
"Dek nanti pulang jam berapa?" tanya Anjar yang saat ini sedang berada di depan Erva dan terus saja ia melihat wajah cantik istrinya itu yang sedang merapikan pakaian kerja nya.
"Aku pulang sore Mas, hari ini kuliah aku full sekali. Aduh males banget deh beberapa hari ini pulang siang tetapi nanti full karena dosennya tidak bisa di lobi tidak ada yang bolos tuh dosen."
"Ngarang kamu dek, emangnya dosennya kamu suruh untuk libur gitu biar kamu bisa pulang siang?"
"Ya kali saja bisa seperti itu Mas kan mumpung juga daripada harus satu hari, kan kesel deh belum lagi nanti banyak tugas yang harus diselesaikan. Emangnya kenapa tanya-tanya aku pulangnya jam berapa? Mas mau jemput, pasti juga bisa kan jadwal Mas hari ini juga padat?"
Erva sudah tahu betul apa jadwal kegiatan dari suaminya sehari-hari bahkan tanpa diminta, Aris.. asisten Dokter Anjar sudah memberikan semua jadwal kepada Erva, bukannya kenapa kenapa atau tidak percaya, tetapi Dokter Anjar yang meminta supaya harus memberikan salinan jadwalnya kepada istrinya itu, ya siapa tahu kalau sudah berada di rumah dan bersama dengan Erva, Dokter Anjar lupa dengan segalanya.
Dan hari ini baik Erva maupun Dokter Anjar sama-sama sibuk bahkan keduanya nanti bisa bertemu saat malam hari tentu saja itu yang ada di pikiran Anjar saat ini,.ia sudah terbiasa beberapa hari ini mendapat kunjungan siang dari istrinya tetapi hari ini sudah dipastikan kalau Erva tidak bisa berkunjung untuk memberikannya makan siang dan tentunya bukan hanya makan siang yang seperti biasa ya makan tetapi makan siang plus-plus yang sangat luar biasa.
"Bisa anterin makan siang nggak ke Rumah Sakit?"
Tentu saja Anjar menjadi manja dan ingin dibawakan makan siang lagi oleh istrinya, tentunya ia sangat menginginkan itu terlebih lagi beberapa hari ini rasa kangennya kepada Erva bertambah dan ingin selalu dimanja oleh istrinya.
"Anterin makan siang, bisa nggak sih?"
Erva diam sebentar, ia memikirkan tentang padatnya jadwal kuliah hari ini tentu saja masalah mengantarkan makan siang untuk suaminya pastinya ia bisa tetapi tergantung nanti apakah ada tugas yang mendadak harus dikerjakan atau tidak.
"Lho kok gitu? bukannya nanti siang pasti ada jeda untuk istirahat bisa main dong ke rumah sakit?"
Aj6ar tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh istrinya pastinya laki-laki itu akan berbuat sesuatu supaya Erva mau datang ke rumah sakit nanti.
"Halo Pak dokter , Rumah Sakit itu bukan untuk main tetapi untuk orang yang sakit, apa Pak Dokter sudah amnesia?"
"Tentu saja iya, kan aku amnesiasejak nikah sama kamu."
Anjar menarih tubuh Erva kemudian tangannya meraih pinggang ramping Erva lalu memajukan bibirnya untuk mencium bibir ranum ervya yang menggoda.
__ADS_1
CupĀ
"Mesum!!"
Erva langsung saja mendorong pelan tubuh Anjar, kalau ia ikut membalas ciuman yang diberikan oleh suaminya yang pastinya hari ini baik dirinya maupun Anjar tidak akan keluar dari kamar ini dan pastinya terjadi sesuatu hal yang diinginkan.
"Mau ke mana sih dek, aku kan butuh nutrisi dari kamu?"
"Semalam dan tadi pagi sudah Mas, jangan macam-macam deh nanti aku telat ke kampus dan Mas telat ke rumah sakit, bukannya sebentar lagi jadwal operasi?"
