Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Penjelasan Erva


__ADS_3

Sepertinya Erva tidak dijemput, bahkan Keenan juga melihat kalau Erva tidak membawa mobilnya sendiri. Hingga Keenan memutuskan untuk keluar dari mobil dan menghampiri gadis cantik itu dan tentu saja tujuan utamanya adalah menanyakan tentang kebenaran tentang undangan itu dan jika benar akan berita itu, Keenan tidak bisa berpikir-pikir lama lagi dan tidak ingin juga kalau Erva menikah dengan Dokter Anjar besok.


Deg


Erva  yang melihat seseorang turun dari mobil, ia langsung menghentikan langkah kakinya Ingin rasanya ia berbalik dan berlari kencang mungkin.


Tetapi kenyataan tidak bisa Dokter Keenan lebih dulu melihatnya dan juga memanggilnya.


Laki-laki itu dengan langkah cepat langsung saja menghampiri Erva yang saat ini terlihat kaget dan juga cemas.


Keenan saat ini sudah berada di depan Erva dan tentu saja Keenan melihat dari atas ke bawah memastikan apa yang dilihatnya itu memang Erva bukan perempuan lain.


"Ini hanya bercanda kan Beb?"


Dengan wajah sayu nya Keenan mengulurkan undangan yang baru saja didapatnya tadi ke arah Erva dan mengatakan kalau ini hanya bercanda saja karena berharap kalau memang ini bukan nyata.


Erva menggeleng, ia sudah yakin kalau hal ini akan seperti ini. Bahkan ia juga yakin kalau Dokter Keenan  akan menemuinya setelah menerima undangan pernikahannya.


"Itu tidak bercanda kak dan apa yang ada diundangan itu memang benar, aku dan Dokter Anjar akan menikah besok."


Tidak ada keraguan sama sekali di hati Erva, Erva juga mengatakan semua ini secara jelas kepada Dokter Keenan.


"Kamu jahat Beb, kenapa kamu lakukan ini kepadaku apa salahku? Mas sudah meminta maaf Mas juga sudah mencintai kamu secara tulus, Mas juga sudah meyakinkan kamu kalau apa yang dulu Mas lakukan itu salah dan Mas juga sudah memperbaiki semua kesalahanku bahkan aku juga sudah melamarmu dan ingin menikahimu tetapi mengapa kamu melakukan ini?"

__ADS_1


Masih saja bertanya apa salahnya, sudah jelas-jelas kejadian 1 tahun yang lalu itu membekas di hati Erva dan mana mungkin seorang perempuan bisa melupakan kejadian itu begitu saja.


Apalagi hubungan Erva dan Keenan dulunya bukan hanya sebatas pacaran, mereka sudah bertunangan bahkan satu minggu lagi akan menikah tetapi dengan teganya Keenan menghianati dirinya dengan kembali lagi dengan mantan pacar bahkan berencana untuk menikah dengan pacarnya itu.


Lalu apakah Keenan masih bertanya lagi di mana salahnya? Apa jangan jangan dia sudah lupa kalau mempunyai kesalahan yang sangat fatal itu?


"Kakak memang tidak salah apa-apa, dan apa yang kakak lakukan padaku hari ini memang benar Kakak sudah melakukan semuanya dan sudah meyakinkan aku, untuk membuat aku jatuh cinta lagi dan sudah melamarku bahkan akan menikahi ku. Tetapi maaf dari awal aku memang sudah bilang , aku sudah memaafkan  Kakak. Tetapi kalau untuk berhubungan lagi seperti dulu, aku tidak bisa apalagi untuk menikah dengan kakak."


Erva menjawab seperti itu padahal sejatinya ia ingin sekali mengungkit kesalahan Kinan di masa lalu tetapi untuk apa. Tidak ada gunanya lagi dan sekarang hidupnya lebih tenang bahkan lebih nyaman bersama dengan Anjar.


