Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Sayank Aku...


__ADS_3

Erva sudah selesai dari salon tentu saja ia merubah penampilannya, bukan karya selama ini penampilan Erva jelek tetapi hari ini Erva ingin membuat suaminya jadi merem melek dan bertekuk lutut padanya.


Padahal tanpa Erva berbuat seperti itu,.Anjar sudah jatuh cinta dengan Erva, apalagi nanti jika melihat Erva yang sudah wangi, cantik dan juga mempesona pastinya Anjar tidak tahan lagi akan memangsa Erva.


Perempuan cantik itu keluar dari salon tentu saja ia langsung pulang ke rumah karena tidak mungkin untuk membeli pakaian lagi.


Bukan ia ingin membeli pakaian, bukan itu..karena pakaian yang diberikan oleh Anjar masih tersimpan rapi di lemari dan untuk apa buang-buang uang untuk membeli sesuatu yang tidak penting.


Erva mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang tentu saja ia tidak ingin buru-buru sampai di rumah pelan-pelan asal selamat yang penting saat ia pun langsung ke rumah suaminya belum ada di rumah.


Hingga beberapa menit kemudian Erva sudah sampai di rumah Anjar tentu saja di rumah itu sepi karena Mama mertuanya pasti masih ada di butik dan tentu saja jika suaminya masih ada urusan di rumah sakit, yang pasti Anjar sudah meminta izin untuk pulang agak sorean karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan tetapi untuk nanti malam ajar mengusahakan supaya dirinya bisa datang ke pesta pertunangan Dokter Keenan.


Erva keluar dari mobil kemudian langsung saja masuk ke atas, ke dalam kamar nya tentu saja. Erva langsung aja masuk ke dalam kamar mandi dan ia akan membersihkan diri, mandi sebentar lalu melihat jam dinding yang terpasang di kamarnya tentunya sebentar lagi suaminya akan pulang.


Perempuan cantik itu sudah memakai pakaian dinas yang entah mengapa ia ingin memakainya dan kebetulan sekali erpan juga sudah membawa camilan ke atas jadi ia tidak akan turun ke bawah sekedar mengambil makanan.


"Kenapa aku jadi geli sendiri ya memakai seperti ini?"


Rasanya aneh sekali, Erva yang tidak terbiasa memakai pakaian buka-bukaan langsung saja menghilangkan kepalanya ia merasa lucu ketika berdiri di depan cermin dengan melihat ke arah tubuhnya yang entah seperti apa tetapi semuanya karena ia yakin kalau suaminya melihat dirinya seperti ini pastinya Anjar akan senang dan langsung saja menerkamnya.


Setelah memakai pakaian kurang bahan, Erva menutupinya dengan kimono yang tentu saja ia tidak mau masuk angin atau merasa risih sendiri dengan pakaian yang dipakainya saat ini.


Malam saja Eyva yang memang kelewat seksi tetapi tidak mungkin memakai pakaian seperti itu. Ia malah lebih senang memakai pakaian yang panjang tertutup, tentunya untuk menutupi tubuhnya yang seksi di usia yang masih ABG.

__ADS_1


Sembari menunggu suaminya, Erva memutuskan untuk membuka ponselnya tentu saja bukan bermain game ataupun menonton film Korea tetapi Erva membuka sebuah laman yang menuliskan bagaimana caranya untuk membuat suaminya puas tentunya ini adalah bacaan untuk pasangan suami istri.


Erva mengangguk, rupanya ia masih belajar untuk bisa menyenangkan suaminya dan setelah membaca dan melihat tutorialnya, Erva paham dan ia langsung menutup ponselnya takut jika suaminya tiba-tiba datang dan mengetahui apa yang dilakukannya.


Beberapa jam kemudian...


Ceklek..


Erva memposisikan dirinya di depan pintu manakala ia mendengar suara langkah kaki seseorang dan ia yakin jika langkah kaki itu adalah milik suaminya terlebih lagi ketika handle pintu kamarnya dibuka dan sudah pasti Anjar yang berada di sana.


Glekk..