Anjar menggeleng pelan memang tidak seharusnya ia memancing sesuatu yang sudah tertidur bahkan hanya dengan mencium singkat bibir Erva, sesuatu itu sudah berubah dan pastinya ini waktu yang tidak tepat.
"Bagaimana kalau kamu tidak usah kuliah?"
Erva mengeryitkan alisnya apa maksud dari ucapan suaminya itu? enak saja meminta dirinya untuk tidak kuliah terus kalau tidak kuliah mau ngapain?
Ya tentu saja pikiran Erva sudah melayang-layang saat ini ia sudah berpikir kalau dirinya dan juga Anjar akan bolos hari ini dan tentunya hanya berdiam diri di dalam kamar saja yang entah untuk sampai beberapa jam mereka ada di sana.
"Iya kamu izin saja untuk kuliah hari ini."
"Aku izin lalu Mas bagaimana? Mas juga ikut-ikutan izin?"
Sepertinya Erva tidak percaya jika suaminya mengatakan seperti itu terlebih lagi meminta untuk Erva tidak boleh kuliah dan tentunya itu bukanlah sifat dari Anjar.
"Ya nggak dong, mana mungkin aku bolos hari ini apalagi yang aku hadapi itu adalah nyawa manusia."
"Lalu apa maksudnya?"
Masih belum mengerti dengan apa jalan pikiran dari Anjar ia pikir kalau dirinya dan juga Anjar akan sama-sama bolos tetapi ternyata tidak.
__ADS_1
"Kamu tidak usah kuliah, lalu kamu ikut aku ke rumah sakit dan nanti kamu tunggu di ruangan aku saja dan menemani aku seharian ini di sana."
"What???"
Teriak Erva kencang yang nyatanya pemikiran suaminya itu seperti itu.
"Seru banget dek, emang ada yang salah ya dengan ucapanku?"
"Tidak ada yang salah memang, cuma apakah Mas sudah gila hingga mengatakan seperti itu?"
"Iya aku memang gila, gila karena kamu? gimana ya dek.. Aku ingin selalu dekat dengan kamu,.ya kamu tidak usah kuliah lah temenin aku saja, kamu itu semangat buat aku loh."
"Eh tidak bisa hari ini aku kuliah full Mas dan nanti aku akan usahakan deh untuk nganterin makan siang tetapi setelah itu aku kuliah lagi. Lagi pula jika aku nanti berada di sana mas tidak konsentrasi Mas hanya memikirkan aku dan buru-buru untuk masuk ke ruangan Aku tidak mau toh juga aku bosan di sana mau ngapain? mainan hp sudah biasa, jalan-jalan ke rumah sakit juga aku sudah hafal letak semuanya, ke kantin makanya cuma itu-itu saja bosen Mas."
Ucap Erva yang panjang dan lebar yang membuat Anjar menggelengkan kepalanya padahal Anjar mengatakan sedikit saja tetapi mengapa istrinya bisa menjawab dengan panjang dan lebar itu.
Cup
"Kamu cerewet sekali dek, tapi aku suka."
Anjar kembali mencium bibir Erva, yang ia sendiri memang tidak tahan dengan bibir ranum milik istrinya, apalagi kalau Erva sudah ngoceh seperti itu Ingin rasanya memakan langsung bibir Erva dan membawa Erva untuk ke atas ranjang.
"Harus, kalau masih tidak suka awas saja aku akan potong Itu punyanya Mas sampai tidak ada lagi."
"Astaga kejam sekali kamu dek, ya nggak mungkin lah aku tidak suka sama kamu kan aku sudah bilang kemarin."
"Oh ya masa sih aku lupa, emangnya Mas kemarin bilang apa bisa diulangi nggak?"
Erva sengaja menggoda suaminya padahal ia masih ingat betul apa yang dikatakan oleh Anjar kemarin dan itu adalah ungkapan cinta pertama dari suaminya yang pastinya Eva akan selalu mengingatnya meskipun pernyataan cinta itu keluar dari Anjar di dalam kamar mandi tetapi tidak apalah.
__ADS_1