Mengungkit kesalahan masa lalu sama saja dengan membuang-buang waktu dan ia akan semakin lama berhadapan dengan Keenan saat ini yang pastinya Erva ingin segera pulang bukan hanya saja untuk menghindari Dokter Keenan tetapi ia juga harus mempersiapkan semuanya untuk acaranya besok.


"Mas tidak mau, Mas tidak mau kehilangan kamu, kamu harus menjadi milik Mas dan tidak boleh menjadi milik laki-laki lain."


Hingga pikiran jahat Keenan merasuk di dalam otaknya dan meminta untuk membawa kabur Erva, tentu saja supaya Erva tidak jadi menikah dengan Dokter Anjar besok, bahkan Keenan sendiri akan menikahinya hari ini juga.


Tetapi Keenan masih mengurungkan niat jahatnya itu ia akan meminta Erva baik-baik Untuk membatalkan rencana pernikahannya besok.


"Demi Mas, Beb tolong batalkan pernikahan kamu besok. Mas janji apapun yang kamu inginkan Mas akan penuhi"


Keenan memegang tangan Erva dan tentu saja membuat Erva memalingkan wajahnya dan berusaha untuk melepas genggaman tangan Keenan.


Tetapi semakin Erva memberontak semakin erat tangan Keenan menggenggam tangan erpan bahkan laki-laki itu juga sudah menatap tajam ke arah Erva hingga Erva sendiri tidak berani menatap ke arah Keenan dan masih saja memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Tidak bisa dibatalkan. Apa kakak gila!! undangan sudah tersebar di mana-mana, lagi pula aku tidak mungkin membatalkannya. Aku dan Dokter Anjar saling mencintai. Dan tolong hargai keputusanku, lepaskan tangan aku dan kakak boleh pergi dari sini."


Jlebb


Sorot mata tajam Keenan berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan ketika Keenan mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Erva.


Yang benar saja bagaimana caranya bisa mencintai Dokter Anjar yang Keenan sendiri tahu berapa lama Erva mengenal laki-laki itu.


"Tidak mungkin kamu mencintai dia kamu dan dia baru saja bertemu, itu mustahil Beb ... kamu itu hanya berkilah saja supaya kamu bisa lepas dariku. Oke aku tidak akan meminta kamu dan tidak akan memaksa kamu, dan aku akan menunggu kamu sampai kamu siap dan tolong batalkan rencana pernikahan kamu besok."


Sepertinya bukan hanya saja Keenan yang emosi mendengar berita-berita ini, tetapi Erva juga sama ia emosi mendengar ucapan dari Dokter Keenan yang jelas-jelas apa yang dikatakannya adalah ngawur.


"Apa Kakak lupa? Bagaimana dulunya aku dengan kakak? Bahkan sepertinya aku dan kakak juga sama-sama tidak saling mengenal? kita baru saja ketemu tetapi Kakak sudah menembakku dan aku juga sudah jatuh cinta dengan kakak dulunya. Apakah itu juga bisa dikatakan sebagai kebetulan saja atau hanya akal-akalan atau alasan aku saja dulunya?"


Erva mempunyai senjata untuk melawan Keenan. Yang benar saja kini mengatakan kalau ia hanya pelampiasan saja mencintai Dokter Anjar, karena mereka baru saja bertemu dan juga kenal.


Apa Keenan tidak ingat dulu waktu berhubungan dengan dia? juga sama antara Erva dan Keennan juga sama-sama saling bertemu tetapi tidak lama mereka Langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk bertunangan bahkan sudah membuat rencana pernikahan.


Lalu salah nya  apa di sini? di mana?


"Tapi itu beda, Mas tulus mencintai kamu dan kamu juga tulus mencintai Mas, tidak seperti Dokter Anjar ke kamu dan kamu ke Dokter Anjar."


"Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi kepada kakak yang jelas Aku dan Dokter Anjar sama-sama saling mencintai dan kita akan menikah besok dan aku mohon lupakanlah aku, kak dan kakak bisa mencari perempuan lain yang pastinya bukan aku."

__ADS_1


__ADS_2