Anjar kaget sekali, tentu nya ia senang melihat penampakan istrinya yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu, dan Anjar menggelengkan kepalanya, ada angin apa tiba-tiba Erva sudah tersenyum dan berdiri di depan pintu padahal ia tidak mengabari sama sekali jika sudah sampai di rumah.


Tentunya di samping kaget, Anjar juga melongo melihat penampilan Erva saat ini meskipun handuk kimono yang melekat di tubuhnya belum dibuka tetapi melihat perubahan Erva, Anjar menjadi tidak tahan, pikirannya sudah travelling ke mana-mana dan tentu saja sesuatu yang dibawa sana sudah bergerak bebas dan berubah bentuknya seakan-akan ingin langsung dikeluarkan dari sarangnya.


Ini belum seberapa karena Erva masih memakai pakaian utuh belum lagi jika nanti kimono yang menempel di tubuhnya yang lepas pastinya Anjar akan melongo sekaligus langsung saja menerkamnya.


Erva tahu kalau suaminya tertarik padanya dan juga suaminya kaget melihat penampilan dirinya, kemudian perempuan cantik itu langsung saja membuka kimononya ia juga tidak berbahasa lagi dan menanyakan kepada anjarmu apa mau ini atau mau itu yang pastinya dengan sekali tarikan kimono itu sudah terlepas.


"Kamu memancing ku sayank?"


Erva mengangguk pelan, ia melakukan gerakan-gerakan yang membuat suaminya terpesona, tentu saja setelah membuka kimononya Erva memberanikan diri untuk mendekati suaminya dan merubah suasana dari dingin menjadi panas seketika.

__ADS_1


Apa yang merasuki tubuh istriku hingga kenapa tiba-tiba berpenampilan seperti itu sangat cantik dan menggoda, jujur aku tidak kuat lagi untuk memangsa Erva kali ini.


Jujur saja kejutan yang diberikan oleh istrinya itu membuat Anjar senang dan ia ingin jika setiap pulang kerja disambut Erva seperti ini.


"Mas capek ya, biarkan aku yang bekerja."


Tentu saja Anjar paham dengan apa yang dikatakan oleh suaminya, bukan hanya dari kalimatnya saja yang membuat Anjar paham tetapi dari nada bicaranya yang dibuat semanja mungkin dan juga postur tubuh Erva yang sangat menggoda diiringi dengan sentuhan-satuan yang sudah menjalar kemana-mana membuat Anjar sudah tidak tahan lagi.


Anjar langsung saja menggendong tubuh Erva,ia tidak kuat jika berlama-lama hanya memandangi tubuh Erva saja dan pastinya ia akan melakukan sesuatu yang sudah dipancing oleh Erva yang membuat dirinya panas dingin tidak karuan.


"Sore ini kamu tidak aku lepaskan dek, awas saja kamu pasti akan aku buat menjerit-jerit!!"


Erva mengangguk, ia pasrah jika dibolak-balik oleh suaminya sore ini karena itu yang ia harapkan sekaligus ia juga ingin menjajal kemampuannya menjadi leader untuk permainan panas sore ini


"Aku saja yang memimpin."


Tentu saja Anjar mempersilahkan istrinya untuk memimpin, ini adalah pertama kalinya Erva berada di atas tentunya Anjar merasa senang dan entah mengapa istrinya bisa seperti itu apa memang istrinya tadi kerasukan jin romantis yang membuat tanpa seperti itu atau memang Erva sudah menahannya dan menginginkan sejak tadi sehingga membuatnya semakin menginginkan.


Erva yang sudah memposisikan dirinya, ia mengingat adegan apa saja yang ia tonton dari tadi, tentu saja ia memperhatikan dengan baik hingga suaminya dibuat tidak berdaya bertindak dan memanggil nama Erva.


Aneh memang tetapi itu kenyataannya kalau setiap mereka melakukan adegan panas suara Anjar lah yang lebih keras, suara Anjar yang bernyanyi dan menyebut nama Erva.


"Sayang, aku keluar!!"

__ADS_1


__ADS_2