalau sudah selamat dari Dokter Keenan.


"Aku tidak mau dibawa oleh Dokter Keenan...", ujar Erva dengan wajah imutnya yang membuat Anjar terpesona dan ingin memainkan peran ini dengan baik.


Anjar melihat ke arah Dokter Keenan, kemudian mendekati laki laki itu yang saat ini masih berada di samping Erva.


"Dokter Keenan?? senang sekali bertemu dengan Anda..."


Anjar berusaha tidak terpancing emosi, apalagi ini hanya sebuah sandiwara saja, yah... meskipun ia sendiri penasaran ada apa Antara Dokter Keenan dengan Erva.


"Dokter Anjar, senang bertemu dengan Anda juga..."


Mereka saling berjabat tangan, dengan ke-dua mata yang saling menatap tajam, seperti nya ..aura permusuhan sudah mulai di dendang kan....


"Oh, ya...ada apa Dokter Keenan ke sini??"


Masih dengan pertanyaan yang baik baik dan bersifat umum.


"Saya mau membawa Erva, dia adalah pasien pribadi saya sekaligus calon istri saya...."


What?? gila!! bukannya dia sudah menikah?? lalu kenapa mengatakan kalau Erva adalah calon istri nya?? ada apa sebenarnya???


"Dokter Keenan bohong Mas...."


Erva menggeleng, ingin sekali ia bangun dan memukuli mulut Keenan yang dengan seenaknya saja berucap seperti itu.


"Jangan mengada ada, Erva tidak bisa dibawa...dan dia adalah calon istri ku... Dokter Keenan jangan berbohong...dan bukannya Dokter sudah menikah???"


Deg


Calon istri?? tidak mungkin?? tidak mungkin Erva secepat itu melupakan ku, dan beralih dengan laki laki lain.


"Bukan urusan Anda, itu adalah urusan pribadi saya.", jawab Keenan.


"Mulai saat ini, semua yang berhubungan dengan Erva adalah urusan saya, dan saya sekarang yang menjadi Dokter pribadi nya Erva, jelas Dokter Anjar..."

__ADS_1


Anjar menekankan setiap kalimat yang diucapkan nya, Meskipun ia tidak begitu mengenal Erva, tetapi... rasanya ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu, yang membuat ia terlihat ketakutan saat ini.


Dan lagi, alasan Keenan yang tidak masuk akal. Sudah menikah tetapi malahan ngaku calon suaminya Erva segala....


__ADS_2